My Love Is Stupid

My Love Is Stupid
Chapter 64


__ADS_3

"Kau benar-benar putri Helen." Charles menatap Fara dengan seksama. "Seharusnya aku sudah menyangka. Kau benar-benar mirip dengannya."


Fara keluar dan menutup pintu rumahnya perlahan. Ia tidak ingin mama terbangun. "Saya juga putri anda." Fara memutuskan untuk berterus terang.


"Aku tahu." Charles Rafael mamandang Fara dengan mata cerdasnya. "Aku sudah menyuruh salah seorang tim legalku mencari informasi tentang dirimu dan mamamu. Kau lahir delapan bulan setelah mamamu meninggalkanku."


Fara tahu orang kaya bisa mendapatkan informasi tentang siapa saja dengan cepat. "Sebaiknya om pergi saja. Om bisa berbicara dengan mama kalau mama sudah siap."


"Aku mencari mamamu kemana-mana." Charles Rafael menolak pergi. "Bekas bosnya, agensinya, teman-temannya. Tapi tidak ada yang tahu mamamu pergi kemana. Mamamu menghilang tanpa jejak."


Fara sedikit bingung. "Kenapa harus bersusah payah mencari mama? Bukankah om tidak mencintainya? Mama bilang om mencintai istri om."


Charles Rafael menatap Fara dengan sedih. "Aku mencintai Anna istriku. Tapi Anna sudah tiada. Awalnya aku memang tidak mencintai mamamu, tetapi setelah Helen meninggalkanku, aku baru menyadari bahwa aku mencintainya dan merindukannya."


Fara sedikit kaget dengan pengakuan Charles. Perkataannya benar-benar terdengar tulus. Dia mengatakan yang sebenarnya. "Tapi, mama bilang dia sudah menandatangani surat cerai."


"Aku tidak pernah menandatangani surat itu," kata Charles jujur. "Mamamu masih istriku. Aku benar-benar ingin menemuinya. Aku berkata yang sejujurnya, Fara. Tolong percayalah padaku."


"Besok," kata Fara perlahan. "Om bisa menemuinya besok pagi. Saat ini mama sedang istirahat."


Charles Rafael mengangkat tangannya ingin menyentuh putrinya, tapi tidak jadi. "Bisakah kau memanggilku papa?"

__ADS_1


"Saya akan memanggil om dengan sebutan papa, kalau mama sudah bisa menerima om kembali. Selamat malam, om."


Charles Rafael tersenyum. "Aku tidak akan menyerah, Fara."


 


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Esok paginya, Charles Rafael mengetuk pintu rumah Fara. Fara mempersilahkan masuk. Mama duduk di kursi ruang tamu. "Kalian berdua perlu bicara." Fara mengambil jaketnya dan pergi keluar rumah.


"Helen....,"ucap Charles perlahan.


Mama menarik napas perlahan. "Charles..."


"Ya,"jawab Helen. Ia memikirkan kenangannya bersama Charles bertahun-tahun silam, dan menyimpulkan bahwa sampai saat ini ia tetap mencintai Charles.


"Aku mencintaimu Helen," kata Charles perlahan. "Percayalah padaku. Aku berusaha mencarimu selama ini."


"Maaf." Helen gemetar melihat pria yang tetap dicintainya hingga kini.


"Tidak apa-apa. Aku sudah menemukanmu sekarang." Charles tersenyum. "Maukah kau dan Fara tinggal bersamaku?"

__ADS_1


Helen menggeleng. "Aku tidak bisa melakukannya kalau Luki tidak setuju."


Charles mendesah kesal. "Kau tidak perlu memikirkan pendapat Luki. Dia sudah dewasa sekarang. Kalau dia tidak suka dengan keputusanku, itu urusannya."


"Aku ingin Luki menerimaku," kata Helen perlahan.


"Anak itu benar-benar keras kepala," Charles mengeluh. "Dia tetap saja membencimu walaupun sudah lebih dari dua puluh tahun. Kalau harus menunggu persetujuannya, kita tidak akan bisa bersatu."


"Kalau begitu, aku tidak akan tinggal bersamamu," komentar Helen singkat.


Charles tidak bisa menerima jawaban Helen. "Kenapa kau bersikeras meminta persetujuan Luki?"


"Charles.....,sebelum aku mencintaimu, aku sudah terlebih dahulu menyayangi Luki. Bagaimana mungkin kita bisa menjadi satu keluarga kalau salah seorang dari kita tidak menginginkannya?"


Charles terdiam. "Baiklah, aku akan membicarakan hal ini dengan Luki." "Terima kasih," kata Helen.


"Tapi aku tidak mau berhenti mengunjungimu," kata Charles tiba-tiba.


Helen tertawa. "Tentu saja. Kau boleh datang kesini kapan saja. Bagaimanapun, kau adalah ayah Fara. Kau pasti ingin mengenalnya."


 

__ADS_1


****************************


__ADS_2