My Secret With CEO

My Secret With CEO
59


__ADS_3

Kini Melvin berada di mobil nya dengan melihat layar ponsel nya di mana di sana ada potret Lila, “Kau semakin cantik dan dewasa nona Lila. Tunggu kedatanganku. Aku akan membawamu ke kediaman utama dengan status nyonya Melvin Al Berto. Hal yang enam tahun lalu tidak bisa aku realisasikan maka sekarang akan aku wujudkan. Itu adalah sumpahku. Tempatmu bukan di sini tapi di kediaman keluarga Al Berto. Kau adalah menantu mereka, istriku dan mommy si kembar dan mungkin saja anak-anak kita lain nya.” Ucap Melvin tersenyum membayangkan anak-anak nya yang lain yang kemungkinan memiliki wajah mirip Lila.


“Aku hanya mengijinkanmu untuk berada di luar hanya sampai dendammu itu selesai. Aku akan membantumu untuk mewujudkan dendammu itu. Tapi tentu saja dengan cara diam-diam karena janjiku pada putraku.” Lanjut Melvin lalu dia menghubungi ketua bawahan yang dia tugaskan untuk jadi pelindung bayangan Lila. Hanya itu yang bisa dia lakukan saat ini karena dia terikat janji tidak boleh dekat dengan Lila. Janji yang ingin sekali dia langgar.


Dia ingin menemui Lila dan membawa nya ke pelukan nya. Ingin meminta maaf atas semua nya. Tapi harus dia tahan untuk beberapa jam ke depan karena akan dia pastikan besok hari Lila akan jadi tahanan nya. Tahanan cinta. Yah, cinta. Dia akui perasaan nya kepada Lila bukan hanya sebuah rasa tanggung jawab saja tapi cinta. Awal nya memang hanya sebuah rasa tertarik dan kasihan. Kasihan saat melihat nya menangis di makam waktu itu. Tertarik dengan cara elegan. Semua rasa yang tidak bisa dia deskripsikan itu adalah cinta.


“Bagaimana apa semua sudah siap? Ingat prioritas kalian adalah nona Lila. Dia tidak boleh terluka sama sekali.” Perintah Melvin kepada kepala bawahan yang dia tugas kan itu.


Jika Lila memiliki orang-orang yang sangat loyal pada nya sama hal nya juga dengan Melvin. Mereka sama-sama memiliki orang-orang yang sangat loyal akan perintah mereka.


***


Sementara di sisi Lila, kini dia menatap Luke lekat. Luke pun perasaan nya deg-degan parah saat di lihat seperti itu. Dia seperti sedang di kuliti hidup-hidup saja. Tatapan yang di berikan Lila seolah membunuh seluruh ujung saraf di tubuh nya.


“Bisa kau katakan kau baru saja dari mana Luke?” tanya Lila tajam dengan intimidasi nya.

__ADS_1


“Saya baru saja dari luar nona. Baru saja memeriksa persiapan semua nya.” Jawab Luke.


Lila pun tersenyum sinis mendengar jawaban Luke itu. Lila dengan gerakan cepat nya segera menodongkan senjata kepada Luke.


“Katakan yang sebenar nya Luke? Jangan pernah main-main denganku.” ucap Lila dengan tajam.


Luke pun menelan ludah nya kasar tapi dia sudah bersiap untuk konsekuensi atas pilihan yang dia ambil. Dia tidak akan menyerah akan hal itu. Tidak masalah jika dia mati di tangan orang yang sudah memberi nya kehidupan. Dia rela akan semua nya. Lila yang menolong nya dari lubang kematian kini jika harus mati di tangan Lila tidak masalah apapun. Dia justru sangat senang.


Lila menatap bawahan nya itu yang seperti nya tidak takut akan kematian. Lila pun menurunkan pistol dari tangan nya itu dan segera menjatuhkan nya yang dengan sikap di tangkap oleh Luke karena dia tahu pistol milik Lila itu adalah pistol yang sangat mahal bernilai puluhan juta dollar.


