My Possessive Husband

My Possessive Husband
chapter 48


__ADS_3

Selamat membaca,,, 😘😘😘


Setelah sampai di tempat tujuan, kini Sean turun dari mobilnya dan memutari arah untuk membukakan pintu mobilnya, karena mereka saat ini tidak sedang bersama sekertaris kaku itu, entah kemana sekertaris Roy pergi, biasanya pria kaku itu selalu ikut kemana pun tuannya pergi, begitu mungkin isi pikiran Rere yang terus bertanya dalam benaknya.


“Sayang, kita kenapa ke hotel?” tanya Rere dengan bingung, untuk apa sebenarnya dengan Sean yang tiba- tiba membawa Rere ke hotel mewah itu.


“Sayang kau akan tahu saat melihat ke dalam, ayo,” jawab Sean sambil tersenyum dan segera menggandeng tangan Rere dengan erat, seakan ia tidak akan pernah mau melepaskan wanita mungil itu.


Tak butuh waktu lama, kini Sean sudah sampai di tempat tujuannya yaitu Restauran yang berada di puncak ketinggian gedung hotel itu, sehingga mereka bisa melihat keindahan kota suasana malam hari, sungguh indah dan sejuk.


Biasanya, orang yang ingin memberikan kejutan pada seseorang akan menutupi matanya terlebih dahulu agar menjadi sebuah kejutan, namun tidak bagi Sean dan Rere, dengan tidak romantisnya ia membiarkan mata sang istri terbuka lebar, sehingga wanita itu sudah melihatnya terlebih dahulu.


Terkejut memang masih Rere rasakan, ia sangat bahagia saat sang suami menunjukkan rasa cintanya malam ini.


‘Tuhan, terima kasih sudah membuka hati suamiku, meskipun aku tidak tahu, apakah ini sudah benar atau salah, tapi aku akan mencintai dirinya,’ batin Rere yang merasa terharu.


Dengan sangat hati- hati Sean mengajak sang istri duduk, ia menarik kursi dan mempersilahkan wanita yang sangat ia cintai untuk duduk, kemudian ia menyusul untuk duduk di sebrang meja, hingga kini keduanya duduk saling berhadapan.

__ADS_1


Makanan yang sudah tersaji di meja makan membuat Rere mengernyitkan dahinya bingung, apakah suaminya ingin dirinya menjadi gemuk, sungguh Rere jadi kesal di buatnya.


“Apa kau sengaja ingin membuat ku gemuk?” tanya Rere yang tidak bisa menahan jiwa keponya.


“Tidak sayang, siapapun dan bagaimana pun dirimu, aku akan tetap mencintaimu, maafkan aku yang selama ini sudah menyakiti dirimu, yang sudah menyia- nyiakan wanita baik seperti dirimu, aku sadar, aku bukan pria yang romantis saat bersama pasangannya, tapi jika membuktikannya, aku bisa, nanti saat di kamar akan aku tunjukkan padamu,” ucap Sean dengan bodohnya, entah sejak kapan julukan pria dingin dan kejam sudah hilang dan sudah di ganti dengan julukan bucin dan sangat bodoh, sungguh Mimin juga heran dengan sikap Sean dan tidak bisa berbuat apa- apa lagi.


Rere sangat terharu dengan kata- kata yang Sean lontarkan padanya, meskipun tidak terkesan romantis tapi ia sadar jika sang suami menyatakannya dengan sangat tulus, hingga di detik- detik terakhir yang Sean ucapkan, membuat ia merasa kesal sekaligus menjadi malu, kemudian Sean bangkit untuk menghampiri dirinya, dan berjongkok di hadapannya, mengambil sebuah kotak berwarna hitam dan membukanya, terkejut dengan apa yang ada dalam kotak tersebut. Sebuah cincin termahal di negeri ini, dengan design yang elegan, di tambah mutiara yang mengelilingi cincin indah itu.


“Rere Margaretha, mungkin ini sudah terlambat jika aku ingin melamar mu, tapi malam ini, izinkan aku meminta dirimu, melamar mu secara baik- baik, tidak ada paksaan sedikitpun di antara kita, maupun ancaman di dalamnya, aku sadar, aku sudah salah memperlakukan dirimu, entah kapan aku mulai mencintaimu, tapi sungguh, saat ini dalam hatiku hanya ada dirimu, kau sudah mengambil seluruh cintaku hingga tak tersisa sedikitpun, Rere, maukah kau hidup bersamaku, mengurus anak- anak kita bersama, menua bersama dengan diriku, hingga ajal yang menjemput kita, bahkan tidak akan ada yang bisa memisahkan kita, meskipun maut menjemput kita, apakah kau bersedia?” tanya Gavin penuh harap, ia menuangkan perasaannya malam ini, berharap tidak ada yang terlewat sedikitpun ungkapan cintanya pada sang istri.


“Iya aku bersedia,” ucap Rere singkat, ia tidak tahu harus berkata- kata lagi karena terlalu bahagia, dengan cepat Sean memasangkan cincin itu di jari manis sang istri dan langsung memeluknya.


“Terima kasih sayang, terima kasih banyak, aku sangat bahagia,” ucap Sean bahagia, melepaskan pelukannya dan memberikan ciuman bertubi-tubi tubi di wajah cantik sang istri.


......................


Di sisi lain, seorang wanita sedang menyeringai iblis, senyuman devil nya terpancar jelas saat sebuah rencana yang ia buat sebentar lagi akan di mulai.

__ADS_1


“Kau akan menjadi milikku, tidak akan pernah akan aku lepaskan, meskipun aku harus membunuhmu, karena lebih baik kau mati atau tidak sama sekali bersamaku, jika aku tidak bisa bersamamu, maka orang lain pun tidak akan bisa,” gumam seorang wanita tersebut sambil menyeringai.


*To be continue*


Terima kasih,,,


...****************...


Ikutin terus kelanjutannya yaa gengs,,,


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up,,,


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya,,


Follow IG Author @aran_diah


Hatur nuhun sadayana.

__ADS_1


__ADS_2