My Possessive Husband

My Possessive Husband
Bonchap


__ADS_3

Hai, ketemu lagi sama Mimin, gimana kabar kalian? Harus sehat ya, dan kalian harus tetap menjaga kesehatan kalian. Ada yang rindu sama Mimin gak ya? Edisi ngarep wkwk, eh maksud Mimin rindu sama karya recehan bin amatiran punya Mimin gak? Eh Min kebanyakan omong amat sih, mau up enggak nih?! Sabar gaes, sabar, Mimin mau melepas rindu sama kalian dulu nih, esmosian banget sih. Dah cukup, karena kalian ngambek, Mimin lanjut cerita ya.


Selamat membaca,,,


...****************...


Enam tahun kemudian.


Setelah selang satu tahun kelahiran Babby Arga Pratama, Rere hamil kembali karena bujukkan Sean yang ingin punya banyak anak. Rere melahirkan seorang putri cantik yang bernama Vio Margaretha, putranya yang sudah seperti copy paste sang ayah, tapi entah dari mana sifat putrinya yang sangat aktif dan cerewet, bahkan mungkin saja sedikit licik untuk mengusili sang kakak, tapi dengan wajah imutnya, ia selalu bisa meluluhkan hati siapa saja yang melihatnya, anggap saja si kancil wkwk.


“Mommy! Daddy! Help me please!” ucap seorang pria kecil yang tengah kesal pada gadis kecil yang ada di hadapannya. Membuat Rere dan Sean segera berlari ke arah mereka dengan panik.


“Ada apa son?” tanya Sean yang bingung dengan putranya yang terlihat sangat kesal.


“Dadd, lihatlah, Vio mengambil gadget milikku saat aku sedang belajar online,” adu Seorang anak kecil berusia 6 tahun, bernama Arga pada Sean, membuat Rere yang melihat tingkah kedua anaknya yang selalu saja ribut. Sean yang juga pusing dengan putri kecilnya yang sangat usil pada kakaknya kini menghela napasnya panjang.


“Hai Queen Vio, kenapa putri Daddy mengambil gadget milik kakak?” tanya Sean dengan lembut pada gadis kecil berusia 4 tahun itu yang bernama Vio.


“Daddy, Vio juga ingin ini,” jawab Vio dengan suara khas anak kecil sambil menunjukkan wajah imutnya.


Hhhahh. Sean menghela napas panjang sambil melirik ke arah Rere yang pusing dan melirik ke arah putranya yang sedang kesal sambil menunjukkan wajah masamnya.


“Baiklah, Vio boleh meminjamnya sebentar ya, besok Daddy belikan yang baru buat Vio, Queen mau kan?” tanya Sean dengan lembut pada putri kecilnya. Sedangkan dari arah lain, ada tatapan membunuh dari putra kecilnya yang sudah sangat emosi mendengar keputusan sang Daddy.


“Percuma bilang sama Daddy, Momm, lihatlah mereka sudah menyakiti putramu,” adu Arga pada Rere.

__ADS_1


“Sayang, bagaimana jika kita membeli gadget yang baru sekarang, Mommy akan memanggil paman Roy,” ucap Rere yang langsung menghubungi Sekertaris bujang lapuk itu. Membuat Sean dan Vio saling melirik satu sama lain.


“Mommy, Vio ikut,” pinta Vio yang berlari ke arah Rere dan memeluk kakinya.


“Sayang, aku juga mau ikut, bagaimana jika nanti ada yang melihatmu,” ucap Sean yang masih saja bodoh jika mengenai istrinya.


“Haiss, sudah, sudah, ayo cepat pergi, sekertaris Roy sudah sampai di depan mansion,” ucap Rere kesal dan berlalu sambil menggandeng tangan putranya, sedangkan Sean langsung menggendong putri kecilnya dan segera menyusul bidadarinya, eh istri mu itu bang Sean, jangan terlalu bucin juga kau bang, Mimin tampol nih pake sendal jepit Mimin.


Setibanya di perjalanan, mereka malah asik sendiri dengan keluarga kecilnya, seolah kebahagiaan sempurna adalah milik mereka, tanpa mereka pedulikan orang yang masih saja sendiri.


