My Possessive Husband

My Possessive Husband
Morning Kiss


__ADS_3

He is such a crazy boy I ever meet..


.


.


.


"My Possessive Husband"


©Byunra93_


.


.


.


Han's Group – Gangnam [South Korea]


11.00 A.M


.


.


Han Taehyun, pria itu tengah duduk di kursi ruangan direktur yang merupakan bagian terpenting dari HS Coorporation yang kini tengah berada di bawah kendalinya. Sedari tadi tangannya terus membuka satu persatu lembar dokumen yang berada di depannya. Matanya terlihat begitu serius menatapi tiap deret barisan tulisan yang ada disana, sebelum akhirnya membubuhkan tanda tangannya pada bagian bawah dokumen. Ia kemudian beralih mengambil sebuah map lain berwarna hitam untuk di periksa. Air wajahnya masih menatapi berkas-berkas itu dengan begitu hati-hati.


“Kau datang? Ku pikir kau akan menikmati masa\-masa awal pernikahanmu dan memutuskan untuk berbulan madu. Hahaha..” sindir Baekki setengah mengejek.



“Kalau kau datang hanya untuk menggodaku, keluarlah! Aku sedang sibuk..” jawab Taehyun sinis.



“Rapat divisi kita satu jam lagi..” celetuk Baekki mengingatkan, yang langsung mendapat sebuah anggukan singkat dari Taehyun.


“Bagaimana pernikahanmu? Harus ku akui istrimu sangat cantik, Tae.”


“Rambut Panjang, tubuh tinggi dan langsing. Aku tau dia tipe idealmu bukan? Tapi kalau saja kau tau dia cukup mengerikan.” Taehyun masih tak mengalihkan pandangannya dari berkas\-berkas yang menumpuk di mejanya.



“Jadi, sekarang kau sedang menyatakan kalau kau takut terhadapnya? Takut terjebak dan mencintainya?”



“Yak, omong kosong apa lagi itu! kalau kau punya banyak waktu sebaiknya kau siapkan berkas\-berkas untuk akuisisi proyek Jeju dari tangan Jaehyun!”



‘Brakk..!’


Pintu ruangan itu terbuka dengan sedikit paksa dan kasar. Nara berdiri diambangnya dengan tangan yang mengepal erat. High heelsnya mengetuk keras lantai ruangan Taehyun.


Dengan susah payah gadis itu berusaha menyeimbangkan langkahnya di atas High heels dan dress selutut yang sebenarnya sama sekali tak akan ia gunakan, jika ia tak sedang mengingat status barunya sebagai seorang istri Taehyun, sang direktur HS Coorporation.


“Kau tak punya tangan untuk mengetuk pintu?” sindir Taehyun.



“Apa yang kau lakukan padaku, Tae? Kau memecatku?” Pekik Nara tajam. Tentu bukan hal berlebihan bagi Nara untuk marah. Bayangkan saja, ketika tiba tadi ia sudah mendapati ruangannya yang kosong dan barang\-barangnya tegah di kemas dalam sebuah kardus besar.



“Kau lupa akan statusmu, Nara. Kau adalah istri ku! Wanitaku! Dan apa kau pikir itu adalah sesuatu yang masuk akal ketika Han Taehyun, direktur HS Coorporation membiarkan istrinya jadi pegawai part time bagian design. Itu sangat konyol. Sebaiknya kau fokus pada tugas utama mu. Jaehyun, dialah pekerjaanmu yang sesungguhnya..”


Rahang Nara mengeras. Ia cukup kesal dengan hal ini.


“Kembalilah ke Rumah. Kita bicarakan nanti..” imbuh Taehyun.

__ADS_1


Tanpa peduli hal lain Nara segera berbalik, kembali mengentakkan ujung high heelsnya yang merepotkan itu dengan lantai marmer ruangan Taehyun yang luas. Di bantingnya pintu kayu itu dengan keras dan sesaat kemudian tubuhnya telah benar-benar menghilang.


“Kau sedikit keterlaluan, Tae.” Tegur Baekki yang mulai mengomentari kelakuan semena\-mena sahabatnya. Entahlah, saat itu air wajah Taehyun nampak sulit di artikan. Ia terlihat berdecak dan kemudian berdiri sambil mengenakan tuxedonya yang sedari tadi ia letakkan di balik punggung kursi singahsananya.



“Hari ini gantikan aku memimpin rapat devisi. Aku harus mengurus sesuatu..” titah Taehyun yang sudah berhambur keluar.


