My Possessive Husband

My Possessive Husband
chapter 64


__ADS_3

Selamat membaca,,, 😘😘😘


...****************...


“Tentu saja aku ayahnya, aku akan mencarikannya untukmu, oke,” ucap Sean yang segera bangkit dengan piyama tidurnya untuk mencari mangga muda di tengah malam, karena ia tidak mau sang istri menunggunya lebih lama lagi.


Sudah hampir satu jam Sean pergi untuk mencari mangga muda, namun tak kunjung menemukannya karena sudah larut malam, dengan perasaan kecewa ia kembali ke mansion miliknya, yang ia pikirkan saat ini adalah istri dan calon buah hatinya.


Tak butuh waktu lama Sean untuk sampai ke mansion nya, dengan langkah gontai ia memasuki mansion itu, di sana sudah ada pak Sam yang dari tadi tengah menunggu kedatangan sang tuan muda, karena baru kali ini Sean keluar tengah malam hanya untuk mencari mangga muda.


“Tuan muda, apa tuan baik- baik saja?” tanya pak Sam dengan perasaan Khawatir, membuat Sean menghela napasnya panjang sebelum menjawab pertanyaan dari pak Sam.


“Hhaah, aku baik- baik saja, sekarang pak Sam sudah boleh istirahat,” jawab Sean yang langsung meninggalkan pak Sam di sana.


Ceklekk


Sean membuka pintu kamarnya, di sana tampak istrinya yang belum memejamkan matanya karena sedang menunggu sang suami. Sedangkan Rere yang mendengar suara decitan pintu, langsung menoleh ke arah sumber suara, dengan perasaan bahagia dan mata berbinar ia menatap sang suami, melihat raut wajah sang suami, Rere mendadak sedih karena sudah bisa menebak apa yang terjadi.

__ADS_1


“Maaf,” ucap Sean yang langsung memeluk sang istri.


“Hmm,” Rere hanya menjawab dengan sebuah deheman, membuat Sean semakin frustasi, bagaimana pun caranya, ia harus mencari cara untuk membujuk sang istri.


“Besok kita akan mencarinya dan makan di sana langsung, apa kau mau sayang?” tanya Sean membujuk sang istri.


“Tidak perlu, besok kau harus pergi bekerja,” jawab Rere dengan datar, entah kenapa ia jadi sangat malas dan langsung memunggungi suaminya.


Hhhaaah


Sean menghela napasnya kasar, kali ini ia harus ekstra sabar menghadapi istrinya yang super duper sensitif, ketus dan galak.


“Sayang, besok aku akan mengambil cuti, ada sekertaris Roy yang dengan senang hati bekerja di sana (padahal sekertaris Roy udah kwalahan di sana wkww), kita akan menghabiskan waktu bersama, besok aku milikmu seorang, terserah padamu ingin pergi kemana, oke,” bujuk Sean dengan semua rayuannya.


“Apa kau berjanji?” tanya Rere yang membalikan tubuhnya dan berhadapan dengan suaminya, membuat Sean bersorak riang gembira dalam hati.


“Cup, cup, cup, cup, aku berjanji sayang, jadi sebaiknya kita harus beristirahat untuk mengumpulkan energi,” jawab Sean yang sudah puas menciumi wajah istri kecilnya.

__ADS_1


Dengan perasaan senang, Sean tidur sambil memeluk tubuh istrinya, ia cukup beruntung karena istrinya masih bisa di bujuk, karena kalau tidak, ia akan di tendang dari kamar dan itu adalah suatu siksaan yang paling menakutkan.


Tak butuh waktu lama, Sean pun memejamkan matanya menyelami alam mimpi, ia juga merasa ini sangat melelahkan, namun, demi sang istri dan buah hatinya, ia rela melakukan apapun.


*To be continue*


Terima kasih,,,


...****************...


Ikutin terus kelanjutannya yaa gengs,,,


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up,,,


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya,,


Follow IG Author @aran_diah

__ADS_1


Hatur nuhun sadayana.


__ADS_2