
Lila yang berada di dalam kamar mendengar apa yang di bicarakan oleh suami nya dan juga kakak nya itu di luar. Sesuatu yang membuat nya terkejut. Lila memang awal nya terlelap tapi entah kenapa dia terbangun begitu mendengar suara kakak nya.
Lila yang awal nya kesal karena suami nya itu sudah membohongi nya terkait keberadaan kakak nya di sini. Lila yang awal nya ingin langsung keluar dan menanyakan alasan suami dan kakak nya harus membohongi nya itu harus terhenti di balik pintu begitu mendengar apa yang di ucapkan kakak nya.
Lila segera melihat tangan nya yang selama ini di masukkan obat ke sana. Dia melihat nya dengan baik hingga air mata nya itu menetes, “Apa yang aku lakukan? Apa kesembuhanku harus di bayar dengan nyawa kakak? Tidak, aku tidak bisa menerima ini.” gumam Lila dengan air mata menetes di pipi nya.
Melvin yang di luar sana segera membuka pintu kamar untuk melihat Lila yang mungkin saja masih terlelap agar Luke bisa melihat adik nya itu dengan leluasa.
“Dia gak ada.” Ucap Melvin panic.
__ADS_1
Luke yang mendengar ucapan Melvin pun segera masuk ke dalam kamar itu dan seketika dia menatap Lila yang duduk di sofa dengan air mata di pipi nya. Sudah. Dia sudah tahu alasan kenapa adik nya itu menangis. Kemungkinan besar adik nya itu sudah mendengar semua nya.
“Dek!” panggil Luke pelan.
Lila tidak menatap kakak nya. