My Possessive Husband

My Possessive Husband
The War


__ADS_3

Jam di depan sana terus bergerak mundur. Saat ini benda itu menunjukkan angka 4 menit 30 detik sebelum rapat di tutup dan hasil akhir di sahkan. Taehyun mengusap wajahnya sambil memejamkan matanya rapat. Ia terus menyebut nama Ibu dan Ayah nya dalam hati. Ia tak bisa melakukan apapun lagi.


“Tuhan tolonglah.. Appa.. Eomma..” itu terus terucap dari bibir Taehyun. Kembali kenangan-kenangan indah masa kecilnya bersama kedua orang tuanya tergambar jelas dalam ingatannya kala menyebut nama itu. Ia terus mendesah saat hatinya memanggil kedua orang tuanya, berharap mereka akan datang dan menyelamatkannya.


“BRAAAAAAKKKKK....!!”


Bunyi itu memekik hebat. Taehyun terlonjak dan membuka kedua matanya terkejut.


.


.


.


My Possessive Husband


©Byunra93_


.


.


.


“When all the Revenge was reprisal,


Happiness should come inside..”


.


.


“Braaaakkk..!!” daun pintu itu seperti di dobrak dengan sangat keras. Bunyi benturannya sangat memekik. Bahkan semua anggota rapat sampai harus memutar pandangan mereka ke arah pintu belakang. Disana beberapa orang bertubuh kekar dengan pakaian serba hitam tampak berjalan memasuki ruangan rapat. Seketika suasana menjadi begitu mencekam. Seperti tengah terjadi penjarahan di dalam sini. Bahkan Nara yang menyaksikan itu melalui layar kaca sempat berteriak histeris. Ia benar-benar terlonjak kaget sambil memeluk tubuh Jihyun yang duduk disampingnya.


Beberapa pengawal itu langsung naik ke atas modium dan merebut paksa mic di tangan sang moderator. Di belakang mereka seorang pria bertubuh mungil berjalan dengan tenang dan santai. Semua orang menjadi sangat terkejut. Shin Jihyun bahkan sampai berteriak histeris saat memanggil nama itu. ‘LEE BAEKKI’.


Baekki, laki-laki itu terlihat mengatur nafasnya yang tersengal. Sepertinya tadi ia berlari kencang untuk bisa sampai ke tempat ini. Terbukti dari stelan jasnya yang sedikit lusuh, dan dasinya yang sedikit melonggar. Pelan, Baekki menaiki satu persatu tangga menuju modium dan berdiri disana. Sang pengawal segera memberikan mic padanya. Dan Baekki mulai membuka suara.


“Keputusan ini tidaklah adil. Kalian tidak bisa menghentikan rapat selama jumlah suara yang masuk belum 100%”. Baekki tersenyum sinis. Sangat sinis dan terkesan meremehkan. Nyonya Yoon secara otomatis berdiri dari kursi singahsananya. Ia marah. Sangat marah ketika mengacungkan telunjuknya pada seorang Baekki.


“Apa yang kau katakan Lee Baekki! Kau pikir dirimu siapa? Apa dengan kehadiranmu disini akan mempengaruhi keputusan yang telah disepakati bersama? Kau bahkan tak memiliki Hak untuk itu Tuan Lee!”


Baekki tersenyum ringan saat kepalanya justru mengangguk menyetujui. “Tentu saja anda benar nyonya. Saya sama sekali tak memiliki hak disini. Bahkan saya tak punya saham atas Han’s Group. Tapi mereka memilikinya...”


Saat Baekki mengatakan hal itu beberapa orang terlihat berjalan dari pintu masuk ruang rapat. Pertama yang terlihat adalah Mr. Nakamoto dan istrinya, kemudian Tuan Hwang, juga Lee Hyeri dan suami barunya Kim Hyunjin yang juga mewakili Butik J dari Paris. Terakhir, Jira tampak di barisan paling belakang karena dia harus mendorong kursi roda suaminya yang masih begitu lemah.


