
''Papa kira kau sudah membuang gambar-2 itu. Ternyata kau masih berani melukis. Berapa kali papa bilang, jangan pernah melukis gambar-2 perhiasan lagi. Sekarang bukan saja kau tetap melukis, kau berani memamerkanya pd semua orang. Apakah ini artinya kau menatang papa?''
Niko terdiam getir. Disebelahnya, Fara kaget mendengar amarah papa Niko. Ia tidak menyangka usulnya utk menampilkan karya-2 Niko malah berakhir dgn pertengkaran antara anak dan ayah. Fara sungguh-2 tdk berharap demikian.
Tanpa memandang papanya, Niko mendekati gambarnya dan mencabutnya dari dinding satu persatu. Setelah selesai dia berbalik ke arah papanya dan berkata, ''Aku tdk akan melukis lagi. Apakah papa puas sekarang?''
Papa Niko memandang putranya sambil menegaskan, ''Jangan pernah lakukan hal seperti ini lagi.'' setelah berkata demikian, papa Niko beranjak pergi dari aula utk menyusul istrinya.
Fara memandang kejadian itu dgn perasaan sakit. Sakit yg tak terkira. ''Maaf Niko...,'' ucapnya perlahan, ''Ini semua gara-2 usulku''.
Niko memandang Fara dgn sedih. ''Bukan salahmu.''
__ADS_1
''Apa''?! Teriak Erika, memandang Fara dgn marah. ''Semua gara-2 kau, Fara! Kau benar-2 keterlaluan. Apakah kau sadar kalau kau baru saja membuat Niko dan papanya bertengkar?''
''Maafkan aku,'' kata Fara sedih. ''Aku tdk bermaksud demikian.''
Erika menatap Fara tajam. ''Jangan pernah ikut campur urusan Niko lagi. Kalau kau masih berani melakukannya, aku akan...''
''Ini semua bukan salahmu, Fara,'' kata Niko perlahan. ''Aku yg memutuskan utk memasang karyaku disini,'' lalu katanya pd Erika, ''Kau jgn memarahi Fara lagi. Fara tdk melakukan hal yg salah.'' Erika bermaksud memarahi Fara lagi, tp tatapan Niko menghentikannya. Niko lalu membawa Erika keluar dari aula. Sesampainya di pintu aula, Niko membuang semua gambarnya ke tempat sampah.
Langkah Fara berhenti di tempat Niko membuang gambarnya. Gambar-2 perhiasan di dalamnya sekarang menjadi penghuni tempat sampah. Fara menghela napas panjang. (''aku mungkin sudah menghancurkan mimpi Niko, tapi aku tak ingin gambarnya hilang untuk selamanya.''). Perlahan-2 Fara mengambil satu persatu gambar tersebut dr tempat sampah, membersihkannya, lalu mendekapnya di dada. (''maafkan aku, Niko'') katanya pd gambar di pelukannya.
Saat bazar akan berakhir pd sore hari, Fara sudah tdk punya semangat lagi utk berjualan. Namun begitu, setelah mengumpulkan hasil penjualannya kepada panitia bazar, Fara diberi selamat karena kiosnya mendapat peringkat pertama. Fara sama sekali tdk gembira. Sebaliknya hatinya terasa hampa.
__ADS_1
***
Ketika mama pulang kerja malam harinya, Fara menatap mama dgn sorot mata sedih dan berkata, ''Bisakah mama memelukku sekarang?”
Melihat putrinya bersedih, mama khawatir, ''Fara ada apa?''
Fara tdk mau membicarakan kejadian td siang pd mama. Ia berlari memeluk mama dgn erat. ''Peluk aku, ma. Aku butuh pelukan mama saat ini.''
Mama menghela napas, dibelainya rambut putrinya. ''Tdk apa-2, Fara. Semua akan baik-2 saja. Mama ada di sini,'' katanya sambil memeluk Fara dgn erat.
***
__ADS_1