My Love Is Stupid

My Love Is Stupid
Chapter 8


__ADS_3

Fara...'', sapa seorang cowok.


Fara tersentak kaget, suara itu. Ia pasti akan mengenali suara itu di mana saja. Suara Niko.


''Niko. Hai...''


''Kau sedang menunggu bus?'' tanya Niko menatap ke arah Fara.


''Iya,'' Fara mengangguk.


''Ikut mobilku saja,'' saran Niko.


Fara agak terkejut, ''Hah?''


Niko tersenyum simpul. ''Ikut mobilku saja sekalian.'' Fara melihat Niko menekan tombol utk membuka kunci pintu. ''Masuklah,'' kata Niko kemudian.


Fara berdiri lalu berjalan memasuki mobil Niko.


''Kebetulan sekali bertemu dgn mu,'' kata Niko memulai pembicaraan.


Fara mati kutu. Jantungnya berdegup kencang lagi. Ia benar-2 kesulitan utk berbicara & hanya bisa mengangguk.

__ADS_1


''Biasanya aku kesekolah tdk sepagi ini,'' lanjut Niko lagi, ''tapi aku harus menyusun acara utk pertandingan persahabatan minggu depan.''


Setelah beberapa saat, jantung Fara kembali berdetak normal. ''Kau pasti sibuk,'' kata Fara perlahan.


''Yah begitulah,'' kata Niko tersenyum tipis, ''resiko jd ketua OSIS.'' Fara ikut tersenyum, ''Jadi... rumahmu jauh dari sekolah, ya?'' tanya Niko.


Fara mengangguk. ''Iya, bagaimana kau bisa tahu?''


Niko tersenyum lagi. ''Aku kan ketua kelas, masa aku tdk tahu teman-teman sekelasku? Nomor hp mu pun aku tahu.''


Fara menelan ludah, ''Benar juga.'' Fara menggengam erat jemarinya. ''Ehm... Niko,'' katanya lagi, ''terima kasih utk kertas semangatnya pas ulangan fisika minggu lalu.''


Niko seakan berpikir sesaat, tp kemudian tersenyum. ''Oh, kertas itu, yah... aku lihat sepertinya kau sudah menyerah. Jadi aku ingin memberimu semangat. Nilai ulanganmu tdk jelek kan?''


''Baguslah kalau begitu,'' balas Niko, Fara serasa bermimpi.


Beberapa saat kemudian, mobil Niko memasuki area sekolah. Fara berharap perjalanan dr halte bus ke sekolah tdk sesingkat ini. Mobil Niko berhenti di area parkir.


''Terima kasih utk tumpangannya, Niko,'' kata Fara tulus.


''Ehm... Fara,'' kata Niko ragu, ''terima kasih karena tdk pernah memberitahukan tentang gambarku, pd orang lain.''

__ADS_1


''Aku sudah berjanji tdk akan memberitahukannya,'' kata Fara sedikit bingung.


''Tidak ada yg tahu soal hobiku yg satu itu selain orang tuaku. Biasanya gosip sekolah menyebar dgn cepat. Tapi kau benar-2 tdk memberitahukannya pd siapa pun. Aku benar-2 menghargainya.''


Fara tersenyum. ''Gambarmu sangat indah, kau seharusnya bangga.'' (''aku tahu aku terpesona olehnya'') lanjut Fara dalam hati.


Sesaat mata Niko terlihat sendu, lalu digantikan oleh senyuman. ''Terima kasih. Ini pertama kalinya seseorang memuji gambarku.'' Niko membuka pintu mobilnya dan Fara melakukan hal yg sama. Perkataan Niko membuat Fara sedikit bingung.


''Terima kasih lagi,'' kata Fara perlahan.


Tiba -2 sebuah suara mendekati mereka. ''Niko'' katanya, ''rupanya kau sudah sampai.'' Fara menoleh ke arah datangnya suara, ternyata Erika. ''Hai Erika,'' sapa Fara sopan.


''Apa yg kau lakukan di mobil Niko?'' tanya Erika curiga.


''Aku memberi tumpangan pd Fara,'' kata Niko memberi penjelasan. ''Kebetulan tadi aku lewat depan halte bus tempat Fara sedang menunggu.''


Erika menatap Fara dgn pandangn tdk suka. ''Aku tdk suka kau bersama cewek lain di mobilmu, Niko,'' kata Erika ketus.


''Maaf'', sela Fara, ''Niko benar-2 hanya memberiku tumpangan.'' ''Aku tdk bicara pd mu,'' kata Erika dingin.


''Erika, ayolah,'' kata Niko sedikit kesal. ''Kau bersikap kekanak-kanakan.''

__ADS_1


''Pokoknya mulai besok kau harus menjemputku dulu setiap pagi sebelum pergi ke sekolah. Kita pergi bareng,'' kata Erika ketus.


__ADS_2