My Love Is Stupid

My Love Is Stupid
Chapter 15


__ADS_3

Keesokan harinya, Niko berangkat ke sekolah lebih awal. Dia berlari menuju aula. Napasnya terengah-2. Dia berhenti di dekat tempat sampah di depan aula. Matanya mulai mencari-2 gambar yg dia buang kemarin. Tapi tentu saja tempat sampah tersebut sudah kosong. Hatinya setengah kecewa, setengah menyesal. Kemarin dia terlalu kesal sehingga membuang karya-2 terbaiknya tanpa pikir panjang. (''mungkin lebih baik seperti ini''), katanya dalam hati sambil memejamkan mata.


Hubungan Fara dgn Niko semenjak episode di aula menjadi berbeda. Walaupun Niko masih tetap menjadi teman yg ramah, Fara tdk bisa menanggapinya dgn perasaan yg sama. Karena setiap kali Fara memandang matanya, yg teringat adalah tatapan sedih Niko karena tdk bisa menggapai mimpinya lagi.


Jarak enam langkah di antara mejanya dan meja Niko telah berubah menjadi kesedihan yg tak terperikan. Untungnya beberapa hari kemudian ujian semester datang, sehingga utk sementara waktu pikiran Fara lebih terfokus pd harapannya utk lulus ujian. Bagaimanapun, ia tidak ingin mengecewakan mama dgn pilihannya masuk jurusan IPA. Setelah ujian berakhir, libur akhir tahun datang, Fara ingin memanfaatkan liburannya utk mengobati rasa sakit dihatinya.


Bulan telah berganti tahun. Perasaan suka Fara pd Niko sedikit demi sedikit memudar. Lagi pula, kini Fara lebih berkonsentrasi pd pelajarannya, karena ujian nasional tinggal beberapa bulan lagi. Namun, kalau hatinya sedang lengah, ia mendapati dirinya memandang Niko di kejauhan.


Besok, hari minggu, sekolah akan mengadakan piknik ke pantai untuk seluruh siswa kelas 3. Kepala sekolah ingin anak-2 mendapatkan selingan sebelum berkonsentrasi menghadapi ujian nasional.

__ADS_1


Fara bangun dengan semangat baru di hari itu. Ia ingin melupakan soal-2 ujian di benaknya untuk sesaat.


''Selamat pagi, sayang,'' kata mama melihat putrinya yg baru keluar dr kamar.


''Selamat pagi ma,'' balas Fara.


Mama mendekati putrinya lalu menciumnya. ''Selamat ulang tahun, sayang.''


''Kau bisa memakainya hari ini, untuk piknik sekolah, bersenang-2lah.''

__ADS_1


Fara mengangguk setuju. ''Terima kasih,ma.''


***


Sesampainya di sekolah, jam sudah menunjukkan pukul 07.30. Piknik ke pantai dijadwalkan berangkat pukul 08.00. Sudah banyak siswa yg berkumpul di lapangan. Enam bus besar sudah terparkir di depan area sekolah. Fara menatap Niko yg sedang mengobrol dgn teman-2 nya. Hati Fara sedikit goyah. Ia tdk pernah melihat Niko mengenakan baju santai. Dengan kaus biru, celana jeans hitam, dan topi hitam, Niko terlihat sangat tampan.


Fara membalikkan badannya. (''Aku tidak boleh terus-menerus memandangnya, aku tdk ingin perasaanku jatuh lebih dalam lagi''). Ia buru-2 naik ke bus dan duduk di kursi belakang. Kepala sekolah meminta para siswa masuk bus masing-2. Sepuluh menit kemudian, bus yg ditumpangi Fara melaju menuju pantai. Sepanjang perjalanan Fara mendengar musik dr hp nya. Ia berusaha tdk menatap Niko yg berada di kursi paling depan. Dua jam kemudian, terlihat hamparan laut dr kaca jendela bus. Fara tersenyum.


Fara belum pernah ke pantai. Selama ini ia hanya melihatnya dr buku-2 atau televisi. Cahaya matahari pagi membuat air laut berkilauan. Setelah bus berhenti ditempat parkir, para siswa langsung turun dan berteriak gembira menuju pantai. Fara turun paling akhir. Kedua kakinya menginjak pasir pantai dgn senang. Setelah itu, ia bergegas mengikuti jejak teman-2 yg lain utk merasakan air laut. Fara melepas sandal yg dikenakannya dan membiarkan kakinya terendam air laut. Para siswa lain sedang bermain pasir. Fara memandang lautan luas di depannya, senang menghabiskan ulang tahunnya di tempat seperti ini.

__ADS_1


***


Keringat mambasahi punggung Niko. Setelah beberapa sesi bermain voli pantai bersama teman-2 nya, dia sedikit kelelahan. Teman-2nya mengajak naik banana boat, tp Niko memutuskan utk beristirahat sejenak.


__ADS_2