
Padahal jam pertama ada ulangan fisika. Pak Bambang, sang wali kelas sekaligus guru fisika, memahaminya. Dia meminta Fara tdk usah khawatir & bisa mengikuti ulangan susulan sepulang sekolah.
Waktu menunjukkan pukul 10 ketika akhirnya Fara sampai disekolah. Setelah membuat laporan pd guru piket, Fara melangkah ke kelasnya. Terus terang, menunggu 3 jam didalam bus tanpa bergerak sama sekali benar-2 membuatnya bosan. Belum lagi, ia harus mengikuti ulangan susulan seusai sekolah. Dan dr perkataan teman sekelas yg didengarnya, soal fisika td pagi sangat sulit.
''Apalagi usai sekolah nanti'', keluhnya, ''pasti lebih sulit lagi''.
Saat itu Fara menyadari, masuk IPA dgn alasan supaya sekelas dgn orang yg disukainya adalah alasan yg salah. Ketika Pak Bambang membErikan soal ulangan seusai sekolah, Fara menerimanya dgn berat hati. Ia melihat selembar kertas bolak balik berisi 10 soal yg pasti sebentar lagi bisa membuat kepalanya pusing. Padahal ulangan kali itu open book.
15 menit berlalu, tapi Fara belum juga menemukan solusi utk sebagian besar soal di depannya. Pak bambang duduk di meja guru dgn santai sambil membaca koran.
Tiba-2 seorang cowok masuk dan duduk di meja sebelah Fara. Fara menatap cowok itu dan terkejut, Niko.
__ADS_1
''Ah Niko'', sapa Pak Bambang sambil berdiri di depan meja Niko, ''kau juga td pagi tdk bisa ikut ulangan bapak kan? Ini soal ulangannya.''
''Maaf pak. Tadi pagi ada rapat Osis,'' kata Niko memberi penjelasan. Pak Bambang mengangguk mengerti.
Tangan Fara tdk bergerak selama beberapa saat. Ia tdk menyangka Niko akan mengerjakan ulangan yg sama dgn nya. Jantungnya berdetak lagi. Ia sama sekali tdk bisa berkonsentrasi dgn ulangannya sekarang. Niko berada disebelah mejanya. Ia melihat cowok itu membuka buku fisikanya, lalu mulai mengerjakan soal.
Bagaimana mungkin Fara bisa berkonsentrasi kalau dirinya hanya ingin memandang orang yg paling disukainya saat ini?
Fara dan Niko menggeleng berbarengan. Lalu Pak Bambang keluar dr ruang kelas. Kini hanya tinggal Fara dan Niko disana. Fara berusaha sekuat mungkin mengerjakan soal didepannya, tp jawaban utk soal-2 tersebut hilang entah kemana.
Kebalikan dirinya, ia melihat Niko mengerjakan soal tanpa masalah. Dua puluh menit kemudian, Fara menyerah. Ia yakin ia tdk akan mendapat nilai bagus utk ulangannya kali ini.
__ADS_1
''Apa yg harus kulakukan?'' tanyanya dalam hati sambil menutup wajahnya dgn ke dua tangan. ''Aku tdk bisa mengerjakan soal-2 fisika kali ini.''
Ketika ia membuka matanya lagi, Niko sudah tdk ada di sana. Fara mendesah panjang. ''Dia pasti sudah selesai,'' pikirnya. Matanya kembali menatap soal-2 di depannya. Tiba-2 ia menyadari ada sehelai kertas terlipat di sebelah buku fisikanya.
Fara membuka kertas berlipat 4 itu dgn hati-2, dan membaca 2 kata yg tertera disana. JANGAN MENYERAH.
Perlahan-lahan Fara tersenyum. Ia yakin Niko yg menulisnya sebelum keluar dr ruang kelas. Senyum Fara semakin lebar. Kini,hatinya penuh dgn semangat baru. Perlahan tp pasti, Fara menyelesaikan semua soal ulangan fisika itu.
***
Ketika sorenya ia makan malam dgn mama di meja makan, wajahnya masih tetap tersenyum.
__ADS_1