My Love Is Stupid

My Love Is Stupid
Chapter 38


__ADS_3

"Kau tidak tidur?" Tanya mama yang terbangun karena mendengar suara-suara dari dapur.


"Maaf,ma. Mama jadi terbangun. Besok hari terakhir. Kalau aku belum bisa memasak sesuatu yang dapat diterima Antonio, aku akan kehilangan pekerjaanku." Fara mulai mengambil spageti dan memasukkannya ke panci panas.


Mama mematikan kompor dengan tiba-tiba. "Istirahatlah. Kau tidak akan membuat makanan sesuai dengan yang kau inginkan kalau kau tidak istirahat."


Fara protes. "Tapi, ma. Besok batas waktunya."


Mama mengangguk. "Mama tahu. Kau butuh istirahat. Lagi pula apa yang kau takutkan? Kau takut kehilangan pekerjaanmu? Apakah itu masalahnya? Kau sudah menabung cukup banyak selama dua tahun ini. Mama rasa kau sudah bisa memulai kuliah yang kau inginkan. Kalaupun kau dipecat, masih banyak pilihan lain yang bisa kau ambil." "Bukan begitu ma," kata Fara sedih. "Aku bukan takut di pecat." "Kalau begitu apa masalahnya?" Tanya mama bingung.


"Kalau besok aku gagal, aku tidak tahu apakah aku masih bisa belajar memasak." Fara menatap mama dengan putus asa. "Aku mengagumi Antonio sebagai seorang chef pasta yang hebat. Kalau dia mengatakan aku tidak berbakat, bagaimana aku bisa terus belajar di bidang ini?"

__ADS_1


"Fara, seharusnya memasak adalah hal yang menyenangkan untukmu," lanjut mama bijak. "Mama ingat pertama kali saat kau memasak untuk mama. Kini, mama tidak melihat raut wajah gembiramu lagi setiap kali kau memasak. Kau sudah membuat hal yang menyenangkan menjadi beban pekerjaan. Mama ingin melihat senyuman putri mama yang sedang memasak. Sekarang istirahatlah. Biarkan besok kau bangun dengan tubuh yang segar. Dan siapa tahu, kau bisa mendapatkan ide yang bagus untuk masakanmu."


Kata-kata mama sangat mengena di hati Fara. Mama memang benar. Fara sudah melupakan bagaimana perasaan menyenangkan yang ia dapatkan saat memasak. Fara membersihkan dapur, lalu beranjak ke kamar tidurnya.


Di meja kamarnya, Fara membuka tulisan tangan Niko sekali lagi. JANGAN MENYERAH. Fara tersenyum. (Aku tidak akan menyerah).


Saat kepalanya menyentuh bantal, Fara langsung tertidur pulas.


 


Fara bangun dengan hati ringan. Jam menunjukkan pukul 07.30. Fara tidak mencoba memasak lagi. Ia malah mengerjakan pekerjaan rumahnya. Mencuci pakaian, menjemur, membersihkan ruang tamu, dan mengepel lantai. Tepat pukul sepuluh, ia berangkat menuju tempat kerjanya. Seperti biasa, restoran masih kosong. Ia memandang tempat kerjanya selama dua tahun itu sambil menarik napas panjang.

__ADS_1


Lalu, kakinya melangkah ke dapur, tempat semua makanan dibuat. Ia tersenyum tipis, kemudian mulai memasak. Selama memasak ia tersenyum bahagia. Ia tidak peduli makanan yang dimasaknya akan menjadi masakan terakhir di restoran ini.  Ia tidak peduli hari ini ia akan kehilangan pekerjaannya. Saat ini ia berkonsentrasi dengan masakan buatannya. Mamanya benar. Ia sudah lama tidak merasa gembira saat memasak. Hari ini ia merasakannya kembali.


Hari ini Fara tidak memasak untuk Antonio. Ia memasak untuk dirinya sendiri. Setengah jam kemudian, spageti buatannya sudah berada di piring dan akan dicicipi oleh bosnya.


"Kelihatannya enak," kata Maya dari belakang Fara.


Fara tersenyum pada Maya. "Terima kasih, mbak, saya ingin mengucapkan terima kasih atas semua bantuannya selama ini."


"Kau mengatakannya seakan-akan kau mau mengucapkan selamat tinggal." Maya menatap Fara lekat-lekat. Selama bekerja padanya, Fara adalah salah satu anak buah kesayangannya. Dan Maya merasa sedih kalau harus kehilangan Fara.


"Saya tidak tahu apakah saya masih bisa bertahan di restoran ini, tapi saya ingin mbak tahu bahwa saya menghargai semua bantuan mbak selama ini." Fara mengambil sisa spageti dari pancinya dan menyiapkan satu porsi baru untuk Maya. "Cobalah, mungkin ini masakan terakhir saya di restoran ini."

__ADS_1


Maya mengambil piring yang disodorkan Fara dan mencicipi makanannya. Rasa spageti Fara membuatnya tercengang. "Spagetimu benar-benar lezat."


Fara tersenyum. Ia berharap Antonio merasakan hal yang sama dengan Maya.


__ADS_2