
"Ya. Kau lahir ketika mama berpisah dengan papamu."
"Kenapa mama berpisah dengannya?" Fara ingin tahu.
"Karena dia tidak mencintai mama." Mama mengenang sedih.
"Kau tentu tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak mencintaimu." Fara mengangguk. Ia tahu betul bagaimana rasanya.
"Mama menikahi Charles setahun setelah kematian Anna, istrinya," mama mulai menjelaskan. "Sebelumnya, mama adalah pengasuh Luki. Setelah kematian istrinya, Charles berusaha memberikan seluruh kasih sayangnya pada Luki, buah hatinya dengan Anna. Hal tersebut membuat mama dan Charles menjadi dekat. Charles melihat betapa mama sangat menyayangi Luki dan berpendapat di usia Luki yang masih muda waktu itu, sekitar enam tahun, Luki sebaiknya memiliki seorang ibu lagi. Dan Charles memilih mama. Awalnya mama sempat menolak, tapi lama kelamaan mama tertarik dengan Charles, dan akhirnya mencintainya. Mama tahu Charles tidak pernah berhenti mencintai istrinya. Jadi kami sepakat menikah hanya supaya Luki bisa mendapat kasih sayang seorang ibu yang tidak akan dia rasakan lagi dari ibu kandungnya."
__ADS_1
"Setelah itu apa yang terjadi?" Fara menatap mama penuh rasa ingin tahu.
"Luki tidak mau menerima mama menjadi ibu barunya." Mama menatap Fara dengan sedih. "Luki bilang mama tidak bisa menggantikan mamanya. Mama tahu itu. Tapi... mama benarbenar menyayangi Luki. Luki tidak mau menerima sedikitpun penjelasan mama.
"Suatu hari Luki kabur dari rumah. Charles dan mama benar-benar panik. Setelah semalaman mencarinya, akhirnya seorang wanita menemukannya tergeletak pingsan di pinggir jalan. Mama berusaha merawat Luki, tapi Luki menatap mama dengan dingin. Dia bilang mama pasti senang seandainya dia tidak ada. Saat itu, tatapan Luki sudah berubah. Tatapan polos seorang anak di matanya hilang. Luki benar-benar membenci mama karena mama telah menikahi ayahnya. Dia juga berkata dia akan terus melarikan diri dari rumah.
"Charles berusaha membujuk Luki, bahkan memarahinya, tapi Luki malah balas memarahi papanya karena papanya telah berkhianat pada mamanya. Keesokan harinya, mama bertanya pada Luki apa yang harus mama lakukan supaya dia berhenti melakukan hal konyol tersebut.
"Mama tidak pernah menghubungi om Charles setelah aku lahir?" Fara menatap mama yang tengah bersedih.
__ADS_1
Mama menggeleng. "Maaf, sayang. Mama takut kalau Charles tahu kau putrinya, dia akan mengambilmu dari mama. Mama tidak bisa kehilanganmu. Mama tahu mama egois, tapi mama bisa bertahan hidup karenamu."
Fara memeluk mama yang mulai menangis. "Tidak apa-apa ma. Aku tidak peduli kalau Charles Rafael adalah ayahku. Aku tetap akan memilih berada disamping mama sampai kapanpun."
Mama memeluk putrinya sambil menangis. Fara menyentuh punggung mama perlahan. Fara kemudian berpikir,("kalau aku putri Charles Rafael, berarti Luki kakak tiriku"). Fara mendesah perlahan. Sewaktu kecil, Fara pernah berandai-andai memiliki saudara, tapi Luki jauh sekali dari harapannya.
Dua jam kemudian, seseorang mengetuk pintu rumah Fara. Fara membuka pintu dan melihat Charles Rafael berdiri dihadapannya. Fara memandang pria dihadapannya dengan tatapan berbeda.
"Fara," kata Charles perlahan. "Boleh aku bertemu ibumu?"
__ADS_1
"Mama sudah menceritakan semuanya," kata Fara terus terang. "Sebaiknya om pulang saja. Mama tidak siap berbicara dengan Om sekarang. "Fara baru saja menemani mama beristirahat sejam sebelumnya.”