
selamat membaca,,, 😘😘😘
...****************...
“Berarti kau sudah setuju kan?” tanya Rere dengan mata yang berbinar, yang di jawab sebuah anggukan oleh Sean.
“Sebaiknya kita istirahat, ayo tidur,” ajak Sean yang langsung memeluk istri mungilnya.
Keesokan harinya, semua sudah kumpul di meja sarapan, Rere terlihat begitu semangat, tentu saja Sean tahu apa yang membuat istrinya begitu semangat.
“Sayang, jangan lupakan janjimu, kau tidak boleh memaraho Mega, atau aku yang akan marah padamu,” ancam Rere dengan lancar, membuat Sean harus mengalah lagi.
‘Sial! Wanita ini sudah tahu kelemahan diriku,’ umpat Sean dalam hati.
“Baiklah, apapun untukmu, aku sudah selesai, kau harus jaga diri baik-baik, kau tidak boleh bertemu dengan pria manapun, oke” jawab Sean pasrah. Ia bangkit yang di ikuti oleh Rere, Sean pun mencium kening Rere dengan lembut dan di lanjut mencium bibir Rere dengan singkat.
“Kau hati-hati,” ucap Rere tersenyum lembut.
Setelah drama pagi selesai, kini Sean pun berangkat ke kantor, karena sekertaris Roy sudah bagai tiang listrik yang berdiri lama menunggu drama pagi sepasang suami istri yang sangat menggelikan baginya. Sedangkan Rere, wanita itu juga sudah berangkat untuk bertemu dengan sahabat.
__ADS_1
“Roy, lacak keberadaan istriku,” titah Sean yang seenak jidat.
“Tapi tuan, saya sedang mengemudi,” ucap sekertaris Roy jujur.
“Apa kau sekarang sudah berani mencari alasan hah!” geram Sean yang mendengar jawaban sekertaris itu.
“Tidak tuan, baiklah, saya akan melacak keberadaan nona muda,” ucap sekertaris Roy pasrah, ia langsung mengambil ponsel miliknya yang terhubung dengan alat GPS Rere.
“Dimana cepat katakan!” ucap Sean yang sudah tidak sabar, membuat sekertaris Roy kaget.
“Nona muda ada di restoran xx tuan, apa yang akan tuan lakukan setelah ini?” tanya sekertaris Roy penuh curiga.
“Tuan bisa menyuruh seseorang yang bisa mengikuti nona muda, apa perlu saya hubungi mereka?” tanya sekertaris Roy balik, ia sudah merasakan firasat yang tidak enak.
“Aku tidak mau mereka menatap istriku lama, aku juga pasti akan sangat merindukannya jika terlalu lama jauh,” jawab Sean dengan bodoh, membuat sekertaris Roy melongo dengan jawaban sang tuan muda.
‘Hah! Lama? Aku rasa dari pagi hingga sore itu tidak terlalu lama, bahkan sehari 24 jam juga belum, dari mana lamanya, haiss, tuan muda jadi bodoh karena cinta, aku harap, aku tidak akan sebodoh pria yang duduk di belakang ini,’ batin sekertaris Roy yang bergidik ngeri jika membayangkan dirinya juga menjadi bodoh karena seorang wanita.
“Tapi tuan, pagi ini anda punya jadwal rapat penting, setelah itu ada pertemuan dengan klien dari luar negeri, kita tidak bisa menundanya lagi,” ucap sekertaris Roy yang mengingatkan sang tuan muda.
__ADS_1
“Suruh saja Miko yang mengurusnya, misi ku kali ini jauh lebih penting, ini antara hidup dan mati ku, apa kau ingin aku mati karena terlalu menahan beban rindu untuk istriku hah?!” ketus Sean yang tidak ingin mau tau dengan perusahaannya. Sedangkan, sekertaris Roy hanya menghela napasnya kasar, jika sudah begini, ia pun sudah tidak bisa berbuat apa-apa.
“Baik tuan muda, akan saya sampaikan,” ucap sekertaris Roy pasrah dengan keinginan sang tuan muda.
“Kalau begitu jangan banyak bicara, dan cepat putar arah,” titah Sean yang sudah tidak sabar.
*To be continue*
Terima kasih,,,
...****************...
Ikutin terus kelanjutannya yaa gengs,,,
Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up,,,
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya,,
Follow IG Author @aran_diah
__ADS_1
Hatur nuhun sadayana.