
Selamat membaca,,, 😘😘😘
...****************...
“Roy, apa wanita itu menyakiti istriku?” tanya Sean sambil menahan amarahnya, membuat sekertaris Roy memijat kepalanya yang tidak pusing.
“Itu tidak mungkin tuan muda,” jawab sekertaris Roy yakin, karena ia tahu bahwa Mega sahabat Rere.
“Apa kau tidak lihat, istriku menjadi tidak senang karena ucapan wanita itu, aku akan memberi pelajaran padanya karena sudah berani membuat istriku sedih,” ucap Sean dengan bodohnya menilai Mega, padahal istrinya kesal karena dirinya sendiri. Sedangkan sekertaris Roy yang mendengar hal itu merasa terkejut pada tuan mudanya yang begitu bodoh jika menyangkut sang istri.
“Em, maaf tuan muda, sepertinya tuan salah, mereka hanya bercanda saja, jadi tuan tidak perlu bersikap serius,” sergah sekertaris Roy sebelum sang taun muda berbuat seenaknya.
“Apa kau menyukai dirinya?” tanya Sean dengan sinis, ia sudah seperti seorang kekasih yang merajuk pada kekasihnya.
“Itu tidak mungkin, tuan,” elak sekertaris Roy dengan cepat.
“Cih!” decak Sean yang terus memantau sang istri, betapa terkejutnya ia saat melihat meja yang di duduki sang istri.
“Roy, di mana istriku?” tanya Sean dengan panik, sedangkan sekertaris Roy langsung membuka GPS-nya.
“Mereka sedang menuju pusat perbelanjaan tuan, sepertinya nona muda akan bersenang-senang dengan sahabatnya, apa tuan akan tetap menjadi penguntit?” tanya sekertaris Roy tanpa rasa bersalahnya, membuat Sean merubah raut wajahnya karena ucapan sekertaris Roy tanpa saringan.
“Apa kau bilang! Kau sudah mulai berani mengatai ku sebagai penguntit hah, asal kau tahu ini tugas yang paling penting, dan kau harus bangga,” ketus Sean menatap sekertaris Roy dengan sinis.
“Maaf tuan, maksud saya seperti detektif,” ucap sekertaris Roy yang tidak mau mencari masalah dengan sang tuan muda yang bucin.
“Kalau begitu jangan membuang waktu lagi,” ucap Sean yang langsung pergi ke tempat di mana sang istri berada.
Setelah acara perdebatan itu selesai, kini mereka tengah menuju tempat sang istri berada, tak butuh waktu lama kini Sean dan sekertaris Roy sudah sampai di tempat tujuan.
......................
Di sisi lain, Rere dan Mega bertemu dengan Bryan yang juga tengah menemani ibunya berbelanja.
“Re, Kamu sama siapa kesini?” tanya Bryan yang celingukan mencari suami wanita itu, betapa bahagianya ia saat tidak melihat pria arrogant itu.
“Aku Cuma berdua saja dengan sahabatku, kenalin, ini Mega, sahabatku,” jawab Rere sambil mengenalkan Mega dengan Bryan.
__ADS_1
Sedangkan Mega hanya melongo saat melihat wajah tampan yang ada di hadapannya. Hingga ia tersadar saat Bryan mengulurkan tangannya untuk berkenalan.
“Bryan, aku juga sahabat Rere,” ucap Bryan tersenyum ramah, membuat Mega semakin berdebar.
“Mega,” ucap mega singkat, ia sampai gugup dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
“Kamu sama siapa di sini?” tanya Rere sambil celingukan mencari seseorang.
“Aku sama Mama ku, kebetulan aku sedang bosan saat mengikutinya, jadi aku jalan-jalan sebentar,” jawab Bryan ramah. Mega yang melihat pria lembut dan ramah seperti Bryan langsung terpesona, bahkan Cuma itu saja, pria itu tampan dan juga kaya raya, memikirkan hal itu membuat jiwa matre Mega mulai keluar.