Ya, Han Taekyung disini. Laki-laki tua itu baru saja sadar beberapa jam yang lalu, dan itu yang membuat Jira harus terlambat datang. Karena ia harus menjemput dan membawa Taekyung dari rumah sakit. Nyonya Yoon benar-benar mengejang. Tubuhnya membeku dan tatapan terintimidasi juga tertekan jelas di wajahnya. Ia bahkan sampai terjatuh karena kakinya yang terasa lumpuh di detik itu. Ia tak pernah memprediksi ini sebelumnya. Ia tak memperhitungkan sampai sebegini jauh.

__ADS_1


“You can give your vote now, sir..” suara Baekki terdengar mencibir dengan begitu puas saat mengumandangkan kalimat itu tepat di depan mata Nyonya Yoon. Beberapa orang pengawalnya memberikan lembaran kertas voting pada Mr. Nakamoto, Mr. Hwang, Hyeri, Jira dan Tuan Han. Dan secara otomatis hasil voting berubah dengan sangat drastis. Jumlah suara Taehyun terlihat mengungguli dengan 59% suara dari 98% suara yang masuk. Para pengacara dan tim yang di tugaskan berdiskusi sejenak sebelum mengesahkan keputusan rapat hari itu.


Hasil voting menyatakan bahwa suara Taehyun lah yang lebih unggul. Taehyun di putuskan menjadi Presdir Han’s Group menggantikan Tuan Han dan semua gugatan dan tuntutan yang di ajukan Nyonya Yoon di tolak. Mendapati hasil yang begitu mencengangkan, pemegang saham yang hadir tampak berbisik takut. Mereka mulai menyadari tindakan yang mereka lakukan, kemudian satu persatu mulai berjalan mendekati Tuan Han yang masih berada di atas kursi roda dan meminta maaf secara pribadi. Mereka juga menghampiri Taehyun yang berdiri disamping ayahnya tanpa berani menatap pria muda itu takut.


Sementara Nyonya Yoon terlihat begitu gusar untuk meninggalkan gedung rapat. Begitu palu itu di ketuk, ia dengan segera menarik lengan Jaehyun bersamanya dan hendak membawa anaknya untuk segera pergi dan meninggalkan Korea. Ia tau keadaan ini sangat tak baik untuknya. Jira telah kembali, dan dia bisa mati kalau tetap berada disana.


Nyonya Yoon berjalan dengan sangat cepat, bahkan sampai hampir terjatuh ketika menabrak dan membentur tubuh orang-orang di depannya. Tapi tidak. Baekki tak begitu saja membiarkan wanita itu untuk pergi. Ia segera menjalankan semua rencana yang telah ia susun dengan begitu rapi. Ketika Baekki menekan tombol hijau di layar ponselnya, beberapa saat setelahnya dua orang polisi terlihat datang ke tempat itu. Keduanya berdiri tepat di hadapan Nyonya Yoon yang sudah terlihat kacau. Baekki hanya mengamati hal itu dari atas modium sembari tersenyum penuh kelegaan.


“Apa yang kalian lakukan! Kalian menghalangi jalanku, pergilah!” ujar Nyonya Yoon tegas. Ia tetap menggenggam erat tangan Jaehyun yang mengekor di belakangnya.


“Maaf nyonya anda harus ikut dengan kami..” kata polisi itu.


“Cah, kalian ingin aku ikut bersama kalian? Tidak! Memangnya apa yang ku lakukan!”


Nyonya Yoon tetap bersikeras. Ia bergerak menerobos kedua polisi tadi dan berusaha lari.


“Eomma, apa yang terjadi?” tanya Jaehyun


“Maaf Nyonya, tapi kami harus menahan anda atas tuduhan penggelapan dana perusahaan, penggelapan pajak negara, pemalsuan surat-surat berharga dan percobaan pembunuhan terhadap presdir Han. Ikutlah dengan kami, atau saya akan memaksa anda!”


