
“Hubby!” panggil Lila masih dalam pelukan suami nya itu.
Dia sungguh tidak menyangka kaki nya akan sembuh secepat ini. Dia yang tidak berharap terlalu banyak akan hal itu kini merasa sangat bersyukur dengan semua nya. Dia pun kini memiliki harapan untuk sembuh dari racun nya itu. Semakin besar harapan nya untuk meraih kebahagiaan agar bisa tetap bersama orang-orang yang dia cintai.
“Iya, dear.” Ucap Melvin dengan tetap memeluk istri nya itu.
“Aku akan memanggil dokter untuk memastikan apa benar kakimu sudah sembuh total.” Ucap Melvin melepas pelukan nya dan menatap manik istri nya yang berderai air mata.
Melvin segera menghapus air mata istri nya yang dia tahu itu adalah tangis bahagia. Melvin segera menuntun sang istri ke sofa yang ada di ruangan itu. Lalu dia meraih ponsel nya dan segera menghubungi dokter yang memang sudah di tugaskan untuk menjadi dokter Lila selama di sini selain dokter pakar ahli racun.
Tidak lama dokter pun segera tiba di kediaman itu dan segera di persilahkan masuk oleh pelayan yang ada di sana. Entah dari mana datang nya pelayan ke tempat itu Lila tidak tahu tapi dia juga tidak ingin bertanya saat ini. Dia juga sama dengan sang suami yang ingin mendengar secara jelas terkait kesembuhan kaki nya.
Dokter itu pun segera menyapa Lila dan Melvin lalu segera melaksanakan tugas nya untuk memeriksa kaki Lila.
Lila juga menjalankan berbagai tes untuk memastikan kaki nya itu di tempat yang sudah di sediakan di kediaman itu. Salah satu ruangan yang di desain seperti fasilitas rumah sakit. Di sana banyak fasilitas yang menunjang kehidupan.
“Bagaimana dokter? Apa kaki istri saya sudah benar sembuh?” tanya Melvin kepada dokter James.
Dokter James tersenyum menatap sepasang suami istri itu lalu dia mengangguk, “Kelumpuhan nyonya Lila sudah di pastikan sembuh total. Semua pengobatan yang dia jalankan berhasil dan ini menjadi salah satu kejadian yang langka karena kelumpuhan nyonya Lila bisa sembuh dalam jangka waktu yang pendek. Tidak sampai sebulan sudah sembuh. Selamat untuk tuan dan nyonya.” Ucap dokter James.
Melvin pun tersenyum mengangguk dan segera mengucapkan terima kasih kepada dokter James. Begitu juga Lila dia sangat berterima kasih dan bersyukur.
Melvin segera mengantar dokter James dan tidak lupa juga membicarakan rencana pengobatan Lila selanjut nya terkait kedatangan mereka ke sini.
“Dia sudah dalam perjalanan. Mungkin sebentar lagi tiba.” Ucap Melvin kepada dokter James.
Dokter James pun mengangguk, “Formula nya juga sudah jadi. Kami sudah menguji nya dan berhasil. Tingkat keakuratan nya mencapai 98%. Tapi tentu saja ini hanya percobaan yang sedikit dan pasti nya cepat habis mengingat racun dalam tubuh nyonya juga sudah menyebar dan hanya di cegah dengan obat pengendali racun. Kami butuh lebih banyak DNA yang sama untuk pembuatan nya.” jelas dokter James.
__ADS_1
“Saya mengerti dokter. Dia akan tiba. Tapi saya mohon dokter. Rahasiakan hal ini dari istri saya setidak nya sampai dia sembuh. Ini sudah jadi kesepakatan di antara kita.” Ucap Melvin.
“Tentu, tuan. Anda tidak perlu khawatir.” Balas dokter James lalu dia pun segera berlalu dari sana dan kembali menuju lab tempat di mana formula obat untuk racun Lila itu di buat.
***
“Apa kamu senang?” tanya Melvin kepada istri nya itu saat kini mereka sedang duduk di ranjang yang ada di ruangan yang sama tempat di mana Lila di periksa.
