My Love Is Stupid

My Love Is Stupid
Chapter 49


__ADS_3

"Kau harus selalu menang dariku bukan, Fareli?" kecamnya.


Niko memandang George dengan kesal. "Kenapa kau selalu membenciku, Finley?"


"Kau mengambil segalanya dariku," kata George Finley sambil menatap Niko dengan benci.


Niko beranggapan perkataan George tidak masuk akal. Niko tidak merebut beasiswa tersebut dari siapa pun. Dewan fakultas GIA sudah menentukan pilihannya dan seharusnya George menghormati keputusan mereka.


"Ucapanmu tidak masuk akal," keluh Niko. Dia tahu George tidak pernah menyukai pelajaran kelasnya, rancangan gambar perhiasannya tidak bagus, masih kalah jauh dengan temantemannya yang lain.


"Jadi menurutmu kau lebih berbakat dari pada aku?" George menantangnya.


Niko menatap George dengan tajam. Dia memutuskan untuk nengakhiri pertikaiannya dengan George. "Aku mendapatkan beasiswa ini bukan karena aku lebih berbakat darimu,Finley." "Kalau begitu karena apa?" tanya George penasaran dan setengah kesal.


"Karena kau sama sekali tidak berbakat di bidang perhiasan," jawab Niko jujur. "Maaf kalau aku berkata terus terang. Mungkin seharusnya kau mengakuinya juga pada dirimu sendiri.”


Muka George Finley merah padam. Disekelilingnya, para siswa lain terdiam mendengar pertikaian itu. "Berani-beraninya kau berkata seperti itu. Apa kau tidak tahu bahwa ayahku ahli perhiasan ternama?"


"Aku tahu," kata Niko perlahan. "Ayahmu salah seorang ahli perhiasan yang kuhormati. Tapi maaf, aku tidak bisa menghormati karya putranya. Apalagi tingkahnya."

__ADS_1


George terdiam.


Lalu Niko pergi meninggalkannya.


 


************************************


Di dalam kereta yang membawanya menuju tempat kerja, HP Niko berbunyi.


"Selamat," kata suara seseorang dari teleponnya. Aku dengar kau mendapatkan beasiswa dari GIA."


"Aku tidak pernah meragukanmu, Niko," kata Julien dari seberang telepon. "Minggu depan kau akan mendapatkan diploma gemologimu, bukan?"


"Ya. Aku berencana untuk menggunakan uang beasiswa itu untuk mengikuti paket kuliah berikutnya."


"Aku sudah tidak sabar menerima kehadiranmu di Paris."


Niko mendengar suara tawa Julien dari teleponnya. "Ya, aku juga. Tapi masih banyak yang harus kupelajari di sini."

__ADS_1


"Aku tahu," kata Julien perlahan. "Semoga berhasil dengan kuliahmu."


"Thanks, Julien," kata Niko, lalu menutup teleponnya.


Seminggu kemudian, Niko mendapatkan diplomanya. Di situ tertulis Niko Fareli, G.G (Graduate Gemologist/ lulusan gemologi). Dia menatap diplomanya dengan bangga. Malam itu Niko menelepon mama untuk memberitahukan hal tersebut, dan mama ikut bahagia. Niko tidak tahu apakah hati papa sudah melunak, tetapi dia memutuskan untuk tidak merusak momen bahagianya bersama mama dengan tidak menanyakan pendapat papa.


Kuliah intensif berikutnya di mulai bulan juni sampai Desember. Untuk mengisi kekosongan waktu, Niko mengambil kursus komprehensif merancang perhiasan menggunakan teknologi komputer terbaru, yang memakan waktu tujuh minggu. Cukup waktu sebelum memulai kuliah berikutnya.


Niko, 20 tahun


"ANDA sudah siap memesan?" Niko memandang seorang pelanggan wanita di depannya.


Si pelanggan wanita tersenyum, kemudian memberikan pesanannya pada Niko.


Niko mengantar pesanan tersebut kedapur. Jam menunjukkan pukul tiga sore. Kedai makan tidak terlalu di penuhi pengunjung. Di luar jendela,daun-daun mulai berguguran. Sesekali angin musim gugur menerbangkan daun-daun tersebut. Niko sudah satu tahun di New York. Karena memang suka merancang, Niko merasa kuliahnya kali ini tidak sesulit sebelumnya. Dia selalu mendapatkan nilai tertinggi pada setiap tes.


Niko membeli berlian pertamanya beberapa bulan yang lalu. Dan mulai mempraktikkan apa yang dia pelajari selama kursus dan membuat karya pertamanya. Sebentuk cincin bintang. Kini cincin tersebut bersematkan berlian pertamanya. Masih tersisa 34 lagi. Niko menyimpan cincin tersebut di laci meja tidurnya. Setiap hari dia selalu melihat hasil karyanya sebelum pergi belajar dan bekerja.


"Veggie burger dan cafe latte," Niko menyuguhkan pesanan tersebut pada sang pelanggan wanita.

__ADS_1


__ADS_2