
"Semoga berhasil, Niko." Mike melepaskan pelukannya dan memandang Niko dengan sedih.
"Thanks, Mike. Aku akan selalu mampir ke kedaimu kapanpun aku berada di New York."
"Aku akan selalu menanti kedatanganmu." Air mata mulai menggenangi mata Mike. Selama dua tahun terakhir Niko sudah seperti putranya sendiri.
Niko mengeluarkan sebuah kotak dari tasnya. "Aku punya sesuatu untukmu. Ini, bukalah."
Mike membuka kotak beludru berwarna hitam yang diberikan Niko. Di dalamnya berisi kalung perak berbentuk hati di belakang hati tersebut terukir nama Mike dan istrinya.
"Kau bisa memberikannya untuk Carrie. Untuk ulang tahun perkawinanmu yang kedua puluh lima bulan depan."
Air mata Mike membasahi pipi. "Terima kasih, Niko. Kalung ini indah sekali. Carrie pasti menyukainya."
Setelah itu Niko mengucapkan selamat tinggal dengan teman-teman sekerjanya di kedai Mike. Ketika menaiki taksi yang akan mengantarnya menuju bandara, Niko tahu kenangannya di kedai Mike akan menjadi salah satu bagian dari hidupnya.
Selama bulan-bulan berikutnya, Niko benar-benar sibuk dengan rancangan perhiasannya untuk Tiffany. Di akhir masa magangnya, Tiffany menawari Niko untuk menjadi pegawai tetap, tapi dengan berat hati Niko menolak. Dia sudah berjanji pada Julien untuk bekerja padanya selama dua tahun.
__ADS_1
Niko, 22,5 tahun
LANGIT kota Paris berwarna biru cerah. Niko memandang menara Eiffel dari jendela apartemennya. Sudah mau memasuki musim panas. Niko sibuk merancang koleksi musim panas untuk Julien. Dia sudah di Paris selama enam bulan. Niko tidak pernah menyangka enam bulan berlalu dengan cepat.
Niko memandang cincin bintang di meja kerjanya. Kini sudah empat bintang yang terisi.Tinggal tersisa satu bintang lagi.
Niko menyantap roti Prancis dengan selai stroberi sebagai sarapan serta secangkir kopi. Di kepalanya penuh ide baru untuk koleksi musim panas. Tapi dia memutuskan untuk beristirahat sejenak setelah sarapan. Dia memutar lagu klasik gubahan Mozart untuk menenangkan pikirannya.
Tiba-tiba HP nya menyala. Niko mengambilnya. Ada pesan masuk.
Ada pesta reunian sekolah minggu depan.
Datang ya. Aku tunggu.
Erika.
Niko tersenyum. Sudah empat tahun dia tidak bertemu Erika. Niko mendesah. Dia tidak bisa datang. Pameran koleksi perhiasan Julien untuk musim panas tinggal sebulan lagi. Sebagai asisten Julien di Bardeux Jewelery, tuntutan tugasnya tidak pernah berhenti setiap hari.
__ADS_1
Niko membalas SMS Erika.
Maaf, tidak bisa datang.
Sibuk mempersiapkan koleksi musim panas.
Mungkin lain kali.
Niko.
Mata Niko tertuju pada tumpukan buku di lemari kerjanya. Kebanyakan buku tersebut adalah buku tentang perhiasan. Kakinya berjalan mendekat. Di paling ujung deretan buku tersebut terdapat buku tahunan sekolahnya. Niko mengambilnya dan membuka halaman demi halaman. Kenangannya kembali ke masa sekolah.
Ketika sampai pada halaman yang menampilkan foto-foto teman sekelasnya, Niko menatap wajah Fara dengan lembut. Di bawah foto tersebut terdapat pesan dan kesan yang ditulis tangan oleh siswa-siswi sendiri. Niko menyentuh foto Fara perlahan. Satu-satunya foto Fara yang dimilikinya. ("Apakah Fara akan datang?") tanyanya dalam hati. ("Mungkin sebaiknya aku pergi ke pesta reunian sekolah. Siapa tahu aku bisa bertemu Fara disana.")
Tanpa sengaja buku tahunannya jatuh ke lantai.Ketika Niko hendak memungutnya kembali, buku tahunan tersebut terbuka pada halaman terakhir. Niko melihat sebuah kalimat disana. *Aku menyukaimu.*
Niko mengambil buku tahunan itu dan mendekatkan jarak pandangnya. ("Apakah Erika yang menulis ini? Tapi ini tidak seperti tulisan tangan Erika.") Tangan Niko dengan cepat membalikkan halaman ke foto-foto siswa 3 IPA 1. Napasnya terhenti. Tulisan tangan di belakang buku sama persis dengan tulisan Fara.
("Aku benar-benar bodoh") jantung Niko berdetak kencang. ("Aku tidak pernah menyadarinya"). Selama ini dia menyangka Fara hanya menganggapnya teman baik. Ketika wisuda, Niko baru menyadari dirinya menyukai Fara, tapi dia tidak tahu bagaimana perasaan Fara padanya.
__ADS_1