My Love Is Stupid

My Love Is Stupid
Chapter 18


__ADS_3

Fara ikut menaiki bus sambil tersenyum lirih. Ia tahu pasti keinginannya tdk akan terpenuhi. Dalam perjalanan pulang, Fara tdk bisa menahan kantuknya dan tertidur. Ketika ia bangun entah berapa lama kemudian, kepalanya bersandar di pundak seseorang. Matanya bertemu dgn mata Niko.


''Maaf,'' katanya sambil berusaha menjauh dr Niko.


''Tidak apa-2,'' kata Niko, ''kau kelihatan lelah sekali.''


Fara menatap Niko lagi. ''Tapi, bukankah kau duduk di bangku depan?''


''Tadinya iya,'' kata Niko, ''Tapi teman sebangku ku mendengkur sambil tidur, jd aku memutuskan pindah, dan kursi yg tersisa hanya kursi belakang.''


''Oh begitu,'' kata Fara cepat.


Untunglah bus sudah sampai disekolah, sehingga Fara tdk perlu terlalu lama menahan malu karena sudah tidur di pundak Niko.


''Sampai jumpa besok dikelas,'' kata Niko.

__ADS_1


Fara mengangguk. Sementara itu, berpuluh-puluh kilometer dr sana, di pohon keinginan, sehelai daun kertas terjatuh. Terdapat sebuah permohonan disana. Permohonan Fara. (Semoga hari ini tak pernah berakhir). Daun kertas tersebut lalu tersapu air di pantai dan tidak terlihat lagi.


Dua hari kemudian, Fara mendapati dirinya berada di ruang marching band. Erika minta bertemu. Kini, Erika menatapnya dgn tajam. Terpendam rasa kebencian yg mendalam di sana.


''Jadi,'' katanya memulai pembicaraan, ''aku dengar dr teman-2 ku, kau berduaan dgn Niko di piknik hari minggu kemarin. Kenapa kau melakukannya? Padahal aku sudah jelas-2 melarangmu mendekati Niko.''


Fara menghela napas panjang. Ia sebenarnya tdk tahu bagaimana menjelaskan hal itu. Erika tdk akan percaya bahwa kebersamaan mereka terjadi begitu saja. Tanpa direncanakan, “Niko menyukaimu,'' jelas Fara perlahan.


Erika tersenyum sinis. ''Perkataanmu tdk menjawab pertanyaanku.''


Erika tertawa pendek. ''Kau pikir aku bodoh? Aku tahu kau berusaha membuat Niko menyukaimu. Kau pikir aku tdk bisa melihat kalau kau menyukainya?''


''Kau tdk bodoh.'' Fara menatap mata Erika lurus-2. ''Kau hanya cemburu.''


Erika melihat Fara dgn seksama. ''Kau pintar sekali berkelit. Tentu saja aku cemburu. Siapapun akan cemburu kalau pacarnya terancam direbut orang lain. Akui saja. Kau menyukai Niko.'' Fara memutuskan berterus terang. ''Ya, aku menyukainya.''

__ADS_1


Erika tdk menyangka Fara akan mengakui hal itu di depan dirinya, tanpa perasaan bersalah. ''Kau...,'' amarahnya tdk terbendung lagi.


Tapi Fara menyela lebih dahulu, ''Aku bukan satu-2 nya cewek yg menyukai Niko. Hampir separuh cewek di sekolah kita menyukainya. Dia sangat populer. Aku rasa kau tahu aku mengatakan yg sebenarnya. Tapi itu semua tdk penting bukan? Tdk peduli berapa banyak cewek yg menyukainya, Niko menyukaimu. Dia memilihmu. Kau seharusnya memercayai Niko.''


Erika tahu bahwa banyak cewek yg menyukai pacarnya. Tapi Faralah yg sangat mengancam posisinya di samping Niko. Erika takut, suatu saat Niko memutuskan utk bersama Fara. Erika mengubah ketakutan itu menjadi amarah. ''Beraninya kau mengajariku bagaimana mempertahankan hubungan kami?''


Fara bangkit dr kursi. ''Aku sudah selesai memberi penjelasan.''


Erika berdiri dan menahan salah satu tangan Fara. ''Aku belum selesai.''


Fara melepaskan pegangan tangan Erika dgn tangan yg lain. ''Aku tdk akan memberi penjelasan selain yg sudah kukatakan tadi.''


''Aku bisa membuat hidupmu di sekolah jd tdk menyenangkan!'' ungkap Erika sungguh-2.


Fara tertawa perlahan. Erika tdk tahu bahwa hidupnya sudah lebih dari tdk menyenangkan. Menyukai seseorang yg tdk menyukaimu kembali adalah hal yg paling menyedihkan. ''Lakukan saja apa maumu,'' kata Fara tdk peduli sambil berbalik.

__ADS_1


''Kau akan menyesal,'' ucap Erika perlahan tapi pasti.


__ADS_2