
Selamat membaca,,, 😘😘😘
...****************...
“Bahkan aku bisa mengurus istriku lebih baik dari dari pada tangan dokter,” menatap sinis ke arah dokter.
“Baiklah, apa ada yang bisa saya bantu lagi tuan?” tanya dokter itu lagi.
“Tidak ada, aku hanya ingin bertanya, kenapa istriku menjadi sangat sensitif?” tanya Sean yang sangat takut jika istrinya akan terus sering merajuk padanya.
“Itu normal pada keadaan ibu hamil tuan, jadi tuan harus selalu menjaga suasana hati istri anda, jangan biarkan istri anda stres, karena itu akan sangat berbahaya,” jawab sang dokter, sedangkan Sean hanya manggut- manggut entah itu tanda mengerti atau pura-pura mengerti saja.
“Apa itu membutuhkan waktu lama?” tanya Sean penasaran.
“Mungkin itu semasa kehamilannya tuan, jadi anda jangan pernah menyinggungnya sedikitpun, sebaiknya anda membaca buku, artikel seputar kehamilan tuan” jawab sang dokter.
“Baiklah, kalau begitu, aku permisi,” ucap Sean segera bangkit dan kembali ke ruangan di mana Rere dirawat.
Cekleekk
Sean membuka pintu ruangan Rere, ternyata wanita itu terbangun dan sedang menatap sinis ke arah suaminya.
Glekk
Sean menelan Saliva nya kasar.
__ADS_1
‘Kenapa auranya sangat menakutkan saat sedang hamil, sekarang tamatlah riwayatku, apalagi sekarang sangat susah untuk membujuknya,’ batin Sean sambil melangkah ke arah Rere.
“Sayang, kau sudah bangun?” tanya Sean sambil mengelus kepala Rere. Sedangkan Rere langsung memalingkan wajahnya dengan mata yang berkaca-kaca.
“Sayang, maafkan aku, tadi aku baru saja di panggil dokter,” ucap Sean membuat Rere menoleh seketika ke arahnya.
“Benarkah?” tanya Rere yang di jawab sebuah anggukan oleh Sean.
“Besok kita akan pulang, jadi kita harus beristirahat,” ucap Sean yang langsung naik ke atas pembaringan dan mendekap Rere dengan erat.
Tiga bulan kemudian.
Sudah beberapa bulan ini Sean jarang sekali pergi ke kantor, pria itu terlihat agak berbeda, ia seperti sangat kelelahan, matanya yang berkantung dan hitam bagai mata panda, karena istrinya tidak akan pernah membiarkannya tidur dengan tenang.
“Sayang, bangun,” Rere menggoyangkan tubuh Sean agar terbangun lagi di tengah malam seperti biasanya.
“Hikss, hikss hikss, ternyata kau sudah tidak peduli lagi padaku dan anak kita,” isakan Rere yang terdengar sangat pilu. Sean yang mendengar suara isakan istrinya langsung membuka matanya dan merasa sangat bersalah.
“Sayang, maafkan aku, tadi aku sangat mengantuk karena sudah beberapa bulan ini tidak tidur malam,” ucap Sean yang berusaha memberikan pengertian pada istrinya. Namun, Rere seperti tak peduli dan berbalik memunggungi Sean, membuat Sean menjadi pusing tujuh keliling.
“Hikss, hikss, jadi selama ini kau tidak tulus padaku?” tanya Rere berbalik menatap Sean mengintimidasi, membuat Sean benar- benar pusing dan merasa Frustasi.
‘Haiss, apa sekarang anak ku sedang membalaskan dendam ibunya dulu, anak ini belum lahir saja sudah membuat ku kerepotan, apalagi anak ini sudah menjauhkan aku dengan istriku dan tidak bisa menjenguknya di dalam sana, kalau saja ini bukan anak ku, akan aku tolak mentah- mentah, membuatku kesal saja, penampilanku saja sudah mulai jelek gara- gara kurang tidur, aku harus segera melakukan perawatan agar istri kecil ku tidak berpaling dariku,’ gerutu Sean dalam hati.
“Sayang, bukan seperti itu, baiklah maafkan aku yang tidak mengerti dirimu, apa yang aku inginkan?” bujuk Sean agar Rere tidak mendiamkan dirinya lagi, karena jika Rere mendiamkan dirinya, itu adalah hukuman yang paling berat untuknya, dan ia tidak akan membiarkan istrinya marah terlalu lama.
__ADS_1
“Aku ingin makan mangga muda,” ucap Rere dengan tatapan berbinar.
“Baiklah, aku akan menghubungi Roy untuk mencarikan mangga muda untukmu,” ucap Sean yang hendak mengambil ponsel miliknya yang ada di atas nakas.
“Ini anakmu atau sekertaris Roy, karena aku ingin ayahnya yang mencarikannya untukku,” ketus Rere pada Sean.
Glekk
‘Anak ini benar- benar ingin menghukum diriku rupanya, tapi aku tidak rela jika istriku mengatakan anak ini milik Roy, tentu saja aku adalah ayahnya dan aku yang akan mencarikannya mangga muda, Roy awas saja kau, karena kau sudah masuk dalam pikiran istriku, aku akan menghukum dirimu,’ gerutu Sean yang sangat kesal karena mulut istrinya mengucapkan nama pria lain di hadapannya.
“Tentu saja aku ayahnya, aku akan mencarikannya untukmu, oke,” ucap Sean yang segera bangkit dengan piyama tidurnya untuk mencari mangga muda di tengah malam, karena ia tidak mau sang istri menunggunya lebih lama lagi.
*To be continue*
Terima kasih,,,
...****************...
Ikutin terus kelanjutannya yaa gengs,,,
Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up,,,
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya,,
Follow IG Author @aran_diah
__ADS_1
Hatur nuhun sadayana.