.


.


***


.


.


Nara terus menghentakkan kakinya jauh lebih cepat saat turun dari mobil mewah Taehyun yang memang tengah terparkir pada halaman rumah megah bercorak clasik yang merupakan istana besar keluarga Han. Taehyun terlihat mengejar gadis itu dari belakang, tapi tak sedikitpun Nara hiraukan. Dengan setengah berlari, Nara menaiki anak tangga menuju kamarnya yang terletak di lantai dua rumah ini.


Nara menghentikan langkahnya ketika kini tubuhnya berpapasan dengan Jaehyun yang tengah berdiri di depannya. Laki-laki itu terlihat tengah membenarkan letak dasinya sambil berniat turun ke lantai dasar. Sejenak, keduanya saling menatap dalam diam sebelum Taehyun tiba-tiba datang dan menarik lengan Nara kasar ke arah kamar mereka.


Nara terlihat sedikit melawan. Meronta sambil meringis kesakitan akan cengkeraman tangan Taehyun yang melilitnya dengan begitu erat. Sebuah pemandangan yang mampu membuat raut wajah Jaehyun memerah. Ia terus menatapi punggung kedua orang itu sampai benar-benar menghilang di balik pintu kamar yang membentur keras.


“Lepaskan!” jerit Nara sambil berusaha mengibaskan lengan Taehyun yang terus mencengkeramnya.


“Kau gila, Tae!! Aku membencimu!!” ucap Nara penuh penekanan di setiap katanya.


“Itu terlihat lebih alamiah. Aku justru akan takut jika kau mengatakan kau mencintaiku!” ejeknya. Taehyun melepaskan tautan tangannya dan membiarkan Nara duduk di pinggiran tempat tidurnya. Taehyun membuka laci nakasnya, mengambil sebuah map berwarna kuning dan melihat sekilas isinya. Memastikan bahwa itu memang benar\-benar berkas yang di butuhkan. Ia berjalan mendekati gadis itu. Duduk disampingnya dan mengulurkan map itu pada Nara.



“Apa ini?” tanya Nara yang terdenngar sinis. Tak ada jawaban dari Taehyun, hingga akhirnya gadis itu dengan sangat terpaksa mengambil map kuning dari tangan Taehyun untuk kemudian ia buka. Nara mengerjapkan matanya bingung.



“Ku dengar kau begitu menginginkannya. Baekki bilang kau cukup berbakat dalam bidang design, hanya saja kau sama sekali belum memiliki sertifikat di bidang itu. Jadi, daripada membiarkanmu menjadi pegawai part time, akan lebih baik jika kau lanjutkan kuliahmu. Tak perlu ke kantor, hanya belajarlah dengan giat. Jadilah designer yang hebat dan bekerja untuk HS coorporation.”


Kuliah jurusan design dan kemudian menjadi seorang designer, itu adalah satu-satunya impian Nara. tapi kondisi ekonomi keluarganya yang begitu buruk lah yang membuat impiannya harus kandas. Tanpa di duga, kini impiannya perlahan mulai bisa ia sentuh. Melalui pria ini, melalui sentuhan tangan seorang Han Taehyun.


“J-jangan salah paham. Itu hanya salah satu fasilitas yang ku berikan untukmu. Jangan sampai melupakan tugas utamamu!” ucap Taehyun yang mulai salah tingkah saat menyadari sorot mata Nara yang kini menatapnya dengan berbinar.


“T\-terima kasih..” ucap Nara pada akhirnya. Manik mata mereka saling bertemu intens. Membuat suasana hening yang ada menjadi sedikit canggung.



“Ah, mengenai point tambahan dalam perjanjian kita. Hari ini kau belum memberiku Morning Kiss, Nara!” tukas Taehyun sambil menarik pinggang gadis itu untuk mendekat. Sebelah tangannya ia gunakan untuk meraup wajah cantik Nara dalam genggamannya. Dan bibir tipisnya mulai melahap bibir ranum itu dengan sedikit kasar.


Tak ada pemberontakan yang Nara lakukan. Ia cukup sadar akan perjanjian yang tengah mereka sepakati. Nara mulai melingkarkan lengannya pada leher jenjang Taehyun. Namun, tiba-tiba pria itu melepas pangutannya. Menjauhkan sedikit wajahnya dan tersenyum tipis saat menatapi wajah Nara.


