My Love Is Stupid

My Love Is Stupid
Chapter 43


__ADS_3

Antonio memandang Fara dengan bingung. "Apa yang kau bicarakan?"


Kini giliran Fara yang bingung. "Bukankah kau memanggilku ke sini karena kau tidak suka dengan menu baruku?"


Antonio tertawa terbahak-bahak. "Tidak. Aku suka menu barumu."


"Kalau begitu, mengapa mukamu menyeramkan begitu?" tanya Fara terus terang.


Antonio cemberut. "Karena sepertinya aku bisa kehilangan asisten terbaikku."


"Kau memecatku?" Fara protes. "Bukankah kau bilang kau suka menu baruku? Jadi mengapa kau memecatku?"


"Fara, duduklah dan dengarkan aku dulu." perintah Antonio.


Fara tidak punya pilihan lain selain duduk dan mendengarkan perkataan bosnya.


"Aku tidak memecatmu," kata bosnya kemudian. "Bulan kemarin ketika aku pergi ke italia, aku berkunjung ke teman lama sekaligus pelatihku, Alberto Luceri. Aku bercerita tentang kau padanya. Jadi, kalau kau tertarik, kau bisa belajar banyak padanya."


Fara kaget sampai melongo. "Maksudmu... aku bisa belajar dari gurumu?"


"Jadi, bagaimana? kau tertarik?" tanya Antonio penasaran. "Kau akan mempelajari banyak hal darinya. Hanya saja kau harus pergi ke Italia. Aku yang akan menanggung akomodasinya."

__ADS_1


Fara sangat berminat dengan usul Antonio. "Tapi berapa lama aku harus tinggal di Italia?"


"Mungkin setahun," kata Antonio mengira-ngira. "Aku tidak tahu. Semua terserah pada Alberto dan kau. Kau mau terima tawaran ini?"


Fara tertawa gembira. "Aku pasti sudah gila kalau menolak tawaran sebagus ini. Hanya saja aku harus mendiskusikannya dulu dengan mamaku."


Antonio mengangguk mengerti. "Aku harap mamamu mengerti dan mengizinkanmu pergi." "Aku akan berbicara pada mama hari ini," kata Fara.


"Fara," Antonio memberi peringatan. "Kalau kau jadi pergi ke Italia, jangan lupa untuk pulang dan bekerja kembali di sini."


Fara tersenyum. "Tentu saja aku akan kembali. Kau tidak usah khawatir."


 


**********************************


Mama menggeleng. "Kau tidak perlu khawatir soal mama. Mama sudah sembuh total kok.


Pergilah. Kejarlah mimpimu untuk menjadi seorang chef pasta."


Fara memeluk mama erat-erat. "Terima kasih ma. Aku berjanji akan sering-sering menelepon. Dan mama juga harus berjanji harus meneleponku kalau terjadi apa-apa. Aku pasti akan langsung pulang."

__ADS_1


"Mama berjanji akan menjaga diri mama baik-baik. Kau tidak usah khawatir." Mama balas memeluk Fara dengan erat. "Kau juga harus menjaga diri disana."


"Aku berjanji," kata Fara bersungguh-sungguh.


 


**************************************


Dua minggu kemudian, para pelayan restoran,rekan kerjanya, Antonio,dan mama mengantar Fara ke bandara.


"Telepon mama sesampainya kau disana," kata mama sambil memberikan pelukan terakhir pada putrinya sebelum berangkat.


Maya juga memeluk Fara dan berbisik, "Jangan lupa untuk kembali. Kau satu-satunya asisten yang bisa diterima Antonio. Aku tidak tahu berapa lama dia bisa bertahan dengan asisten barunya yang akan datang besok."


"Aku berjanji akan kembali, mbak. "Fara melepas pelukannya dan mengucapkan selamat tinggal pada yang lainnya. Kemudian kakinya melangkah pergi menuju pintu masuk keberangkatan.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆


1 Tahun Berikutnya....


Fara, 23 tahun

__ADS_1


Fara berdiri di depan restoran Antonio. Satu tahun sudah restoran ini ditinggalkannya. Dari luar, restorannya masih tampak sama. Pintu kaca berwarna merah yang menjadi pintu masuk restoran Antonio seakan-akan memintanya masuk. Fara membuka pintu tersebut dan dentingan lonceng terdengar dari dalam ruangan. Ia melihat ada beberapa perubahan dekorasi meja dan kursi. Lebih cerah, lebih efesien, dan membuat ruangan terlihat lebih luas.


__ADS_2