Lila mengangguk, “Aku sangat senang. Aku jadi memiliki harapan untuk sembuh juga dari racun dalam tubuhku. Aku pikir aku akan selama nya duduk di kursi roda itu. Tapi ternyata tidak. Tuhan begitu baik hingga dia pun mempercepat penyembuhanku.” Ucap Lila dengan senyum bahagia itu terpancar di wajah cantik nya.
“Terima kasih By. Sudah memaksaku untuk berobat.” Sambung Lila.
Melvin pun tersenyum mendengar ucapan istri nya itu.
“Ini semua hasil kesabaranmu dan usahamu sendiri untuk sembuh. Semua ini pantas kau dapatkan. Dan untuk racun dalam tubuhmu itu kita akan melakukan yang terbaik untuk semua nya.” ucap Melvin.
“Kau pasti akan sembuh.” Ucap Melvin.
Lila kembali mengangguk, “Aku harus menelpon kakak untuk memberitahu keadaanku sekarang. Aku juga akan menelpon anak-anak.” ucap Lila.
Melvin pun mengangguk lalu segera mengambilkan ponsel nya, “Kita telepon dulu anak-anak.” ucap Melvin segera menghubungi nomor ponsel mami nya.
Tidak lama sambungan video call itu pun segera tersambung, “Mih!” sapa Melvin dan Lila bersamaan.
“Apa kalian sudah tiba?” tanya mami Elea dari seberang.
“Sudah tiba mih. Sejak dua jam yang lalu mungkin. Maaf juga baru menghubungi kalian.” jawab Lila.
__ADS_1
“Ahh tidak masalah nak. Ohiya apa kalian mau melihat anak-anak. Sebentar mami bawa ke sana dulu. Mereka berada di ruangan kerja papi.” Ucap mami Elea.
“Mommy … daddy … apa kalian sudah tiba?” tanya Alexa heboh.
Melvin dan Lila pun mengangguk, “Iya, girl. Mommy dan daddy sudah tiba.” Jawab Melvin.
“Mom, kau terlihat senang. Apa ada yang membuatmu bahagia?” tanya Alex.
“Wah, boy. Kau seperti nya adalah makhluk paling peka. Kau bahkan bisa membaca raut wajah mommymu walaupun dari ponsel.” Puji Melvin.
“Daddy terlalu lebay.” Balas Alex yang membuat Melvin mendesis sendiri dan Lila pun tertawa.
“Nak, apa ada yang ingin kalian katakan?” tanya papi Emran.
Lila dan Melvin pun mengangguk, “Pih .. mih … anak-anak … kami ingin mengatakan bahwa mommy kalian sudah sembuh dari lumpuh nya.” ucap Melvin dengan tersenyum.
“Benarkah mom? Apakah kakimu sudah membaik?” tanya Alex.
Lila pun mengangguk, “Benar boy. Mommy sudah bisa berdiri dan berjalan dengan baik. Dokter sudah memastikan nya tadi.” Jawab Lila.
“Apa itu berarti kita akan bermain lagi seperti dulu mom?” tanya Alexa.
Lila kembali mengangguk, “Benar girl.” Balas Lila.
“Ahh aku senang mom mendengar ini. Aku akan menulis jadwal jalan-jalan kita bersama. Kakek tolong berikan aku kertas dan pena. Ayo kakak kita harus membuat rencana nya agar saat mommy dan daddy pulang nanti kita sudah punya semua nya.” ucap Alexa lalu segera menarik Alex.
“Mom, aku senang mendengar nya. Jaga diri baik-baik. Daddy titip mommy.” Ucap Alex sebelum dia menuruti adik nya itu.
__ADS_1
Setelah it umami Elea dan papi Emran yang segera berbincang dengan mereka dan tidak lupa kedua orang tua Melvin itu yang sekaligus mertua Lila memberikan selamat untuk kesembuhan kaki Lila dan mereka juga tidak lupa memberikan semangat untuk Lila menjalani pengobatan yang akan dia lakukan nanti.