“Sayang, nanti aku ingin menambah anak lagi,” ucap Sean dengan manja pada Rere sambil memangku putrinya yang sudah tertidur, sedangkan Arga, pria kecil itu tak habis-habisnya memasang wajah kesalnya yang duduk di samping bujang lapuk itu.


“Hentikan omong kosong mu atau kau akan libur untuk selamanya,” ucap Rere sambil menatap tajam ke arah suaminya.


Sean menelan Saliva nya kasar.


“Sayang, aku hanya bercanda, kenapa kau jadi serius begitu,” ucap Sean yang harus segera menyelamatkan bagian kehidupan lainnya.


“Jika kau ingin melihat bayi mungil di dunia ini, bukankah masih ada yang bisa memberikanmu keponakan yang lucu,” ucap Rere dengan maksud tertentu.


Ciittt


Tiba-tiba sekertaris Roy mengerem mobilnya mendadak.


“Hei, sia**n kau Roy, mau mati jangan mengajak kami, untuk saja putriku tidak terbangun, lihat putraku sangat shok,” ucap Sean bersungut-sungut, entah sejak kapan ia menjadi cerewet seperti emak-emak komplek, bahkan tukang gibah mah lewat wkwk.

__ADS_1


“Maafkan Saya tuan muda, nona muda, nona muda kecil dan tuan muda kecil, saya salah karena kurang hati-hati,” ucap sekertaris Roy yang merasa bersalah.


“Apa kau tersinggung dengan ucapan ku sekertaris Roy?” tanya Rere dengan sengaja.


‘Nona muda, anda memang sangat senang melihat saya dalam keadaan terdesak seperti ini,’ gerutu sekertaris Roy dalam hati.


“Tentu saja tidak Nona muda,” jawab sekertaris Roy dengan singkat.


Tak terasa waktu seharian ini mereka gunakan untuk kencan berdua, sedangkan kedua anaknya malah selalu bersama sekertaris Roy, membuat pria tampan itu pusing tujuh keliling.


Hari sudah larut malam, semua orang sudah pergi ke alam mimpinya masing-masing, namun di sisi lain, pasangan yang tak tahu umur masih saja bersikap seperti remaja yang baru mengenal cinta.


“Sayang, terima kasih sudah memberikanku dua malaikat kecil, aku sangat bahagia hidup bersama denganmu dan juga anak-anak kita, aku berjanji tidak akan meninggalkan kalian dalam hidup maupun mati,” ucap Sean dengan lembut sambil menciumi wajah Rere, dengan keringat yang sudah membanjiri tubuh keduanya setelah berolahraga malam hari.


“Iya, aku tahu, bahkan setiap malam kau selalu mengucapkan itu padaku, sampai aku hafal dan tidak lupa dengan itu,” ucap Rere jengah, namun, walaupun begitu, ia tetap terharu dan bahagia memiliki suami seperti Sean.


“Sayang, kau sama sekali tidak romantis, kalau begitu aku akan menghukum dirimu,” ucap Sean yang langsung on fire lagi dan memangsa istrinya kembali.


...****************...


Sean, entah sejak kapan aku mencintaimu, bahkan perasaan ini begitu dalam padamu, kau selalu menyirami ku dengan cintamu, awal yang begitu menyakitkan kini sudah terobati dengan segala cinta yang telah kau berikan, bahkan kita sudah memiliki dua malaikat kecil yang sangat menggemaskan, entah bagaimana lagi aku harus menumpahkan perasaanku ini, cintaku tak dapat di gambarkan, jangan pernah mengkhianati ku, karena aku tidak akan sanggup untuk menerimanya. Aku mencintaimu Sean ~ Rere Margaretha.


Rere, tanganku yang mengambil dirimu dengan paksa, yang aku ambil bagai sampah tak berguna untuk memenuhi rasa obsesi ku pada wanita lain, entah sejak kapan aku mulai mencintaimu, bahkan aku lebih dulu mencintaimu dan memaksamu untuk mencintaiku, maafkan aku untuk masa lalu, masa kini dan masa depan, aku tidak pernah berpikir untuk mengkhianatimu, karena kau dan anak-anak adalah harta dan kebahagiaanku, tetaplah bersamaku, sampai maut menjemput kita, bahkan jika ada kehidupan selanjutnya, aku akan selalu bersamamu. Aku mencintaimu Rere ~ Sean Agipratama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2