
selamat membaca,,, 😘😘😘
...****************...
“Apa itu tidak berlebihan, membuang mereka ke luar negeri yang berbeda?” tanya Rere yang merasa sangat berlebihan, Sean menceritakan semuanya pada Rere agar wanita itu tidak salah paham padanya.
“Itu semua akibat yang harus mereka tanggung sayang, aku yakin, hari ini tuan Alex akan melakukannya demi perusahaannya, lagipula aku tidak kau marah padaku lagi, dan tidak mau bicara padaku seperti tadi pagi,” ucap Sean santai.
Tringg, triing, triiing
Suara dering ponsel milik Sean berbunyi, dengan cepat ia menerima panggilan tersebut.
“Cepat katakan,” ucap Sean tanpa basa basi lagi, membuat pria di sebrang sana menelan salivanya kasar.
“Tuan Alex sudah melirik kedua putrinya ke luar negeri yang berbeda tuan, dan tentunya dengan syarat tidak boleh kembali lagi,” ucap seorang pria di sebrang sana yang tak lain adalah sekertaris Roy.
“Baiklah, jika masalah ini sudah selesai, kau akan aku beri bonus,” ucap Sean yang langsung memutuskan sambungan, membuat sekertaris Roy kesal.
......................
Satu bulan telah berlalu.
__ADS_1
“Sayang,” ucap Rere dengan sedikit manja, membuat Sean jadi curiga, karena selama ini, wanita itu begitu tidak peka terhadap dirinya.
“Hmm,” jawab Sean singkat, ia sengaja ingin menguji istrinya itu, sedangkan Rere yang mendengar Sean yang menjawab singkat, langsung mengerucutkan bibirnya.
“Kamu sudah tidak cinta lagi ya?” tanya Rere dengan mata berkaca-kaca dan tidur membelakangi sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, membuat Sean semakin bingung dengan istrinya itu.
“Sayang, honey, sweety, bukan maksudku seperti itu, maafkan aku, aku sangat mencintaimu, kenapa kau jadi begini?” tanya Sean frustasi, ia bingung dengan tingkah sang istri, namun, tanpa di duga, Rere sudah membuka selimutnya menghadap Sean dengan mata melotot, meskipun sudah di banjiri dengan air matanya.
Glekkk!
Sean menelan Saliva nya kasar.
“Apa maksudmu aku jadi begini, kau memang sudah tidak cinta lagi kan?” tanya Rere lagi dengan tangisan pilu baginya, membuat Sean memijat kepalanya yang tak pusing, Rere bahkan akan bangkit, namun Sean lebih dulu menahannya dan menarik Rere dalam dekapannya.
Sean menciumi puncak kepala Rere dengan lembut, mendekap erat tubuh mungil tersebut, meskipun awalnya Rere memberontak, namun, pada akhirnya ia luluh di dekapan sang suami.
“Kau mau bilang apa tadi hmm, kenapa kau jadi sensitif sekali?” tanya Sean dengan hati-hati agar tidak menyinggung wanita itu.
“Aku mau bertemu dengan Mega,” jawab Rere yang masih bersandar di dada bidang milik Sean.
“Apa hanya itu, yang membuat dirimu jadi sensitif?” tanya Sean yang membuat Rere cemberut lagi dan meneteskan air matanya, Sean yang mengetahui itu langsung merutuki kebodohannya.
__ADS_1
“Emm, maksudku, baiklah aku akan mengatur jadwal pertemuan kalian,” ucap Sean yang mengambil jalan aman.
“Besok, aku mau besok, dan tidak ada yang namanya jadwal, aku bukan mau meeting dengan klien, tapi mau bertemu dengan sahabatku, lagipula aku yang akan menghubunginya, jadi kau harus mengizinkan Mega besok untuk tidak bekerja,” ucap Rere yang tiba-tiba sewot, membuat Sean semakin merinding di buatnya.
‘Andai kau bukan wanita yang aku cintai, aku sudah pasti akan menendang mu dari sisiku,’ gerutu Sean dalam hati.
“Apa kau sedang kesal sayang?” tanya Rere dengan polos, membuat Sean kaget karena ketahuan dari ekspresi wajahnya yang di tekuk.
“Tentu saja tidak, apapun untuk mu sayang,” jawab Sean asal. Padahal hatinya begitu gatal, serasa ingin menggaruk.
*To be continue*
Terima kasih,,,
...***************...
Ikutin terus kelanjutannya yaa gengs,,,
Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up,,,
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya,,
__ADS_1
Follow IG Author @aran_diah
Hatur nuhun sadayana.