
Sepulang kuliah, Niko menelepon Mike bahwa dia tidak bisa bekerja hari itu dan memutuskan untuk bekerja sepanjang hari di laboratorium karena harus membuat rancangan untuk kontes.
Ketika kelelahan menyelimuti tubuhnya setelah bekerja tanpa henti selama berjam-jam, Niko keluar dari lab nya sebentar untuk membeli kopi. Di tengah tangga turun tubuhnya menabrak seseorang.
"Fareli!" kata orang tersebut. "Tidak pernah menyangka bertemu denganmu kembali."
Niko menatap mata George Finley dengan kesal. Sudah hampir satu tahun lebih dia tidak bertemu George. Dia kira George sudah keluar dari GIA, ternyata pemuda itu tetap bertahan. "Sudah lama tidak bertemu."
"Tahun kemarin aku pindah ke GIA Carlsbad," kata George. Pantas Niko tidak pernah melihatnya sampai saat ini. "Jadi kau kembali lagi ke New York?"
"Yah," kata George tajam. "Kenapa? kau takut mendapat pesaing?"
"Tidak. Aku tidak takut menghadapimu," kata Niko tenang. "Kurasa malah sebaliknya."
__ADS_1
"Masih sombong seperti biasanya," komentar George kesal. "Sifatmu juga masih sana." Niko bergegas turun. Tubuhnya sudah lelah, dan dia tidak mau menghabiskan energinya untuk berdebat dengan seseorang yang tidak berhak mendapatkan perhatiannya.
Dari atas tangga George Finley mengeram kesal. Dia mengepalkan kedua tangannya dan salah satu tangannya memukul tembok. Setelah amarahnya mereda, dia masuk ke salah satu laboratorium. Terdapat beberapa rancangan gambar di komputer. Buku sketsa Niko berada di sana.
Awalnya George melihat rancangan Niko dengan kesal, tetapi lama-kelamaan dia terdiam. Dalam rancangan tersebut terdapat seuntai kalung panjang yang di tengahnya terdapat dedaunnan hijau. Lima kupu-kupu kecil bertengger di daun-daun tersebut. Komposisi warna yang dipilih Niko semakin memperlihatkan keeleganan dan keanggunan kalung tersebut. George menyadari Niko akan mengikuti kontes perhiasan yang di selenggarakan Tiffany & Co. Niko memberi judul kalung tersebut *The Forest Dream*.
Tanpa pikir panjang, George mengambil pilihan untuk mencetak dari program komputer tersebut. ("Kau akan menyesal karena sudah meremehkanku, Fareli"), geramnya dalam hati.
☆☆☆☆☆☆☆☆
Hari-hari berikutnya, Niko bekerja tanpa henti untuk membuat kalung seperti yang telah dirancangnya. Karena dalam kontes disebutkan para peserta juga harus menyiapkan bentuk nyata perhiasannya, maka boleh menggunakan batu perhiasan sintetis.
Tepat dua hari sebelum batas akhir kontes, Niko bergegas memasuki galeri untuk menyerahkan rancangannya. Seorang petugas kontes menyuruh Niko mengisi formulir. Setelah melengkapi formulir, Niko dipersilahkan mengisi daftar peserta. Di atas Niko terdapat nama-nama peserta yang sudah menyerahkan rancangan beserta judul rancangannya. Ketika Niko hendak menulis namanya, bolpoin di tangannya jatuh ke lantai. Matanya melihat nama George Finley. Tapi bukan nama itu yang membuatnya terkejut. Judul rancangan George, *The Forest Dream*.
__ADS_1
("Bagaimana mungkin dia memiliki judul rancangan yang sama denganku?") Niko benar-benar kebingungan. Pikirannya kembali ke minggu sebelumnya ketika dia bertemu George di lab. ("Apakah mungkin dia melihat karyaku di sana?")
Permisi, Sir," tanya Niko dengan tidak sabar pada petugas kontes. "Apakah saya bisa melihat rancangan perhiasan karya George Finley?"
Sang petugas menggeleng. "Maaf, saya tidak bisa memperlihatkan karya peserta lain."
Tidak kehabisan akal, Niko mengeluarkan kalung yang telah di buatnya dan menunjukkannya pada si petugas. "Anda tidak perlu memperlihatkan karya George Finley pada saya. Saya hanya perlu anda mengecek apakah rancangan kalungnya sama dengan kalung karya saya."
Si petugas kelihatan enggan, tetapi Niko bersikeras. Perasaannya mengatakan George sudah mengambil ide rancangannya. "Tolonglah, Sir. Saya tidak bisa memberikan karya yang sama persis dengan orang sebelum saya."
Si petugas akhirnya menyerah. Dia mengecek gambar rancangan George Finley, lalu melihat kalung yang di genggam oleh Niko. "Ya. Sama persis dengan karya anda."
"Terima kasih." Niko bergegas keluar dari galeri. George pasti melihat karyanya di lab seminggu yang lalu. Niko benar-benar tidak menyangka George akan meniru persis hasil rancangannya.
__ADS_1