“Apa?” pekik Jaehyun terkejut.


Ya, ia tau eommanya melakukan penggelapan dana perusahaan, tapi Penggelapan pajak dan Percobaan pembunuhan? Ada apa ini? Laki-laki itu benar-benar bingung. Jaehyun tak mengerti dengan semua ini. Tapi yang ia tau, kini genggaman tangan eommanya terasa melonggar. Wanita paruh baya itu bahkan tampak merunduk dalam saat borgol mengikat kedua tangannya.


“Eomma..” panggil Jaehyun. Ia mencoba menahan kepergian eommanya. Ia terus menggenggam erat tangan wanita yang telah merawat dan melahirkannya itu.


“Tidak! Tidak! Eomma..” Jaehyun terus berjalan mengikuti Eommanya.


“Eomma ku mohon, katakan padaku jika semua ini tidak benar. Eomma, kau tak pernah melakukan apa yang mereka tuduhkan bukan? Percobaan Pembunuhan, Penggelapan Pajak, itu salah kan?”


Ya, Jaehyun benar-benar berharap semua itu salah. Ia terus meyakinkan dirinya bahwa eommanya tak seburuk itu. Eommanya tak akan sejahat itu. Tapi wanita itu menangis. Ia tak menjawab, tapi hanya menangis. Membuat seketika lutut Jaehyun melemah. Ia bahkan tak sanggup bernafas saat ini. Semuanya begitu sesak. Orang seperti apa eommanya ini sebenarnya?


“Maaf, Jaehyun-ah. Maaf..” Yoo Eun Hee hanya pasrah saat kini polisi membawanya pergi dari sana. Meninggalkan Jaehyun yang terjatuh di atas lututnya tak berdaya. Semuanya hancur, semuanya hilang. Ini lah akhirnya....


.


.


.


***


.


.


.

__ADS_1


Di situasi yang lain kini gadis itu tengah berlari saat lift dihadapannya terbuka. Ia bahkan tak lagi peduli dengan sahabatnya. Biarlah, sekali ini saja Shin Jihyun tak ingin peduli dengan semuanya. Ia bahkan tak peduli dengan beberapa orang yang mengamuk akibat ia menabrak tubuh mereka. Yang gadis itu lakukan hanyalah menggumamkan kata maaf sambil membungkukkan badannya sedikit, kemudian kembali berlari. Ia mendobrak pintu samping ruang rapat dan di detik itu ia bisa melihat sosok yang begitu ia rindukan tengah berdiri di atas modium.


Ya, sosok itu. Laki-laki berkulit pucat dengan tubuhnya yang tak terlalu tinggi, namun sangat tampan. Laki-laki yang bahkan jauh lebih tampan dari dewa-dewa Yunani sekalipun. Ia terisak, air matanya luruh, dan itu terpaksa membuatnya menengadahkan wajahnya menatap langit-langit gedung itu dalam haru. Lee Baekki, dia juga tengah menatapnya, tersenyum ke arahnya dan merasakan kerinduan yang sama untuknya. Ia merentangkan kedua tangannya di udara dan menatap ke arah Jihyun dalam-dalam. Menunggu gadis itu yang memang tengah berlari ke dalam pelukannya.


Jihyun tak peduli dengan apapun. Ia bahkan tak peduli dengan harga diri dan gengsi yang selama ini menjadi prioritas utamanya. Yang ia tau pasti, ia benar-benar ingin berada di pelukan Baekki nya, kekasihnya, satu-satunya laki-laki yg selalu ia cintai. Jihyun berhambur ke dalam dekapan Baekki, dan disaat yang sama Baekki merapatkan kedua lengannya, melingkarkannya posesif di punggung kekasihnya sambil mencium puncak kepala gadis itu penuh dengan perasaan rindu yang menggebu.


“BODOH! Kau sangat BODOH!” rancau Jihyun di tengah tangisnya. Tak merasa terprovokasi Baekki justru semakin mengeratkan pelukannya.


