My Love Is Stupid

My Love Is Stupid
Chapter 58


__ADS_3

Niko meletakkan gelas kopinya. "Fara bukan gadis populer di sekolah."


Erika menarik napas perlahan. "Fara benar-benar menyukaimu. Dia pernah mengatakannya padaku. Tapi aku tak bisa menerimanya, dan malah menyakitinya. Maafkan aku,  Niko."


"Tidak apa-apa," kata Niko lembut. "Kau tidak bisa mengubah masa lalu. Aku hanya berharap dia datang. Aku ingin mengatakan perasaanku padanya. Walaupun terlambat empat tahun. Maaf, aku juga telah menyakitimu di acara wisuda sekolah dulu. Dan aku pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal padamu."


Erika tersenyum mengingat waktu tersebut. "Kau tahu, aku... marah dan sedih ketika kau meninggalkanku dan pergi ke New York. Tapi... aku tidak patah hati. Aku rasa karena kita sudah bersama sejak kecil, kita pikir itu adalah cinta. Ketika aku kuliah kedokteran di tahun pertama, aku bertemu Ari dan aku baru benar-benar merasakan bagaimana mencintai seseorang."


"Aku menyayangimu, Erika." Niko tersenyum sambil menyentuh bahu Erika perlahan. "Kita sudah bersama sejak kecil. Benar seperti katamu, kita sudah terbiasa satu sama lain. Apa yang kita rasakan waktu itu bukan cinta. Tapi... aku tetap akan memukul pacarmu seandainya dia menyakitimu."


Erika tertawa keras. "Aku rasa itu tidak mungkin terjadi. Kau tidak lihat pacarku? Dia tergilagila padaku."


"Aku senang kau bersama dengan orang yang kau cintai," kata Niko tulus.


"Aku berharap aku bisa berkata yang sama..." Erika tersenyum lemah. "Oh iya, aku dengar kau sudah menjadi perancang perhiasan hebat di Paris. Aku melihat koleksi musim gugurmu tahun kemarin. Aku membeli salah satu kalungmu." "Terima kasih," kata Niko.

__ADS_1


"Aku benar-benar bangga padamu," ucap Erika sungguh -sungguh. "Kalau aku menikah nanti, aku ingin cincin pernikahanku kau yang rancang."


Niko tertawa. "Baiklah. Khusus untukmu tidak usah pakai biaya."


Erika tersenyum senang. "Thanks, Niko. Kau bekerja pada Julien Bardeux sekarang?"


Niko mengangguk. "Ya. Tapi setelah itu aku ingin membuka toko perhiasanku sendiri."


"Kau pasti berhasil." Erika tersenyum pasti. "Aku akan menjadi pelanggan pertama yang membeli perhiasanmu. Ah... Ari sudah memanggilku. Aku pergi  dulu ya. Bye,Niko."


Niko turun dari panggung dan melihat ruang aula sebelum keluar dari sana. Di pintu depan terdapat foto-foto semasa mereka sekolah dulu. Niko melihat foto Fara saat sedang bazar sekolah dulu. Fara tersenyum sambil mengambil spagetinya tanpa tahu bahwa dirinya sedang difoto. Niko mencopot foto tersebut dari dinding aula. "Aku bisa mengambil foto ini?" tanyanya pada salah seorang panitia. Setelah mendapat persetujuan dari panitia tersebut, Niko mengantongi foto itu di sakunya. Setidaknya kini dia memiliki foto Fara selain yang ada dibuku tahunan.


Niko berjalan keluar ruangan dan duduk di taman sekolah. Musik di pengeras suara mengalun lembut. Sebuah lagu lama berdendang perlahan. Lagu IF yang dinyanyikan oleh bread.


Niko mulai mengingat kenangan-kenangannya bersama Fara.

__ADS_1


*if a picture a thousand words, then why cants i paint you?*


Pertama kali Niko menyadari keberadaan Fara ketika dirinya menghadapi ulangan fisika bersama gadis itu sepulang sekolah. Niko melihat Fara hampir menyerah. Kemudian dia memberinya semangat dengan kertas bertuliskan JANGAN MENYERAH. Kenangannya berganti pada saat hujan, saat mereka berduaan di mobilnya.


*If a face could launch a thousand ship ,then where am i to go?*


Menjaga kedai makanan bersama-sama saat bazar sekolah. Piknik sekolah ke pantai.


*If a man could be two places at one time,I'd be with you.*


Kepala Fara tanpa sengaja terjatuh di bahunya selama perjalanan pulang. Wajah Fara yang sedih saat Niko mengatakan tak bisa jadi temannya lagi sehari sebelum acara wisuda. Perpisahan terakhirnya dengan Fara.


* Then one by one the stars would all go out,then you and i would simply fly away...* Musik di pengeras suara berhenti.


Niko memandang bintang di langit yang berkelip tiada henti. Niko menutup matanya perlahan. (Dimana kau sekarang,)

__ADS_1


Fara?...............


__ADS_2