My Possessive Husband

My Possessive Husband
chapter 47


__ADS_3

Selamat membaca,,, 😘😘😘


...****************...


‘Aku sudah berpura-pura dingin padanya, dia memang tidak peka,’ batin Sean kesal.


“Sayang, ini sudah sore, apa kau sudah merasa baikan?” tanya Sean pada istrinya yang rebahan di tempat tidur.


“Aku sudah merasa lebih baik, tidak apa-apa,” jawab Rere asal, jujur saja ia tidak terbiasa dengan sikap Sean yang seperti ini, dan sedikit canggung, meskipun keadaan rumah tangganya sudah membaik.


“Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat malam ini, apa kau bersedia?” tanya Sean dengan penuh harap.


“Kemana?” tanya Rere singkat.


“Rahasia, karena itu sebuah kejutan untuk mu, jika kau tau, namanya bukan kejutan lagi,” jawab Sean sambil mencubit pipi Rere.


“Awwhh, sakit,” ringis Rere sambil mengerucutkan bibirnya dan semakin membuat Sean gemas melihat tingkah laku istrinya.


“Jam sembilan malam, kita akan kesana setelah makan malam,” ucap Sean dengan tangan yang sudah tidak bisa di kondisikan.


“Kalau sudah makan malam, nanti kenyang,” ucap Rere dengan polosnya, membuat Sean terkekeh gemas.


“Apa aku pernah bilang jika kita kesana untuk makan malam, sayang, atau mungkin saja aku yang akan memakan mu, apa kau siap?” bisik Sean di telinga Rere membuat Rere semakin merinding, sedangkan wajahnya sudah seperti udang rebus yang memerah dengan hawa panas yang menjalar di wajahnya.


“Apaan sih,” ucap Rere sambil menunduk menahan rasa malu.


“Sayang kenapa wajahmu memerah, apa kamu demam?” tanya Sean yang sengaja menggoda istri polosnya.

__ADS_1


“Tidak apa-apa,” jawab Rere singkat.


“Baiklah, aku akan mandi dulu, apa kau mau mandi bersama?” goda Sean yang mengerlingkan matanya, yang semakin membuat wajah Rere memerah menahan malu.


“Tidak, aku akan mandi nanti saja,” sergah Rere dengan cepat.


Setelah puas menggoda sang istri, kini Sean lah yang sedang menunggu istri kecilnya mandi, tak berapa lama, pintu kamar mandi pun terbuka, menampilkan sosok wanita yang masih mudah, bahkan masih transisi remaja menuju dewasa, tapi itu justru membuat Sean semakin sayang terhadap istri kecilnya, karena ia sangat yakin bahwa istrinya yang polos tidak akan pernah mengkhianati dirinya.


Rere keluar dengan keadaan sudah rapih, menggunakan dress selutut dan rambutnya yang tergerai indah, tanpa sadar kini Sean melangkahkan kakinya menghampiri Rere.


“Sayang kamu cantik sekali malam ini,” ucap Sean jujur, sedangkan Rere semakin tersipu malu dengan pujian sang suami.


“Bukankah nona Li, hmpp,” sebelum Rere melanjutkan ucapannya, Sean langsung melu**mat habis bibir Rere, ia tidak akan pernah membiarkan Rere menyebut nama orang lain selain dirinya.


“Sayang, aku tidak akan membiarkan kamu menyebut orang lain selain aku, ayo kita ke bawah, pak Sam sudah menjemput untuk makan malam,” ucap Sean yang langsung menggendong istrinya menuju meja makan, sedangkan Rere yang memberontak hanya di anggap angin lalu.


“Apa aku tidak salah dengar sayang, kau begitu ringan, hingga aku sanggup menggendong mu meski hanya dengan satu tangan, aku juga tidak mau orang lain enak melihat dirimu sayang, diam saja atau aku akan mencium mu di hadapan mereka,” ucap Sean dengan menggunakan segala ancamannya yang membuat Rere hanya diam dan patuh.


Kini sepasang suami istri itu sudah ada di meja makan, jika di novel lain sang istri yang melayani suaminya, namun kali ini berbeda, di mana sang istri yang di layani oleh suaminya.


Sean mengambil semua lauk yang ada di meja makan, hingga membuat piring yang ada di tangannya sudah penuh berisi lauk pauk, sedangkan Rere hanya membulatkan matanya yang melihat isi piring itu, untuk siapa makanan sebanyak itu, begitu pikir Rere.


Begitu juga dengan pak Sam yang melihat heran ke arah sang majikan, karena tidak biasanya seperti itu.


“Untuk siapa makanan sebanyak itu?” tanya Rere ragu.


“Untuk kamu sayang, setelah tadi aku menggendong mu, aku berpikir kau ini tidak pernah makan ya, aku tidak mau orang lain sampai berpikir kalau aku suami yang pelit, aku juga tidak mau ada berita bahwa seorang istri pengusaha yang kaya raya mati karena kelaparan,” jawab Sean santai dengan wajah tanpa dosa, sedangkan Rere hanya merutuki kebodohan sang suami dalam hati.

__ADS_1


“Tapi aku tidak bisa makan sebanyak itu,” ucap Rere yang memang tidak akan bisa makan sebanyak itu.


“Tidak ada alasan lagi, apa kau pikir ini untuk dirimu sendiri, aku juga sangat lapar, kita akan makan sepiring berdua,” ucap Sean sambil tersenyum membuat Rere bahagia, kini suaminya bisa menerima dan mencintai dirinya.


Tak butuh waktu lama, makan malam dengan penuh drama sudah selesai, kini sepasang suami istri itu sedang bersiap untuk berangkat ke tempat kejutan yang Sean berikan.


“Sayang kau sangat cantik,” puji Sean pada Rere yang membuat wajah Rere kembali merona.


“Ayo cepat berangkat,” ucap Rere mengalihkan topik.


“Sayang, kau sudah sangat tidak sabaran, ayo, aku akan menunjukkan sesuatu padamu,” ucap Sean yang langsung menggandeng tangan istrinya menuju mobil.


*To be continue*


Terima kasih,,,


...****************...


Ikutin terus kelanjutannya yaa gengs,,, 😘


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up,,,


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya,,


Follow IG Author @aran_diah


Hatur nuhun sadayana.

__ADS_1


__ADS_2