My Possessive Husband

My Possessive Husband
chapter 49


__ADS_3

Selamat membaca,,, 😘😘😘


...****************...


“Iya aku bersedia,” ucap Rere singkat, ia tidak tahu harus berkata- kata lagi karena terlalu bahagia, dengan cepat Sean memasangkan cincin itu di jari manis sang istri dan langsung memeluknya.


“Terima kasih sayang, terima kasih banyak, aku sangat bahagia,” ucap Sean bahagia, melepaskan pelukannya dan memberikan ciuman bertubi-tubi di wajah cantik sang istri.


“Sudah, cukup, aku sulit bernapas.” Ucap Rere sambil menahan wajah tampan sang suami yang ingin menciumi wajahnya lagi.


“Kenapa, apa kau tidak mau aku cium?” tanya Sean yang sudah cemberut.


“Ti- tidak, bukan seperti itu, kau terlalu banyak menciumi diriku, rasanya wajahku sudah basah tersapu oleh bibirmu,” ucap Rere meyakinkan suaminya agar tidak salah paham.


“Baiklah, ayo kita makan dulu, setelah itu aku akan menunjukkan sesuatu padamu,” ucap Sean yang sudah tidak sabar ingin menunjukkan sesuatu yang indah untuk istrinya.


Tak butuh waktu lama, kini Sean dan Rere sudah menyelesaikan acara makan malam mereka dengan penuh drama.


“Sayang, ayo kita ke sebelah sana,” ajak Sean pada Rere ke ujung balkon tersebut, dengan patuh, Rere mengikuti sang suami, kali ini dengan sedikit romantis Sean mulai menutup mata Rere dan menuntunnya berjalan.


“Apakah harus pake tutup mata?” tanya Rere ragu, ia bahkan takut jika suaminya mendorong dirinya ke bawah sana, karena ia sering menonton drama ikan terbang suami yang berpura- pura baik pada istrinya.

__ADS_1


“Harus, kau diam saja,” jawab Sean sambil terus menuntun sang istri.


Setelah sampai di ujung balkon sana, Sean dengan perlahan membuka mata Rere, sungguh terkejut saat Rere melihat di bawah sana, lampu kota di bawah sana semuanya padam dan hanya menyisakan beberapa lampu saja yang menyala dengan indah, sebuah lampu dengan formasi yang sangat indah, menjadi sebuah kata I LOVE U yang terpampang jelas dari atas.


Dengan penuh haru, Rere langsung memeluk sang suami, sedangkan Sean yang di peluk oleh istrinya, dengan senang hati ia membalas pelukan itu.


“Terima kasih suamiku, aku sungguh bahagia,” ucap Rere dalam dekapan sang suami, ia terisak karena menangis, hingga mengusap air mata dan ingusnya di jas sang suami.


“Maafkan aku sayang, aku sudah mengotori pakaianmu,” ucap Rere polos merasa bersalah.


‘Haisss, jika saja kau bukan wanita yang aku cintai, sudah pasti aku akan menendang mu, kali ini kau beruntung, aku anggap ingus mu ini adalah sebuah hadiah yang paling indah, tanda kau menerima diriku,’ batin Sean kesal, lalu kemudian tersenyum saat penyakit bucin nya mulai kumat lagi.


“Tidak apa- apa sayang, sekalipun kau mengompol di tubuhku, aku akan merasa senang,” ucap Sean dengan bodohnya, membuat Rere mengerucutkan bibirnya.


“Tentu saja, kau adalah istri kecilku yang sangat cantik, cupp, cupp, cupp” ucap Sean yang langsung menciumi wajah istri kecilnya dengan gemas.


“Sayang, tunggu aku sebentar, aku mau ke kamar mandi dulu, kau jangan pergi kemana- mana Oke!” ucap Sean memperingati sang istri, kemudian pergi meninggalkan Rere seorang diri.


Hingga, seorang wanita yang mengintai mereka kini tersenyum puas, sebentar lagi, rencananya akan segera di mulai.


“Kau akan menjadi milikku, tidak akan pernah akan aku lepaskan, meskipun aku harus membunuhmu, karena lebih baik kau mati atau tidak sama sekali bersamaku, jika aku tidak bisa bersamamu, maka orang lain pun tidak akan bisa,” gumam seorang wanita tersebut sambil menyeringai.

__ADS_1


......................


Di sisi lain, saat Sean sudah selesai dari kamar mandi, yang tak jauh dari ujung gedung di mana Rere berada, ia melewati lorong hotel yang sepi, mungkin karena ini sudah malam, begitu pikir Sean.


Hingga ia di cegat oleh seorang wanita yang berpenampilan aneh, dengan kacamata tebal dan rambut yang di kepang dua, sehingga Sean tidak menaruh curiga pada sosok wanita tersebut.


“Tuan, maaf, saya seorang pelayan di hotel ini, tadi nona Rere yang ada di atas sudah turun dan meminta tuan untuk menyusul ke kamar B07,” ucap wanita tersebut, membuat Sean mengernyitkan dahinya, ia tidak pernah merasa memesan kamar, apa mungkin sekertaris Roy yang memesan, pikir Sean.


“Baiklah, aku akan kesana, terima kasih informasinya,” ucap Sean lalu pergi meninggalkan wanita itu seorang diri, ia segera pergi menuju tempat yang yang sudah wanita itu katakan, yaitu kamar B07, entah apa yang akan terjadi selanjutnya, hanya Mimin yang tahu wkwk,,, selamat menunggu besok malam,,,


*To be continue*


Terima kasih,,,


...****************...


Ikutin terus kelanjutannya yaa gengs,,,


Tekan favorite agar dapat notifikasi jika sudah up,,,


Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya,,

__ADS_1


Follow IG Author @aran_diah


Hatur nuhun sadayana.


__ADS_2