“Cukup menarik..” gumam Taehyun singkat. Ia berdiri memunggungi Nara yang nampak kikuk.


“Benarkan penampilanmu. Sudah saatnya makan siang..”


Taehyun terlihat membuka pintu kamar mereka dan berjalan turun ke ruang makan dimana ayah, Ibu tirinya, serta Jaehyun tengah berkumpul. Sedang Nara masih membenarkan rambutnya yang terlihat sedikit lusuh, sambil menatapi pantulan dirinya di cermin meja rias kamarnya.


Ia memegangi Bibirnya yang nampak merah akibat ciuman yang baru saja terjadi. Sejenak, Nara tersenyum miring.


“Menggelikan..!” gumamnya.


.


.


***


.


.


Suasana hening mulai terdengar dari anak tangga dimana Nara tengah berjalan dengan perlahan. Yang bisa ia dengar saat ini, hanyalah suara tumbukan antara sendok dan garpu. Ia sedikit menghembuskan nafas gugup dari bibirnya. Biar bagaimanapun ini kali pertama baginya untuk ikut dalam acara makan bersama dengan keluarga Han yang terkenal begitu berkelas. Nara mengayuhkan kakinya gugup menghampiri Taehyun yang tengah duduk di tengah keluarganya dalam diam.

__ADS_1



“Nara, kemarilah..” sambut Eun Hee ramah. Sedang Taehyun membalas tatapan ibu tirinya itu dengan pandangan dinginnya yang kemudian beralih untuk mengulurkan tangannya pada istrinya.


Nara meraih uluran tangan Taehyun padanya. Ia menundukkan kepalanya, memberi hormat pada Tuan Han sebelum dirinya duduk di sebelah Taehyun. Tempat duduk Nara kini berhadapan langsung dengan Jaehyun yang tengah menatapnya sendu. Seperti ada luka di dalam tatapan pria tampan bermarga Han itu. Hening, semua kembali diam untuk sesaat.


“Kalian baik\-baik saja?” tanya Jaehyun yang berhasil membuat seluruh kepala di hadapannya mendongak dan saling menatap bingung.


“Bukan apa-apa. Aku hanya khawatir, karena kurasa tadi aku melihat kalian bertengkar..” lanjutnya.


“Kau terlalu perhatian..” jawab Taehyun santai sambil tersenyum sinis.


“Itu tak seperti yang kau pikirkan. Pertengkaran apa?” Kini tatapan Taehyun berlabuh ke arah mata Jaehyun tajam.


“Aku hanya sedang menyuruhnya untuk tinggal dirumah, tapi ia tetap bersikeras untuk pergi bekerja. Kau cukup tau bukan bagaimana keras kepala istriku ini..”


“Bukankah lebih baik memberinya kebebasan untuk memilih?” tandas Jaehyun.


“Tentu saja tidak. Dia seorang istri sekarang. hidupnya bukan hanya miliknya. Bukan begitu, Nara?” Taehyun menatap Nara yang berada di sampingnya dengan alis yang sedikit ia naikkan.


"Ya?”


“Yang ku tau, Nara tak suka di kekang..”


“Sepertinya kau sangat mengenal istriku, Hyung..” sindir Taehyun yang berhasil membungkam mulut Jaehyun rapat.


“Taehyun-ah..” ujar Nara mencoba menghentikan pertarungan sengit kedua kakak beradik itu.


“Ya, sayang?” Taehyun dengan sengaja memeluk tubuh istrinya sambil menyentuh pipi Nara seolah dengan sengaja memancing luapan emosi dari kakak nya.


“Lepaskan tanganmu!” bisik Nara risih.


“Tentu saja tidak! Kau istriku Nara..” Taehyun mengecup pipi gadis itu tanpa sungkan.


“Tae!!” dengus Nara kesal.


“Apa? Kau menyukainya?” goda Taehyun sambil mencubit daun hidung Nara penuh senyum.


“Gila!!” umpatnya lirih.


"Terus saja mengataiku gila. Karena suatu saat nanti, kau akan jatuh cinta pada si gila ini, Nara.." Taehyun hanya tersenyum simpul dalam ucapannya.


.


.


.


_To Be Continue_


.


.


.


Author's Note:


Maaf alurnya masih belum terlihat jelas, Tunggu aja bab selanjutnya yah..


Semoga masih berkenan buat baca..


Dan terimkasih sudah singgah..


.


.


.


with love,

__ADS_1


Byunra93_ 💕


__ADS_2