
selamat membaca,,, 😘😘😘
...****************...
“Ahss, sayang sekarang,” ucap Sean yang akan mengeluarkan benihnya.
“Aaahhssss,” de**sah Sean dan Rere saat melakukan pelepasan pertama mereka.
Sean ambruk di gunung kembar sang istri, merasakan rasa hangat yang masih berkedut di bawah sana yang belum di keluarkan dari kandang.
Tak lama kemudian Sean mencabut ular kobra miliknya dan berbaring disebelah istrinya yang masih terengah mengatur napasnya karena kelelahan akibat permainan Sean yang sangat luar biasa.
Cupp!
“Terima kasih, sayang, aku mencintaimu,” ucap Sean yang tengah memeluk Rere yang sudah memejamkan matanya.
Tak lama kemudian, Sean pun memejamkan matanya, menyusul sang istri untuk menyelami alam mimpinya. Sedangkan sekertaris Roy tengah melakukan apa yang telah Sean tugaskan padanya, hingga siapa saja yang mau mencoba bermain-main dengan sang tuan muda, maka akan berhadapan dengan dirinya.
......................
Pagi hari ini, sinar mentari menerobos masuk menembus kamar sepasang suami istri yang masih bergelung di bawah selimut dengan nyaman.
“Enghhh,” lenguhan Rere sambil mengucek matanya.
“Em, sayang kau sudah bangun?” tanya Sean dengan suara seraknya, terdengar sangat seksi di telinga Rere, yang terbangun karena mendengar suara sang istri.
“Aku lapar,” ucap Rere polos, membuat Sean tersenyum mendengarnya.
“Baiklah, ayo kita mandi dulu, setelah ini kita akan sarapan,” ucap Sean tersenyum mesum, Rere yang melihat hal itu sampai bergidik ngeri.
__ADS_1
“Jangan lagi, aku benar-benar lapar, tapi di sini tidak ada pakaian ganti,” ucap Rere sambil menampilkan wajah imutnya, membuat Sean semakin gemas.
“Baiklah,” ucap Sean final, bagaimana pun, ia tidak tega melihat sang istri jika sudah menampilkan wajahnya yang imut itu.
Tak butuh waktu lama, kini mereka sudah membersihkan diri mereka, Rere dengan begitu cantiknya menggunakan dress warna merah, sedangkan Sean sudah jangan di tanyakan lagi, wajahnya bagai bebek, ia cemberut karena Rere begitu tidak romantis pada suaminya, wanita itu tidak pernah mengeluarkan kata-kata manis untuknya, walau sedikit saja.
“Haisss, kenapa wanita itu begitu dingin, apa ini karma untuk ku karena dulu sangat dingin padanya, aku harus banyak berjuang untuk remaja itu, sangat menyebalkan, tapi kenapa aku sangat mencintainya,” gumam Sean yang sangat kesal dengan istrinya yang tidak peka.
“Sayang, ayo kita keluar, sekertaris Roy sudah menunggu kita,” ucap Rere yang berjalan lebih dulu meninggalkan Sean yang sangat kesal, bahkan wanita itu tidak peka pada suaminya.
“Apa?! Dia lebih memilih sekertaris itu di banding aku suaminya, benar-benar menyebalkan,” gumam Sean lalu menyusul istrinya sambil menghentakkan kakinya karena pagi ini harus di uji oleh orang yang ia cintai.
......................
Setelah sampai di restauran hotel tersebut, kini mereka sarapan dengan lahap, sedangkan Sean, pria itu makan dengan malas, bukan karena ia tidak lapar, tapi karena istrinya begitu cuek, Sean pun hanya melayangkan tatapan tajamnya ke arah sekertaris Roy yang sedang fokus makan.
Uhukk uhukk
Glekk
Sekertaris itu seakan makan di pengadilan yang seakan ia adalah tersangkanya.
“Terima kasih nona muda,” ucap sekertaris Roy yang malam meminum air miliknya.
“Hmm,” ucap Rere singkat.
‘Kenapa sekarang rasa makanannya jadi tidak enak, kenapa tuan muda ingin memakan ku, apa salah ku,’ batin sekertaris Roy yang mencoba tenang dengan penampilan dinginnya.
“Roy, apa kau sudah melakukan tugasmu dengan baik?” tanya Sean serius, pria itu sudah selesai makan, sedangkan Rere langsung menoleh ke arah suaminya dan melirik ke arah sekertaris Roy. Namun, tetap saja dua orang pria itu tak menghiraukan dirinya.
__ADS_1
“Sudah tuan,” jawab sekertaris Roy singkat.
......................
Di sisi lain, seorang pria paruh baya tengah frustasi dengan apa yang telah kedua putrinya perbuat hingga berimbas pada perusahaannya.
“Bodoh! Kenapa kalian melakukan hal yang seceroboh ini hah!” bentak tuan Alex pada kedua putrinya.
“Maafkan kami, Dad, kami sungguh menyesal,” ucap seorang wanita yang tak lain adalah Liora sambil terisak.
“Aku hanya mengikuti perintah kakak dad,” ucap sang adik sambil terisak, ia tidak mau sampai sang Daddy juga menyalahkan dirinya.
“Ini semua sudah terjadi, daddy terpaksa melakukan yang terbaik untuk kita semua,” ucap sang daddy, membuat kedua putrinya menoleh ke arahnya, sambil menatap bingung.
“Apa itu, dad?” tanya keduanya kompak.
*To be continue*
Terima kasih,,,
...****************...
Ikutin terus kelanjutannya yaa gengs,,,
Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up,,,
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya,,
Follow IG Author @aran_diah
__ADS_1
Hatur nuhun sadayana.