My Secret With CEO

My Secret With CEO
50


__ADS_3

Kini Melvin dan kedua orang tua nya beserta dua anak nya itu sedang menikmati makan malam bersama. Mereka menikmati makan malam itu dengan suasana hikmat tidak ada yang bicara saat makan.


“Daddy, aku mau mengatakan sesuatu kepadamu.” Ujar Alexa setelah mereka selesai makan malam.


Alex yang mendengar ucapan adik nya itu pun hanya melirik saja lalu dia segera turun dari kursi makan itu dan kembali ke kamar nya.


Melvin pun segera menatap putri nya itu, “Ada apa girl? Apa yang ingin kau bicarakan dengan daddy?” tanya Melvin lalu segera menggendong putri nya itu.


“Daddy, kita bicara di sana saja.” tunjuk Alexa ke arah ruang tengah.


Melvin pun mengangguk lalu segera membawa putri nya itu ke ruang tengah dan menurunkan nya di sofa, “Ayo katakan apa yang ingin putri daddy bicarakan ini. Seperti nya sangat penting.” ucap Melvin menebak.


Alexa pun mengangguk, “Iya dad. Memang sangat penting.” timpal Alexa dengan wajah serius nya.


Melvin yang melihat itu pun akhirnya menatap serius putri nya itu karena seperti nya ini memang topic yang serius.


“Apa kakek boleh ikut bergabung mendengarkan pembicaraan kalian?” izin papi Emran tiba-tiba saja datang dan sudah berada di ruang tengah itu.


Alexa pun menatap kakek nya itu dengan tersenyum, “Tentu boleh kek. Ayo duduk lah.” Ucap Alexa mengizinkan.


Papi Emran pun akhirnya ikut duduk di dekat cucu nya itu.

__ADS_1


Alexa menarik nafas panjang sebelum memulai pembicaraan nya lalu dia menatap kakek dan daddy nya itu bergantian, “Dad … kek … di sini Alexa mau mengakui sesuatu dulu. Alexa harap kakek dan daddy tidak akan marah dan memaklumi apa yang nanti nya akan Alexa katakan. Tolong juga jangan potong pembicaraan Alexa nanti karena jika kakek dan daddy memotong nya maka Alexa itu akan blank dan lupa apa yang nanti nya akan Alexa katakan.” Ujar Alexa.


“Apa kakek dan daddy bisa melakukan itu?” lanjut Alexa lalu menatap papi Emran dan Melvin itu bergantian.


Papi Emran dan Melvin saling memandang satu sama lain lalu tersenyum dan mengangguk sambil di sisi lain hati mereka masing-masing mengagumi cara mendidik yang Lila terapkan kepada Alex dan Alexa itu. Alex dan Alexa itu memiliki aura mereka sendiri. Aura seorang pemimpin yang mampu mengintimidasi lawan bicara nya. Aura yang patut di miliki oleh seorang penguasa.


“Baiklah karena kakek dan daddy sudah menyetujui nya maka harus mematuhi nya. Awas saja jika di langgar maka akan ada hukuman.” Ucap Alexa.


“Hukuman? Hukuman apa?” tanya mami Elea yang juga baru saja bergabung di ruang tengah itu.


“Hukuman jika melanggar janji yang sudah di buat nek.” Timpal Alexa.


“Janji apa?” tanya Mami Elea lalu segera duduk di sofa yang masih kosong di sana.


“Mami jika memang ingin ikut dalam pembicaraan ini maka ikuti saja dengan diam dan dengarkan saja.” ucap papi Emran. Mami Elea pun akhirnya mengangguk saja.


“Ayo nak katakan saja apa yang ingin kau bicarakan.” Ucap Melvin.


