My Love Is Stupid

My Love Is Stupid
Chapter 2


__ADS_3

Lalu cowok itu, si pemilik sepasang mata cokelat,tersenyum, & meninggalkan Fara tertegun beberapa saat. Fara memandang punggung cowok itu saat dia berlari & menghilang di balik pintu.kemudian pandangannya jatuh pada buku ditangannya & ia bergegas menuju kelas.


Saat ulangan berlangsung, Fara tidak bisa berkonsentrasi pd soal-2 yg berada di papan tulis. Pikirannya melayang pada pertemuannya dgn si cowok bermata cokelat di taman. Ia ingin tahu siapa cowok tersebut.


***


Dalam perjalanan pulang. Fara tersenyum-senyum kecil. Ia tahu hari ini adalah hari yg paling berkesan di sekolah. Hari ini, utk pertama kalinya, ia bertemu seseorang yg ia sukai disana.


Sesampainya dirumah, seperti biasa, ia mengangkat jemuran, menyetrikanya, kemudian membersihkan ruang tamu. Setelah itu ia mengambil tas sekolah & mengejakan pakerjaan rumahnya. Ketika jam dinding menunjukan pukul 5 sore, ia merapikan tasnya & beranjak ke dapur utk memasak & menghangatkan makanan utk makan malam nanti bersama mama.


Lalu ia membawa handuk utk mandi.di kamar mandi, Fara bernyanyi perlahan. Sekeluarnya dr kamar mandi, pintu depan rumah terbuka. Seorang wanita paruh baya dgn rambut cokelat memasuki ruangan.


''Selamat datang ma!'' sapa Fara tersenyum.


Mama balas tersenyum. ''kau terlihat gembira hari ini.ada sesuatu yg menyenangkan terjadi di sekolah?''

__ADS_1


Sambil mengambil tas mama utk di taruh di meja tamu, Fara tersenyum lagi. ''Aku bertemu seseorang hari ini.''


Mama menatap anak perempuannya dgn kening berkerut. ''Cowok, ya?” tanyanya.


Fara mengangguk. ''Dia memiliki sepasang mata cokelat terindah yg pernah aku lihat.”


Mama memegang tangan Fara. ''Apakah sudah saatnya mama menjelaskan tentang bahaya hubungan antara wanita & pria kalau kau tdk hati-2?''


Fara memegang tangan mama sambil tertawa lebar. ''Mama tdk perlu berpikiran sejauh itu. Dia bahkan belum mengenalku.''


''Ya,”Fara mengangguk.


Mama menatap putrinya dan menarik napas panjang. Dalam hati ia selalu merasa Fara masih kecil & perlu bimbingannya. Tapi kini Fara mengatakan ia menyukai seseorang. Mama menatap Fara & meyakinkan diri sendiri bahwa putrinya itu sudah dewasa.


''Berjanjilah pd mama, kalau ingin mulai pacaran, kau harus memberitahu mama,'' kata mama mengingatkan.''

__ADS_1


Fara mengangguk. ''Aku berjanji akan memberitahu mama.''


''Dan saat itu, Mama akan memberitahumu tentang bagaimana berpacaran yg sehat,'' ujar mama. “Mama percaya padamu'', balas mama ''tapi mama tdk percaya begitu saja pd cowok yg akan menjadi pacarmu.''


Fara menggiring Mama ke ruang makan. ''Mama tdk perlu khawatir. Aku bahkan belum tahu namanya.'' Fara menarik kursi dan menyuruh mama duduk. ''Mama pasti capek. Jadi sekarang lebih baik mama makan dulu.''


Mama melihat makanan yg sudah tersaji di meja makan & tersenyum. Selama makan malam berlangsung, mama memandangi Fara & berkata dalam hati betapa beruntungnya ia memiliki putri seperti Fara.


''Enak ma?” tanya Fara.


Mama mengangguk. ''Masakanmu enak, Fara''.


Sesudahnya mama menuju kamar mandi & Fara mencuci piring. Ritual tersebut terjadi setiap hari. Fara tdk keberatan dgn semua tugas rumah yg harus dia kerjakan. Ia mencintai mama & ia akan melakukan apa saja utk membuat mama bahagia.


Sementara itu, di kamar tidur sebelah, mama membuka sebuah kotak di laci mejanya. Air mata mengalir membasahi pipinya. Ia mengambil sebuah kartu yg dibelinya siang tadi. Tak berapa lama kemudian mama mengambil pena & menulis sesuatu. Setelah selesai, ia memasukan kartu tersebut ke kotak & menutup kotaknya.

__ADS_1


__ADS_2