Di tempat yang tak jauh dengan mereka tampak Sean dan sekertaris Roy yang sedang kesal, tanpa menunggu sekertaris Roy, Sean langsung pergi menuju sang istri, karena ia tidak bisa membiarkan sang istri tersenyum di hadapan pria lain, membuat sekertaris Roy kesal karena nona mudanya sudah membuat singa yang jinak kini akan mengamuk lagi.
‘Nona muda, setelah ini saya pasti tidak akan bisa meredakan amarah tuan muda, anda yang membuat ulah dan anda sendiri yang harus meredakan amarahnya,’ batin sekertaris Roy kemudian menyusul Sean yang sedang berapi-api.
Sean yang sudah sampai langsung memukul Bryan hingga tersungkur ke lantai dan membuat Rere membulatkan matanya seketika.
Bughh
Bryan tersungkur dan meringis kesakitan, ia tidak tahu apa yang membuat pria tua tampan itu sangat marah padanya.
“Apa yang kau lakukan pada sahabatku?” tanya Rere yang tak habis pikir dengan suaminya yang tiba-tiba datang dan memukul Bryan.
“Ayo pulang, dan kau, jangan pernah dekati lagi istriku, atau kau akan tahu akibatnya,” ancam Sean menatap tajam ke arah Bryan lalu menarik Rere dan membawa pergi Rere. Sedangkan Mega hanya menggelengkan kepalanya pusing dengan kehidupan sahabatnya.
Sekertaris Roy yang baru saja diam di tempat kini harus kembali mengikuti tuan mudanya yang sangat sensitif itu.
“Saya harap tuan Bryan mengerti dengan ucapan tuan muda, permisi,” ucap sekertaris Roy dingin dan segera berlalu dari sana.
Triiing, triinngg, triiiing
Suara dering ponsel milik Bryan berbunyi.
“Halo ma,” ucap Bryan.
“Mama sudah di jalan, tadi mama di jemput papa saat kamu pergi, maaf mama meninggalkanmu,” ucap mama Bryan dengan santai di sebrang sana, membuat Bryan tidak habis pikir dengan orang tuanya yang seperti abege.
Hahh
__ADS_1
Bryan menghela napasnya panjang.
“Baiklah, selamat bersenang-senang,” ucap Bryan dengan malas, tanpa menjawab putranya, mama Bryan pun memutus sambungan telpon secara sepihak, membuat Bryan merutuki kedua orang tuanya tersebut.
“Haiss, apa mereka sudah lupa jika sudah mempunyai putra yang sudah besar dan mereka membuat mata polos ku selalu ternodai dengan keromantisan mereka, aku juga pengen tau,” gumam Bryan kesal, tanpa ia sadari bahwa ada seorang wanita yang masih berdiri di dekatnya.
“Tuan kenapa?” tanya Mega memberanikan diri.
“Amm, tidak apa-apa, apa kau tadi berangkat dengan Rere?” tanya Bryan gugup karena sudah ketahuan.
“Iya, tapi dia meninggalkan aku dan pulang bersama dengan suaminya,” jawab Mega sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Kalau begitu ayo aku antar pulang,” tawar Bryan pada wanita yang ada di hadapannya itu.
“Tidak Tuan, saya tidak ingin merepotkan tuan, lagipula bukankah tuan sedang menemani mama tuan di sini,” ucap Mega yang tidak enak hati, walaupun sebenarnya ingin bersama dengan pria tampan dan tajir melintir itu.
“Itu sama sekali tidak merepotkan diriku, lagipula mama sudah di jemput papaku,” ucap Bryan kesal kembali saat mamanya tega meninggalkan dirinya.
“Kalau begitu baiklah,” ucap Mega pasrah dalam hati bersorak riang gembira.
Tak ingin membuang waktu, kini Mega dan Bryan segera pergi dari sana dan mengantarkan Mega pulang.
*To be continue*
Terima kasih,,,
...****************...
Ikutin terus kelanjutannya yaa gengs,,,
Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up,,,
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya,,
Follow IG Author @aran_diah
Hatur nuhun sadayana.
__ADS_1