My Secret With CEO

My Secret With CEO
89


__ADS_3

“Putra kita.” Ralat Melvin.


Lila yang mendengar itu pun tersenyum, “Ahh iya putra kita.” Ucap Lila.


Melvin yang melihat sang istri tersenyum pun ikut tersenyum, “Aku akan mengusahakan pengobatan yang terbaik untukmu. Aku mohon percaya padaku. Aku juga minta kau tidak menyerah pada hal ini.” ucap Melvin berlutut di depan kursi roda Lila.


Lila yang melihat dan mendengar ketulusan Melvin itu pun tersenyum. Lalu dia mengalihkan pandangan nya ke arah lain, “Bukan kah aku sudah mempercayakan hidupku padamu. Kenapa masih bertanya hal itu. Aku janji akan melakukan apapun yang kau minta.” Ucap Lila.


Melvin yang mendengar itu pun tersenyum lalu memeluk istri nya, “Sayang! Hum, seperti nya aku akan mengubah nama panggilan untukmu.” Ucap Melvin.


Lila pun terkekeh mendengar hal itu, “Bisa tidak lepaskan pelukan nya. Jika mau bicara tidak perlu sambil memeluk bukan?” tanya Lila lirih.

__ADS_1


Melvin pun tersenyum dan melepas pelukan nya itu, “Ingat sayang, mulai saat ini kau tidak perlu lagi canggung padaku. Aku adalah suamimu. Jangan takut meminta bantuanku. Jangan merasa bahwa kau itu merepotkan karena aku sama sekali tidak merasa repot karena hal itu. Aku menyayangimu.” Ucap Melvin.


Lila pun tersenyum saja, “Aku juga menyayangimu sebagai idola.” Jawab Lila.


“Tidak bisakah sebagai suamimu?” tanya Melvin.


Lila yang mendengar itu pun tersenyum saja, “Jangan meminta hal itu secepat ini? Bukan kah ini baru hari pertama kita sebagai pasangan suami istri.” Ucap Lila.


Melvin pun mengangguk, “Ahh maaf! Baiklah. Aku menurutimu ratuku.” Ucap Melvin.


Melvin yang mendengar itu pun ikut tertawa, “Ouh ayo lah. Aku akan menyematkan semua nama kesayangan untukmu. Kau harus membiasakan nya mulai hari ini.” balas Melvin.

__ADS_1


Lila pun mengangguk, “Hum, terserah lah.” Ucap Lila lalu dia kembali menatap ke arah kediaman nya di depan sana.


Hingga tiba-tiba Melvin pun menggendong nya dari kursi roda nya itu, “Mau kemana?” tanya Lila dalam gendongan suami nya it.


“Kita akan makan siang bersama di bawah bersama mami dan papi serta kedua anak kita.” Ucap Melvin lalu meletakkan Lila di ranjang nya.


“Makan? Bukan kah itu belum waktu makan siang? Masih ada waktu sekitar satu jam lagi.” Ujar Lila memandangi jam yang ada di dalam kamar suami nya itu.


Melvin pun melihat jam dinding di kamar nya itu lalu tersenyum, “Kau benar. Tapi seperti nya waktu makan siang kali ini di majukan.” Ujar Melvin.


Bertepatan dengan akhir kalimat Melvin itu pun ada yang mengetuk pintu kamar nya, “Tuan, saya hanya ingin menyampaikan bahwa tuan muda dan nyonya muda di tunggu di meja makan untuk ikut makan siang bersama tuan dan nyonya besar.” Ucap pelayan di depan pintu kamar Melvin itu.

__ADS_1


Melvin dan Lila yang mendengar itu pun saling berpandangan satu sama lain lalu tersenyum, “Hum, seperti nya apa yang kamu katakan benar. Waktu makan siang di majukan.” Ucap Lila.


“Iya kan? Aku itu bisa memprediksi hal ini dengan baik karena mami dan papi pasti ingin menyambut menantu mereka dengan hormat.” Balas Melvin yang di balas Lila dengan senyuman.


__ADS_2