
"Aku tidak akan berhasil tanpa bantuanmu," kata Fara lagi sambil menatap Antonio dengan serius.
"Kau berhasil karena kau punya bakat dan keberanian. Dua hak yang kukagumi darimu," balas Antonio. Lalu memandang anak buahnya. "Kalian jangan diam saja. Ayo, cicipi masakan Fara."
Tanpa disuruh dua kali, para pelayan berebutan mengambil spageti yang dimasak oleh Fara.
Fara merasa bahagia. Masakannya di makan oleh orang-orang terdekatnya. Dan mereka menyukainya......☺️
Bagian Tiga
__ADS_1
Niko Fareli G.G
Niko, 19 tahun
NIKO FARELI menggigil kedinginan. Butiran-butiran salju bulan Januari kota New York jatuh mengenai mantelnya. Niko memasuki gedung GIA yang terletak di Madison Avenue. Di dalam ruangan, dia melepaskan mantel dan membiarkan udara hangat mengaliri tubuhnya. Ini musim dingin pertamanya. Tubuhnya belum terbiasa dengan hawa dingin yang berada dibawah sepuluh derajat celcius.
Pertama kali masuk GIA, Niko merasa sedikit gugup. Tetapi para pengajar dan teman-teman seangkatannya benar-benar baik padanya. Hampir semua. Kecuali satu orang, George finley. Niko tidak tahu mengapa George begitu tidak menyukainya. Apalagi setelah Niko mendapat banyak pujian dari para pengajarnya pada bulan-bulan pertama. Niko merasa kemungkinan George iri karena Niko mendapat perhatian banyak orang, sedangkan George, sebagai putra Elliot Finley___ahli perhiasan terkenal di New York, yang namanya sudah melegenda dan memiliki puluhan cabang Forever Jewelery___tidak bisa menyamai jejak ayahnya.
GIA membagi pelajarannya menjadi dua program utama. Ilmu gemologi dan seni perhiasan. Dalam program ilmu gemologi, Niko belajar bagaimana menilai berlian dan batu-batu berharga, berdasarkan warna, kejernihan, potongan, dan berat karatnya. Selain itu, dia juga diajari bagaimana menggunakan peralatan terbaru untuk menganalisis, menilai, dan mengidentifikasi batu perhiasan.
__ADS_1
Saat ini Niko memulai pembelajarannya dengan ilmu gemologi, dan setelah mendapatkan diplomanya dia akan melanjutkannya pada seni perhiasan. Di bidang ilmu tersebut dia bisa belajar cara merancang perhiasan menggunakan teknologi komputer terbaru dan membuat modelnya menjadi nyata.
Niko melangkah memasuki kelasnya. GEM 2500. Pengajarnya, Dr. Patrick Evans, merupakan ahli geologi yang menyukai batu perhiasan dan astronomi sejak berusia sepuluh tahun, seumur dengan Niko ketika Niko pertama kali tertarik pada perhiasan.
Niko sangat menyukai metode pengajaran Dr. Evans, yang benar-benar menyukai perhiasan dan mengharapkan anak didiknya menyukainya sebesar dia menyukainya. Pengajar-pengajar lain juga benar-benar berpengalaman dalam bidangnya dan Niko menyukai setiap pelajaran yang dilaluinya.
Niko tidak bisa membayangkan seandainya dia jadi masuk fakultas kedokteran. Dia pasti akan putus asa dan membencinya pada tahun pertama.
__ADS_1
Jalanan kota New York masih diselimuti salju. Pertama kali datang ke New York, Niko tertarik dengan keramaian kota itu. Saat didalam bus, taksi kuning melewatinya sepanjang perjalanan. Niko memejamkan mata sebentar lalu membukanya kembali, melihat pemandangan kota New York. New York memiliki semuanya. Teater-teater Broadway, museum-museum, aneka restoran, dan ratusan galeri seni.
Niko akan menyelesaikan kuliah gemologi pertamanya pada bulan maret. Dia sudah mendaftarkan diri untuk program beasiswa yang diberikan GIA. Dia berharap bisa mendapatkan beasiswa tersebut, bersaing dengan puluhan murid lain yang juga menginginkannya. Terutama George Finley. Biasanya Niko mudah menyukai seseorang, tapi perilaku George padanya membuat Niko tidak bisa menolerirnya. Niko tidak suka George yang selalu membawa-bawa nama ayahnya dalam setiap kesempatan. Seperti ketika mendaftar beasiswa tadi, George amat yakin akan mendapatkannya karena ayahnya adalah Elliot Finley. Niko yakin George akan kecewa sekali kalau beasiswa itu jatuh ketangan orang lain.