My Possessive Husband

My Possessive Husband
chapter 67 end


__ADS_3

Selamat membaca,,, 😘😘😘


...****************...


Satu minggu kemudian.


Hari yang di tunggu oleh sepasang kekasih pun telah tiba, kini Bryan dan Mega sudah resmi menjadi sepasang suami istri, tak ketinggalan pula Sean dan Rere yang sudah ada di sana dengan sosok yang selalu ada di samping mereka, yaitu sekertaris Roy, mereka secara bergantian memberikan selamat pada sepasang pengantin baru tersebut.


“Selamat untuk kalian berdua, aku sudah menyiapkan hadiah rumah untuk kalian, ini, pegang kuncinya,” ucap Sean yang tidak bisa berekspresi sedikitpun.


“Terima kasih tuan, tapi hadiah ini terlalu besar, bagaimana mungkin tuan memberikannya secara suka rela?” tanya Mega yang tidak habis pikir dengan pria tajir yang satu ini.


“Aku tidak menerima penolakan!” tegas Sean yang membuat Mega dan Bryan menelan Saliva nya kasar.


‘Haiss, bosku ini tidak pernah berubah, ia hanya jinak pada istrinya,’ gerutu Mega dalam hati sambil menerima kunci rumah mewah tersebut.


‘Pria tua ini dari dulu suka sekali yang namanya memaksa,’ gerutu Bryan dalam hati.


“Mega, selamat ya, akhirnya kau menjadi seorang istri, aku turut bahagia,” ucap Rere sambil memeluk erat sahabatnya tersebut.


“Terima kasih Rere, aku sangat beruntung punya sahabat seperti dirimu,” ucap Mega sambil membalas pelukan dari Rere.


“Bryan, selamat untuk mu juga, jadilah suami yang bertanggung jawab, terima kasih sudah membantu dan menolongku dalam setiap kesulitan diriku, aku harap kau juga bisa membahagiakan sahabatku Mega,” ucap Rere menjabat tangan Bryan, ia merasa sangat bersyukur bisa mengenal pria sebaik Bryan.


Namun intaian mata harimau sudah terlihat, dengan segera Rere melepaskan tangan Bryan.


Sedangkan, sekertaris Roy hanya mengucapkan kata selamat dengan datar dan singkat, sungguh bukan pemandangan yang indah.


Enam bulan kemudian.


Hari kelahiran pun telah tiba, seorang wanita yang sedang kesakitan di dalam ruangan persalinan, tak lupa juga seorang suami yang selalu menemani sang istri. Sedangkan keluarga lainnya berada di luar ruangan bersama dengan sekertaris Roy.


“Dokter, apa yang terjadi dengan istriku, kenapa istriku sangat kesakitan?” tanya Sean panik sambil terus menggenggam tangan mungil Rere.


“Tuan tenang saja, ini hanya kontraksi saja, sebentar lagi pembukaannya sempurna,” jawab dokter tersebut.


“Akhh, hufft, huftt, sayang, ini sakit sekali,” ucap Rere dengan keringat yang sudah membanjiri tubuhnya.


“Sayang, aku mohon bertahanlah, aku tidak akan sanggup jika kau pergi, aku tidak akan bisa hidup tanpamu sayang, aku mohon bertahanlah,” isak Sean dengan suara yang tertahan akibat menangis, dokter yang ada di sana pun di buat melongo karena sikap Sean yang baru mereka ketahui.

__ADS_1


“Ahh, sakit,” ringis Rere dengan air mata yang telah mengalir dari sudut matanya.


“Nona sudah waktunya, ikuti arahan saya ya nona, tarik napas lalu buang pelan-pelan, ayo nona,” ucap sang dokter memberi arahan.


“Arrrgghh, hufft, hufft, aaarrrgghh,”


Oeeekk oeeekk oeeekk


Suara tangisan bayi laki-laki memecah ruangan tersebut, Rere dan Sean yang melihat itu begitu lega dan bahagia.


Cupp cupp cupp


Sean menciumi wajah Rere dengan penuh kasih sayang, Rere hanya bisa tersenyum dengan air mata kebahagiaan.


“Sayang, terima kasih sudah bertahan untukku, untuk keluarga kecil kita yang sudah lengkap, aku bahagia bersamamu, jangan tinggalkan aku, cupp,” ucap Sean dengan deraian air mata.


