
Selamat membaca,,, 😘😘😘
...****************...
Setelah memberikan setumpuk pekerjaan pada sekertaris kesayangannya, kini Sean pergi dari ruang kerjanya menuju kamar, di mana sang istri berada, dengan hati-hati ia membuka pintu kamar, agar tidak mengganggu dan tidak membangunkan sang istri.
Dipandangi wajah sang istri yang sangat cantik meskipun saat tertidur, sambil mengelus kepala sang istri dengan sayang, ia begitu merasa bersalah terhadap wanita yang kini ia cintai.
“Enghh,” lenguhan Rere saat terbangun karena merasa ada yang mengelus kepalanya.
“Sayang, kau sudah bangun, maaf aku mengganggu tidurmu,” ucap Sean merasa bersalah karena sudah mengganggu sang istri.
“Tidak sayang, kau tidak mengganggu ku,” ucap Rere lalu bangkit untuk duduk bersandar di ujung tempat tidur.
“Sayang, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu,” ucap Sean sambil memberikan sebuah surat di tangannya.
“Ini surat kontrak pernikahan kita, apa maksudmu?” tanya Rere yang tak mengerti dengan apa yang suaminya inginkan.
“Aku ingin memulai semuanya dari awal bersama denganmu, aku berikan ini padamu, aku ingin kau yang menghancurkan surat kontrak itu,” pintanya pada istri kecilnya, Rere hanya menatap lekat suaminya, mencari sebuah kebohongan, namun tak kunjung ia temukan.
“Apa kau serius, sayang?” tanya Rere meyakinkan.
“Percayalah padaku,” pinta Sean pada sang istri, kemudian ia mencium kening sang istri dengan sangat lembut.
Cuupp
“Baiklah, aku akan menghancurkan surat ini, terima kasih sudah menerimaku,” ucap Rere dengan mata berkaca-kaca , ia sangat senang, akhirnya sang suami sudah mulai menerimanya.
__ADS_1
Srekk!
Srekk!
Srekk!
Rere merobek surat kontrak pernikahannya menjadi beberapa bagian.
“Mulai sekarang, kau adalah istri yang aku cintai, tidak ada kontrak di dalamnya dan tidak ada keterpaksaan, apa kau mencintaiku sayang?” tanya Sean dengan harapan sang istri menjawab sesuai dengan harapannya, namun sang istri hanya diam dan menunduk.
“Tidak apa-apa, aku akan selalu menunggu jawaban itu jika memang sudah ada, meskipun tidak adanya cinta, kamu akan tetap menjadi milikku, aku mencintaimu sayang,” ucap Sean sambil memeluk sang istri, meskipun hatinya merasa kecewa, namun bagaimana pun ini semua karena salah dirinya yang telah menyakiti sang istri dan selalu mengingatkan agar menjaga perasaannya.
Waktu sudah hampir gelap, namun seorang pria masih berkutat di depan komputernya, para karyawan sudah berlalu lalang untuk pulang, namun pria itu masih belum menunjukkan tanda-tanda akan segera pergi dari tempatnya.
“Haiss, akhirnya pekerjaanku selesai juga, tuan muda memang sangat licik, aku akan langsung pulang untuk berendam air hangat, pasti rasanya sangat nyaman,” gumam Sekertaris Roy merasa senang karena sebentar lagi akan segera istirahat.
Triiing triiingg triiingg
Glekk!
Sekertaris Roy menelan Saliva nya, entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak setelah melihat siapa yang memanggil lewat benda pipih miliknya itu, ingin rasanya ia menolak atau membiarkannya saja, namun nyawanya jauh lebih penting, sudah di pastikan orang yang sedang jatuh cinta itu akan memberikan tugas yang membuatnya untuk melupakan air hangatnya, dengan berat hati ia menjawab panggilan itu.
“Halo tuan muda,” ucap Sekertaris Roy ragu.
“Apa kau sudah bosan hidup hah!” teriak Sean di sebrang sana karena kesal membuat sekertaris Roy seketika menjauhkan benda pipih itu dari telinganya.
“Tidak tuan muda, tadi saya tidak mendengar ada panggilan dari anda karena pekerjaan yang tuan muda berikan belum selesai,” ucap sekertaris Roy berkilah.
__ADS_1
“Apa kau menyalahkan aku hah, apa kau benar-benar sudah bosan hidup!” teriak-teriak di sebrang sana membuat sekertaris Roy serba salah.
“Tidak tuan muda, mana mungkin saya berani menyalahkan anda,” ucap sekertaris Roy meringis.
“Cih! Alasan saja, aku ada tugas penting untukmu, ini antara hidup dan mati,” ucap Sean menggunakan jurus andalannya.
Glekk!
Sekertaris Roy menelan Saliva nya kasar dengan perasaan campur aduk.
‘Kenapa perasaanku jadi tidak enak begini? Batin sekertaris Roy.
“Tugas apa itu Tuan muda, apapun akan saya lakukan,” ucap sekertaris Roy berusaha tegas.
“Tugasmu adalah,,,
*To be continue*
Terima kasih,,,
...****************...
Ikutin terus kelanjutannya yaa gengs,,,
Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up,,,
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya,,
__ADS_1
Follow IG Author @aran_diah
Hatur nuhun sadayana,,,