Luke pun segera bangkit dari posisi jongkok nya dan berdiri di depan Lila yang hanya di halangi oleh sebuah meja saja, “Nona sudah tahu?” tanya Luke hati-hati.


Lila pun menatap Luke dengan tatapan sinis nya, “Menurutmu bagaimana Luke? Apa menurutmu dengan menghapus CCTV itu jejakmu yang bertemu dengan nya bisa hilang. Aku tidak mempermasalahkan itu Luke karena cepat atau lambat dia mungkin memang akan menemukanku. Putramu ada bersama nya. Satu-satu nya orang yang tidak ku blokir akses nya ada dengan nya. Jadi aku memang sudah bersiap jika dia akan tahu di mana aku berada.” Ucap Lila menarik nafas nya.


“Tidak masalah jika kami memang akan bertemu. Setidak nya sebelum aku menghembuskan nafas terakhirku bisa melihat nya akan jadi hal yang baik. Melihat idola sebelum pergi seperti nya sangat baik.” lanjut Lila dengan tawa hambar nya.

__ADS_1


“Jangan pernah ucapkan kata seperti itu nona. Tuan Melvin akan melindungi anda. Keselamatan anda adalah segala nya bagi nya.” Jawab Luke.


Lila yang mendengar ucapan Luke itu pun tertawa meringis, “Wah, ternyata kau memang sudah menemui nya Luke. Aku pikir aku salah dengar dan salah mengenali suara dari penyadap yang terpasang di tubuhmu. Ternyata memang benar. Kau hebat Luke. Aku berterima kasih atas semua kekhawatiranmu padaku itu. Tapi aku juga tahu karma atas apa yang ku lakukan ini. Aku bersiap untuk semua nya. Mungkin menurutku semua rencana kita sudah baik tapi siapa yang tahu bahwa rencana itu adalah hal yang sempurna. Bisa saja ada sesuatu yang ku lupakan yang bisa jadi celah kegagalanku.” Ujar Lila.


“Tidak … aku tidak akan biarkan itu terjadi.” Ucap seseorang tiba-tiba saja masuk ke ruangan Lila itu.


Lila yang melihat siapa yang datang pun hanya tersenyum lalu bertepuk tangan menyambut siapa yang datang, “Selamat datang tuan Melvin di tempatku ini. Aku menyambutmu!” sambut Lila kepada Melvin.


“Stop memanggilku seperti itu Greyila El Bara. Aku bukan tuanmu.” Ucap Melvin tegas.


Lila hanya tertawa mendengar ucapan Melvin itu, “Lalu aku harus memanggilmu apa tuan Melvin yang terhormat. Ouh, apa aku harus memanggilmu daddy Alex dan Alexa. Sayang. Honey. Baby. Atau mungkin suami. Yah, aku baru ingat aku adalah istrimu di mata Negara ya. Aku akui kau hebat melakukan itu. Tapi ingat lah kita tidak pernah menikah. Kita hanya terikat hubungan satu malam saja. Kau hebat sudah bisa memperdaya Luke, pengacara Jay dan Alexa. Ouh aku lupa lagi Yola. Dia juga kau jadikan tahanan bukan. Aku tidak menyangka bahwa orang-orang yang ku percaya perlahan-lahan membelamu.” Ucap Lila.


“Nona anda salah pah--” Luke menghentikan perkataan nya itu saat Lila mengangkat tangan nya.


“Kau bisa membenciku Lila. Sebanyak apapun kebencianmu itu akan aku terima. Tapi tidak ku izinkan kau pergi dari dunia ini. Kau harus menebus kesedihanku selama enam tahun ini yang bagaikan orang gila mencarimu.” Ucap Melvin.

__ADS_1


“Jadi stop bicara kematian. Aku bersumpah tidak akan mengizinkan malaikat maut untuk membawamu pergi dariku. Kau adalah milikku.” Ucap Melvin tegas.


__ADS_2