“Tuan, mohon keluar dulu, kami akan membersihkan bayi dan nona muda terlebih dahulu,” ucap sang suster pada Sean yang langsung di jawab sebuah anggukan oleh Sean.


“Sayang, aku keluar dulu, aku akan memberi tahu ayah dan ibu di luar sana,” ucap Sean yang di jawab sebuah senyuman oleh Rere.


Ceklekkk


Pintu ruangan terbuka, menampilkan sosok pria yang baru saja menjadi seorang ayah.


“Mereka baik- baik saja bu,” jawab Sean sambil tersenyum pada ibu mertuanya.


“Lalu bagaimana dengan cucuku, laki-laki atau perempuan?” tanya pak Antony. Ayah Rere.


“Cucu ayah dan ibu seorang jagoan, dia pewaris ku,” jawab Sean dengan bangga, membuat Ameera dan Antony merasa sangat bahagia, ia tidak peduli jika bayi itu laki-laki atau perempuan, karena itu sama saja darah daging mereka.


“Kakak ipar, selamat ya kak, akhirnya aku mempunyai keponakan,” ucap Rio dengan senyum cerah ceria.


“Terima kasih, aku berjanji akan menjaga istri dan anakku,” ucap Sean sambil menepuk bahu Rio.


“Tuan muda, selamat, akhirnya anda sudah menjadi seorang ayah, saya berjanji akan menjaganya seperti saya menjaga anda,” ucap sekertaris Roy yang turut bahagia atas tuan mudanya.


“Terima kasih, kau memang tidak akan pernah mengecewakan aku, tapi aku harap kau segera menikah dan mencari kebahagiaanmu sendiri, karena tugasmu sudah selesai, aku sudah bahagia bersama dengan keluarga kecilku,” ucap Sean yang berharap sekertarisnya itu bisa mengikuti langkahnya dan membina keluarga.


Sedangkan Sekertaris Roy hanya tersenyum kikuk, entah apa yang harus ia katakan.

__ADS_1


Ceklekkk


“Tuan, anda sudah boleh masuk untuk melihat istri dan anak anda,” ucap sang dokter yang muncul dari balik pintu.


Tak ingin membuang waktu, kini mereka masuk untuk melihat keadaan Rere dan bayinya.


“Sayang, selamat ya, ibu dan ayah sangat bahagia melihat keadaanmu dan bayimu baik-baik saja,” ucap Ameera dengan tangis haru, begitu juga dengan Antony.


“Kakak, selamat ya kak, kau sudah menjadi seorang ibu dan aku akan menjadi paman yang baik untuk putramu,” ucap Rio dengan bahagia.


“Terima kasih untuk semuanya, aku bahagia memiliki kalian di sisiku,” ucap Rere sambil menangis haru.


“Nona muda, selamat atas kelahiran baby boy,” ucap sekertaris Roy singkat sambil tersenyum.


Ceklekkk


Pintu ruangan terbuka.


“Rere, selamat ya, wah baby boy mu mirip sekali dengan tuan muda,” ucap Mega yang merusak tangis haru karena sifatnya yang barbar.


“Re, selamat ya,” ucap Bryan singkat sambil tersenyum tipis.


“Aku harap kalian juga segera menyusul,” ucap Rere sambil tersenyum hangat. Mega dan Bryan hanya membalas dengan seulas senyuman tipis.


“Kalian beri nama siapa baby boy ini?” tanya Rio memecah keheningan.


“Arga Pratama,” ucap Sean sambil mencium bayi mungil itu.


“Terima kasih sayang,” ucap Rere menitikkan air matanya.


...~TAMAT~...


~Untuk setiap keindahan, ada sepasang mata di satu tempat yang melihatnya. Untuk setiap kebenaran, ada sepasang telinga di satu tempat yang mendengarnya. Untuk setiap cinta ada hati di satu tempat yang menerimanya.


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat di sampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.~ Rere Margaretha.


~Cinta yang sempurna berasal dari dua orang yang tida sempurna dan mereka yang tak saling menyerah untuk saling memperjuangkan satu sama lain. Cinta adalah kekuatan, cemburu adalah kekuatan dan kamu tidak dapat memelihara keduanya secara bersamaan.

__ADS_1


Mungkin Tuhan mempertemukan kita dengan cinta yang salah agar dapat lebih menghargai cinta sejati yang tiba sesudahnya.


Hatiku adalah yang paling beruntung dan paling bahagia di alam semesta karena kamu hidup di dalamnya~ Sean Agipratama.


__ADS_2