“Maaf..”


“Kau tau aku hampir mati karena mengkhawatirkan dan merindukanmu..”


“Aku 100 kali lebih merindukanmu, Jihyun-ah.. Maafkan aku..”


Baekki melepaskan pelukannya di tubuh Jihyun. Ia menatap lekat-lekat wajah gadisnya, menghapus jejak-jejak air mata yang terlihat jelas di pipi Jihyun dan mengecup sekilas daun bibir gadis itu yang bergetar.


“Kenapa menciumku!” teriak Jihyun yang seolah tak terdengar karena tangisnya. Ya, dia memang selalu berteriak tiap Baekki melakukan itu. Termasuk saat ini.


“Bukankah sudah ku katakan, aku akan menciummu tiap kali kau menangis. Berhentilah. Kau terlihat jelek Jihyunnie..” Baekki kembali memeluk tubuh Jihyun posesif, tak ingin lagi melepaskannya untuk alasan apapun.


“Jangan pergi tanpa memberitahuku! Jangan melakukan hal seperti ini LAGI!” ada penekanan pada kata lagi yang gadis itu ucapkan.


“Eoh. Ini tak akan terjadi lagi, jadi berhentilah menangis..”


“YAK SEKRETARIS LEE, DAN KAU KETUA TIM DESIGN CHOI APA YANG SEDANG KALIAN BERDUA LAKUKAN EOH..!!” teriak Nara keras. Ruangan itu memang tak lagi penuh sesak. Para pemegang saham telah pergi dari sana. Tuan Han harus kembali ke rumah sakit karena harus segera melakukan operasi pada jantungnya, jadi Jira membawanya kembali. Hanya ada Nara, Taehyun, Hyunjin dan Hyeri yang saat ini tengah sama-sama menyaksikan pemandangan menggelikan dari kedua anak manusia yang tengah di mabuk asmara itu. Nara melingkarkan lengannya di tangan Taehyun sedang Hyunjin terlihat memeluk bahu istri yang baru saja ia nikahi kemarin.


“HEY, YAK! KAMI SEMUA MASIH DISINI. BAGAIMANA BISA KAU MENCIUM KEKASIHMU DI HADAPAN PRESDIR HAN’S GROUP EOH..!” Taehyun ikut berteriak dengan sangat keras.


“Aishh.. Kalian ini benar-benar mengganggu!” dengus Baekki tak terima.


“Kau pikir siapa yang membuatku terpisah dengan kekasihku, huh? Harusnya kau berterimakasih padaku bodoh!” umpat Baekki


“YAK! Lee Baekki kau mau mati? Kau mau di pecat? Baru saja kau mengatai seorang Presdir tempatmu berkerja dengan sebutan bodoh? Waaah, ini benar-benar tak bisa di percaya” Taehyun melepaskan tautan tangan Nara yang melingkar di lengannya dan kemudian berjalan naik ke atas modium. Ia menatap tajam manik mata Baekki dan berdiri tepat di hadapan laki-laki itu.


Baekki melepaskan pelukannya di tubuh Jihyun, tampak bersiap-siap barang kali Taehyun benar-benar akan memukulnya. Ia membalas tatapan Taehyun tak kalah tajam. Sedetik kemudian Taehyun bergerak maju dan memeluk Baekki erat.


“Ya Tuhan, aku benar-benar merindukanmu, Baek..” ujar Taehyun tulus. Di detik itu Baekki melepaskan pelukannya. Ia menatap Taehyun tak percaya. Ia dengan cepat menarik tubuh Jihyun lagi untuk ia peluk.


“Maaf Presdir Han, tapi aku benar-benar masih normal..”


Semua yang berada disana segera tertawa terbahak atas jawaban yang Baekki lontarkan. Tak terkecuali Hyeri dan Hyunjin.


.


.


.

__ADS_1


-To Be Continue-


__ADS_2