
Selamat membaca,,, 😘😘😘
...****************...
“Baik tuan muda, akan saya sampaikan,” ucap sekertaris Roy pasrah dengan keinginan sang tuan muda.
“Kalau begitu jangan banyak bicara, dan cepat putar arah,” titah Sean yang sudah tidak sabar.
Tak butuh waktu lama, kini Sean dan sekertaris Roy sudah sampai di tempat tujuan, yaitu tempat untuk memata- matai seorang wanita yang tengah asik mengobrol dengan sahabatnya.
Sedangkan, sekertaris Roy hanya mengikuti sang tuan muda, mereka sudah seperti detektif yang mendapatkan tugas penting, sedangkan Sean, pria itu begitu bersemangat saat beralih profesi menjadi penguntit, dengan wajah yang begitu cerah ceria saat melihat sang istri tertawa riang di sebrang sana, sekertaris Roy hanya patuh dengan apa yang Sean katakan, dan jangan lupakan wajahnya yang sudah sangat malu karena tidak sedikit orang yang memperhatikan mereka dengan pandangan yang sangat aneh.
‘Astaga, apa aku sudah beralih profesi, dari jabatan yang sangat keren sebagai sekertaris pemilik G.A Group, ke profesi pengikutnya penguntit, tuan muda tolong hentikan kegilaan anda, apakah anda tidak melihat orang- orang memandang kita dengan tatapan aneh, lihatlah, bahkan wajah anda begitu bahagia dan ceria saat beralih profesi jadi penguntit seorang istri, berbeda dengan raut wajah yang selalu ada dalam ruangan, begitu dingin dan kaku, terserah anda saja tuan muda Sean sang baginda raja,’ batin sekertaris Roy yang merutuki kebodohan Sean karena cinta, mungkin yang di maksud sekertaris Roy adalah bucin wkwk.
“Roy, apa yang kau lakukan tutupi wajahmu, apa kau sudah gila hah, jangan pernah buka atau memperlihatkan wajahmu, karena aku tidak istriku melihat wajah pria lain,” ucap Sean kesal setengah berbisik, membuat sekertaris Roy menelan Saliva nya kasar, ia sungguh sangat tidak mengenali tuan mudanya yang sedikit agak konslet baginya.
“Maaf tuan muda, saya bersalah,” ucap sekertaris Roy pasrah, yang penting buat senang saja dulu.
__ADS_1
Sedangkan di sebrang sana, dua orang wanita yang sangat bahagia karena sudah sekian purnama belum juga tatap muka (bukan karena PPKM ya gaess, mimin gak mau novel mimin ada yang positif covid, wkwk).
“Re, kamu kok makin gemuk?” tanya Mega sambil terkekeh, membuat Rere mengerutkan dahinya heran.
‘Hah, gemuk? Tapi suamiku tidak pernah bilang begitu, dia selalu bilang kalau aku cantik dan langsing,’ tanya Rere dalam batin yang merasa heran dengan pendapat Mega.
“Apa kau sedang bercanda?” tanya Rere balik.
“Apa kau tidak punya cermin besar, atau jangan-jangan kau tidak pernah bercermin?” cecar Mega yang semakin merasa lucu dengan Rere.
“Apa kau terlalu sensitif pada suamimu?” tanya Mega memancing.
“Hmm, akhir- akhir ini aku sering banyak marah karena hal kecil,” jawab Rere sedih karena ia ingat di mana Sean pernah menangis karena di usir dari kamar karena tidak menunggunya saat turun untuk makan malam.
“Hahahah, pantas saja tuan Sean tidak mengizinkan dirimu melihat cermin besar dan selalu memuji dirimu,” ucap Mega tergelak, membuat Rere cemberut karena kesal.
Sedangkan Sean yang melihat hal itu sudah ingin meledak- ledak karena melihat sang istri tidak tersenyum lagi dan malah cemberut.
__ADS_1
“Roy, apa wanita itu menyakiti istriku?” tanya Sean sambil menahan amarahnya, membuat sekertaris Roy memijat kepalanya yang tidak pusing.
*To be continue*
Terima kasih,,,
...****************...
Ikutin terus kelanjutannya yaa gengs,,,
Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up,,,
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya,,
Follow IG Author @aran_diah
Hatur nuhun sadayana.
__ADS_1