
Fara menggeleng. "Tidak perlu, ma. Aku akan pergi bersama mama besok."
"Apakah kau yakin?" tanya mama ragu. "Kau tidak menghadiri acara wisudamu?" Fara menatap mama dengan pasti. "Aku yakin."
Mama tahu putrinya baru patah hati kemarin malam. "Baiklah, nanti siang mama telepon wali kelasmu agar menyerahkan ijazahmu lebih dulu."
Fara mengangguk setuju. Ia mengambil tasnya dr kamar setelah sarapan. Amplop cokelat berisi gambar Niko masih disana. Ia mengambilnya juga dan keluar dari kamar.
***
Di sekolah,berita tentang jatuhnya Erika dr tangga menjadi berita heboh. Saat Fara memasuki lingkungan sekolah, semua mata memandangnya dengan mencemooh. Fara tidak memedulikan semua itu. Ini hari terakhirnya sekolah.
Saat Fara memasuki kelas 3 IPA 1, semuanya terdiam. Fara duduk di kursinya tanpa memandang siapapun. Wali kelas membagikan buku tahunan pada para siswa. Setelahnya, para siswa sibuk saling menukar buku tahunan untuk ditandatangani.
Fara memanfaatkan waktu tersebut untuk keluar kelas dan mengelilingi lingkungan sekolah. Ia melihat bekas kelasnya, ruang tata boga, aula sekolah, lapangan basket, dan terakhir taman sekolah. Ia ingin mengingat semuanya.
__ADS_1
Setelah itu ia kembali ke ruang kelasnya yg telah sepi. Ia melihat buku tahunan Niko di mejanya. Tadi pagi Niko tidak masuk. Menurut yg didengar Fara, Niko tidak masuk karena menemani Erika di rumah sakit.
Ia membuka buku tahunan Niko dan sampai pada daftar anak kelas 3 IPA 1. Ia melihat wajah Niko yg sedang tersenyum. ("aku akan mengingatmu seperti ini saja,") kata Fara.
Fara menarik napas dalam-dalam. Dibukanya halaman terakhir buku tahunan Niko, lalu mulai menulis.
(Aku menyukaimu).
Walaupun begitu, Fara menyadari satu hal. Sampai akhir haripun, ia tetap tidak bisa mengungkapkan perasaannya pada Niko secara langsung.
Fara berdiri dan hendak mengembalikan gambar rancangan Niko di mejanya saat merasa ada yg memasuki kelas. Fara berbalik untuk melihat siapa yg berjalan di belakangnya. Ternyata Niko.
Keduanya bertatapan tanpa bicara.
Tapi akhirnya Fara memberanikan diri untuk bertanya. " Bagaimana keadaan Erika?"
__ADS_1
Awalnya Niko seakan enggan menjawab. "Dia tidak bisa berjalan selama satu minggu."
Fara benar-benar merasa bersalah. "Aku benar-benar minta maaf. Tolong sampaikan permohonan maafku pada Erika."
Niko memandang Fara lurus-lurus. "Jawablah pertanyaanku yg satu ini. Apakah benar kau mendorong Erika dari tangga?"
Hati Fara sakit mendengar pertanyaan itu. Karena ia tahu jawabannya akan membuat Niko membencinya selamanya. Tapi ia tahu ia tetap harus mengatakannya.
"Ya," jawab Laura sambil memeluk gambar Niko di dadanya. "maafkan aku."
Niko terlihat sedih. "Aku mengira kau berbeda.... mengapa? Mengapa kau mendorong Erika?"
Fara sangat ingin menjelaskan pada Niko bahwa itu semua ketidaksengajaan yg berawal saat Erika merebut HP nya. Tapi Fara menyadari tidak ada gunanya ia menjelaskan itu semua. Ia tidak ingin menghancurkan hubungan Niko dan Erika. Toh ia tidak akan bertemu Niko lagi setelah hari ini.
"Maaf," jawab Fara kemudian. "Aku tidak bisa menjelaskannya."
Niko menatap Fara lagi dengan seksama. "Tidak bisa atau tidak mau?"
"Keduanya," jawab Fara perlahan. "Lagi pula semuanya tidak berarti. Sekarang aku ingin bertanya padamu. Siapa yg akan kau percayai? Gadis yg telah kau kenal sejak kecil atau gadis yg baru kau kenal satu tahun ini?"
__ADS_1