My Possessive Husband

My Possessive Husband
Pengumuman GA MPH


__ADS_3

Halo, gimana kabar kalian, Mimin harap sehat semua ya. Sebelumnya, Mimin mau mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, bagi yang menjalankan.


Sesuai janji Mimin, pada tanggal 7 April 2022, adalah hari pengumuman 10 pemenang GA MPH.


Untuk nama-nama pemenang tersebut, harap langsung DM ke Ig Mimin ya @aran_diah. dengan serta bukti foto akun kalian+Nomor telepon yang aktif ya.



Untuk yang belum berkesempatan menang, jangan berkecil hati, jika ada rezeki, nanti Mimin bagi-bagi lagi. Semangat semuanya, Lope lope seluas samudera ...


Oh iya, sekalian Mimin mau promosi Karya baru Mimin, dengan genre yang beda dari karya Mimin sebelumnya. Semoga kalian suka ya.


Untuk karya My Fierce Wife, tetap Mimin cicil, jujur itu karya yang paling berat Mimin tulis, tapi pasti Mimin tamatkan di sini. Untuk segala keterlambatan update, mohon maaf, karena Mimin juga sedang menulis di pf kuda poni. Terima kasih.



Cuplikan

__ADS_1


Deva yang melihat lelehan bening di pelupuk mata Davina, langsung tersenyum smirk, dan semakin mendekatkan dirinya, pada wanita yang meringsut ke pojok pintu mobil.


“Apa yang akan kau lakukan! Cepat lepaskan aku! Aku tidak tahu apapun!” bentak Davin yang berusaha untuk berontak dan mendorong tubuh kekar milik Deva.


Plakk!


Deva menampar pipi mulus milik Davina dengan sangat kasar, hingga wanita itu meringis sambil memegangi pipi dan mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar.


Ahss! Desis Davina sambil menatap tajam ke arah Deva.


Srekk! Srekk!


Deva merobek pakaian atas milik Davina, membuat wanita itu ketakutan dan menyilangkan kedua tangannya, menutupi gunung himalaya yang hampir longsor di terjang topan.


“Hentikan! Aku mohon hentikan!” teriak Davina histeris, ia tidak ingin lebih hancur lagi saat pria yang ada di hadapannya menghancurkan hidupnya.


“Aku Deva, tidak akan pernah melepaskan mangsaku dengan mudah,” desis Deva sambil terus menjamah tubuh Davina.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama lagi, Deva akhirnya dapat menjelajahi gunung himalaya indah tersebut tanpa hambatan, meskipun terkadang banyak rintangan, tetapi Deva bisa menyingkirkannya dengan sangat mudah. Tak hanya gunung himalaya, tapi juga hutan belantara yang terdapat danau yang dalam, sedalam Palung Mariana.


Deva yang bergerak cepat, sudah bercucur keringat kepuasan. Dengan tersenyum penuh kemenangan ia layangkan pada seorang wanita yang berada dalam kungkungannya.


Deva menatap Davina dengan tatapan mengejek. Wanita itu hanya meringis kesakitan. Tak ada nikmat yang Davina rasakan, karena Deva melakukannya dengan sangat kasar dan juga kekerasan. Davina tak lagi memikirkan hidupnya yang sudah hancur, oleh pria yang merupak kakak dari temannya sendiri.


Davina hanya ingin hal ini cepat berlalu dan ingin segera menyelesaikannya. Davina sungguh muak melihat wajah Deva yang terlihat begitu menjijikan, bahkan pria itu sangat menikmati permainannya, sampai mengeluarkan suara yang membuat Davina benci pada tubuhnya sendiri.


“Ahhs, kau sangat nikmat,” ucap Deva yang terus mengayunkan pinggulnya dengan cepat, sambil mengeluarkan suara yang terdengar sangat menjijikan di telinga Davina. Namun, mendengar hal itu, membuat Davina memalingkan wajahnya sambil menggigit bibir bawahnya.


Kini bukan hanya hati Davina yang hancur, tapi tubuhnya juga sudah ternodai oleh pria yang tak punya hati seperti Deva.


‘Aku bersumpah pada diriku sendiri, akan membalaskan rasa sakit ini padamu, Dev. Aku bersumpah tidak akan terjatuh lebih dalam pada pria iblis seperti dirimu, Deva,’ batin Davina sambil memejamkan matanya. Kini ia benar-benar merasa jijik dengan tubuhnya sendiri, cara Deva yang kasar, membuat Davina merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


“Ahhss, kau sangat sempit,” ucap Deva yang kini mulai mengayunkan pinggulnya secara perlahan. Dapat dilihat dari raut wajah Deva, yang sangat menikmati permainan itu.


“Ahh! Sakit, tolong lepaskan aku. Aku mohon lepaskan,” ringis Davina sambil terisak saat Deva memulai dengan kasar kembali.

__ADS_1


__ADS_2