“Di sini Alexa mau mengakui sesuatu. Daddy mungkin sudah tahu karena beberapa hari lalu kami pernah membuat daddy pusing. Yah, Alexa dan kakak memiliki kemampuan dengan teknologi. Kami bisa menciptakan robot dan kami juga sudah ikut beberapa lomba terkait hal itu dan berakhir menang. Bisa di katakan juga event yang akan daddy lakukan yaitu lomba robot itu lah yang membuat kami mengetahui bahwa daddy kami ada di Negara N. Tapi saat itu mommy melarang kami untuk ikut kami pun menurut tapi saat sudah tiba di Negara ini beberapa hari lalu kami baru tahu bahwa mommy mendaftarkan kami di perlombaan itu.” Ucap Alexa menarik nafas nya.


“Tapi bukan itu yang ingin Alexa katakan hari ini. Bukan tentang perlombaan lagi. Alexa dan kakak sama-sama membuat robot bersama dan kami membuat dua gelang masing-masing kami berikan kepada mommy dan dia selalu memakai nya kemana pun dia pergi. Di sana kami memasang pelacak agar kami selalu tahu keberadaan mommy. Maka untuk itu Alexa ingin membantu daddy menemukan mommy dengan melacak gelang itu hanya saja alat yang terhubung dengan itu tertinggal di Negara Y.” lanjut Alexa.

__ADS_1


“Apa tidak bisa di beli saja alat nya di sini?” tanya Melvin kepada putri nya itu yang seolah membuat nya memiliki harapan untuk menemukan Lila.


“Bisa. Tapi itu mahal. Mommy saja saat itu membelikan untuk kami harus menghabiskan tabungan nya.” Jawab Alexa.


Damn


Seketika ucapan Alexa itu bagaikan belati tajam yang menghantam tepat jantung ketiga orang itu. Mereka akui apa yang Lila lakukan itu sudah kelewatan karena menyembunyikan semua nya dan tidak memberikan mereka kesempatan untuk bertanggung jawab sama sekali dan menutup akses semua nya. Tapi mereka akui bahwa Lila adalah orang yang bertanggung jawab atas pilihan yang dia ambil. Dia tidak pernah membiarkan anak-anak nya itu merasa kekurangan sama sekali.


“Daddy … kenapa diam?” tanya Alexa menatap Melvin yang diam saja karena memikirkan bagaimana Lila saat itu.


Melvin menggeleng lalu memeluk putri nya itu, “Ayo kita beli alat itu dan temukan mommy kalian. Daddy ingin meminta maaf kepada mommy kalian atas kesalahan yang daddy lakukan.” Ucap Melvin.


Alexa pun tersenyum lalu melepaskan pelukan Melvin itu, “Daddy … jangan menangis. Alexa mengerti kok. Daddy tidak mungkin menelantarkan kami hanya saja mommy juga tidak salah dia tidak ingin membuat daddy terbebani. Itu adalah masalah daddy dan mommy. Alexa tidak akan ikut campur. Jika daddy ingin meminta maaf kepada mommy maka lakukan saja. Tapi untuk saat ini Alexa memutuskan untuk membantu daddy menemukan mommy. Agar Daddy bisa menepati janji kepada kakak.” Ucap Alexa.


Melvin pun mengangguk, “Apa kakek bisa tahu nama alat nya itu apa nak?” tanya papi Emran.


Alexa pun menatap kakek nya itu lalu segera menyebutkan alat yang dia maksud. Papi Emran pun segera menghubungi seseorang untuk membelikan alat yang di maksud cucu nya.


“Kita akan mendapatkan nya besok. Untuk malam ini sampai sini saja dulu pembahasan kita. Lebih baik istirahat agar besok kita bisa melakukan apa yang sudah kita agendakan malam ini.” ujar papi Emran kemudian.


“Kakek … terima kasih. Tapi Alexa minta satu hal kepada kakek. Jika nanti mommy di temukan keberadaan nya maka Alexa mohon kakek dan nenek jangan memarahi mommy. Kakak sangat menyayangi mommy. Dia tidak bisa hidup tanpa mommy sama seperti Alexa juga. Hanya saja saat ini Alexa dan kakak sudah membuat perjanjian satu sama lain.” Ujar Alexa.

__ADS_1


“Perjanjian? Perjanjian apa nak?”


__ADS_2