My Love Is Stupid

My Love Is Stupid
Chapter 13


__ADS_3

Melihat kesedihan Niko, Fara jd ikut sedih. ''Kau pernah mencoba bicara pd mereka?' 'Fara berusaha membangkitkan semangat Niko. Tampaknya pemuda sempurna yg dulu dikaguminya itu tdk sesempurna yg ia bayangkan sebelumnya. Niko tdk bisa menentukan masa depannya sendiri.


Niko tersenyum sedih, ''puluhan kali. Tapi mereka tdk mau mendengarnya. Mereka hanya menganggap gambarku sebagai hobi.''


Fara memandang gambar Niko lagi. ''Aku pikir setiap orang bisa melakukan apapun yg diinginkan utk masa depan mereka.''


''Aku harap bisa semudah itu,'' Niko memandang satu gambarnya dan mengelusnya perlahan. ''Bagaimanapun, mereka tetap orangtuaku.''


Mendengar itu Fara merasa beruntung. Mama tdk pernah memaksa utk memilih jalan hidupnya. (''kerjakan apa yg kau mau, Fara,'') kata mama dua tahun yg lalu ketika Fara dgn nekat mencoba masuk IPA. (''Pilih yg benar-2 kau inginkan dan jalani sungguh-2, karena dgn begitu, kau telah belajar menjadi dewasa.'')


Fara memandang Niko lagi, tatapan Niko masih terpaku pd gambarnya. Ia berharap orangtua Niko bisa berubah pikiran dan menyadari apa yg sebenarnya diinginkan anak mereka. Di sebelah Fara, Walaupun Niko merasa sedih, beban di hatinya seakan terangkat. Sangat lega rasanya menceritakan hal ini kepada orang lain. Selama ini orang tuanya selalu membuatnya menyadari betapa pentingnya menjadi dokter. Sedangkan Erika, ia senang mempunyai pacar calon dokter. Niko tdk bisa membicarakan tentang hasratnya menjadi seseorang yg berbeda, seorang perancang perhiasan.


Entah berapa lama Niko & Fara terdiam di aula sekolah, tp momen keduanya berakhir saat beberapa orang mendekati mereka.


''Niko,'' kata salah seorang dr mereka, ''disini kau rupanya.''

__ADS_1


Fara menoleh ke arah datangnya suara. Ada 4 orang di depannya. Satu di antaranya Erika, dan tiga lainya orang dewasa. Pandangan seorang pria setengah baya langsung menuju gambar di belakang Niko. Sesaat kemudian tatapannya berubah marah, tapi dia berusaha menahannya.


''Niko, kenalkan,'' kata pria itu kemudian sambil menahan emosinya, ''ini dekan fakultas kedoteran universitas yg akan kau masuki nanti. Dokter Eko wijaya.''


Niko maju selangkah dan mengulurkan tangannya utk menyalami kenalan papanya. ''Selamat siang, dokter Eko. Senang bisa bertemu dgn anda disini.''


''Panggil om saja,'' kata dokter Eko sambil tersenyum hangat.


''Om sudah berkeliling di bazar sekolah kami?'' tanya Niko balas tersenyum.


''Dia jg ketua tim basket, Om,'' Erika menambahkan.


''Tampaknya selain nilai akademismu yg cemerlang, prestasi di bidang lain jg tidak kalah bagusnya.'' Dokter Eko tampak terkesan dgn kepribadian Niko, baik dalam akademis walaupun non akademis. ''Om yakin kau bisa mengalahkan prestasi papamu di universitas nanti''.


''Kalau utk mengalahkan prestasi papa, saya tdk yakin. Tapi setidaknya saya akan berusaha menyamai prestasi papa'', jawab Niko berusaha diplomatis.

__ADS_1


Dokter Eko tersenyum pd papa Niko, ''Putramu ini benar-2 hebat.''


Papa Niko tersenyum bangga. ''Saya mohon bimbingannya saat Niko sudah masuk universitas nanti.''


Dokter Eko mengangguk. ''Tentu saja, murid berbakat seperti dia pasti akan berhasil.'' tanpa sengaja tatapan dokter Eko beralih ke gambar di belakang Fara. ''Kau jg suka melukis?''


Niko mangangguk, ''Iya, om''


''Cuma hobi kok,'' sela papa Niko.


''Gambarmu bagus, Niko'', kata dokter Eko lagi sambil perlahan menepuk pundak Niko. ''Kau benar-2 berbakat.''


Niko tersenyum tulus. ''Terima kasih, om.''


Papa Niko tiba-2 menyela,''Ma...'' katanya pada istrinya, ''Bagaimana kalau mama mengajak dokter Eko berkeliling sekolah?''

__ADS_1


Mama Niko tersenyum. ''Ide yg bagus, Pa. Dokter Eko, mari saya antar berkeliling sekolah.'' Seperginya mama Niko dan dokter Eko, papa Niko tidak bisa menahan emosinya.


__ADS_2