My Possessive Husband

My Possessive Husband
chapter 62


__ADS_3

selamat membaca,,, 😘😘😘


...****************...


“Sayang, kau hamil, anak kita,” jawab Sean sambil tersenyum sambil mencium tangan istrinya.


“A- aku hamil, anak kita?” tanya Rere lagi dan di jawab sebuah anggukan oleh Sean.


“Benar, sayang, di sini sudah ada anak kita, terima kasih sudah mau mengandung anakku,” ucap Sean yang mengelus perut istrinya dan menciuminya, membuat Rere kegelian.


“Hentikan, kau membuatku geli,” ucap Rere sambil menahan kepala suaminya agar tidak menciumi perutnya lagi.


“Aku hanya ingin mencium anakku saja, maafkan aku, apa kau mau memaafkan aku?” tanya Sean yang berubah menjadi murung.


“Hmm, asal kau berjanji tidak akan mengulanginya lagi,”


“Baiklah, aku tidak akan menyakiti istri dan anak ku lagi, tapi aku sedikit sedih,” ucap Sean dengan manja.


“Kenapa sedih, kau bilang tadi sangat bahagia, apa kau mempermainkan ku?” tanya Rere yang mulai kesal lagi.


“Aku sedih karena aku belum bisa menjenguk kecebong ku di dalam sana,” jawab Sean asal, membuat Rere kesal karena anaknya di panggil kecebong.


“Ini anakmu, bukan anak katak, kenapa kau memanggilnya begitu, kau memang ayah yang sangat jahat,” Rere bersungut-sungut tidak terima.


“Sayang, panggilan itu sangat lucu untuk anak kita, dia masih berusia lima minggu, kita harus menjaganya dengan sangat baik dan hati-hati, aku akan bersabar untuk tidak menjenguknya, sekarang kau harus beristirahat, cuup,” ucap Sean dengan tatapan menggoda lalu mencium kening sang istri.

__ADS_1


“Jangan pergi,” ucap Rere yang ingin di temani oleh Sean.


“Aku tidak akan pergi, kau harus istirahat,” ucap Sean menenangkan istrinya.


“Naiklah,” titah Rere meminta Sean untuk tidur bersamanya, tidak ingin mengecewakan sang istri, Sean pun naik ke atas pembaringan.


“Sayang, aku ingin pulang,” ucap Rere yang membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami.


“Baiklah, besok aku akan meminta izin pada dokter, tapi malam ini kau harus istirahat dulu di sini, sekarang tidurlah, dokter bilang kau harus banyak beristirahat,” ucap Sean yang semakin mengeratkan pelukannya.


Tak butuh waktu lama, kini Rere sudah terlelap kembali, Sean segera beranjak dari tempat pembaringan sang istri, sambil meletakkan kepala sang istri dengan sangat hati-hati, ia pun keluar untuk mencari dokter.


Ceklekk


Terlihat di sana sekertaris Roy yang masih setia menunggu, saat tahu Sean keluar ia segera bangkit dan menghampiri sang tuan muda.


“Kau tidak perlu khawatir, semuanya sudah baik-baik saja, istriku juga sedang tidur, sebaiknya kau istirahat dan pulang saja,” titah Sean pada sekertaris Roy.


“Maaf tuan muda, tapi saya tidak bisa meninggalkan anda sendirian di sini,” bantah sekertaris Roy, ia tidak mau sampai terjadi sesuatu pada tuan mudanya.


“Aku tidak menerima bantahan apapun darimu, sebaiknya besok pagi kau kembali lagi,” ucap Sean tegas dan tidak menerima bantahan apapun dari sekertarisnya.


“Baiklah, kalau ada sesuatu, tuan segera hubungi saya, saya pamit undur diri,” ucap sekertaris Roy kemudian pergi dari sana.


Setelah kepergian sekertaris Roy, Sean pergi untuk menemui sang dokter.

__ADS_1


“Dokter, besok saya ingin membawa istri saya pulang,” ucap Sean tanpa basa basi lagi.


“Tapi tuan, sebaiknya istri anda di rawat di sini,” ucap sang dokter.


“Saya tidak menerima bantahan apapun, jika tidak, aku akan meratakan bangunan rumah sakit ini,” ucap Sean menatap dokter itu dengan tajam, membuat sang dokter ketakutan, bagaimana bisa,orang yang tadi begitu menyedihkan, kini berubah menjadi monster.


“Baiklah, nanti akan saya urus surat kepulangannya, tapi anda harus menjaga istri anda dengan sangat baik,” ucap sang dokter memperingati


“Bahkan aku bisa mengurus istriku lebih baik dari dari pada tangan dokter,” menatap sinis ke arah dokter.


“Baiklah, apa ada yang bisa saya bantu lagi tuan?” tanya dokter itu lagi.


*To be continue*


Terima kasih,,,


...****************...


Ikutin terus kelanjutannya yaa gengs,,,


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up,,,


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya,,


Follow IG Author @aran_diah

__ADS_1


Hatur nuhun sadayana.


__ADS_2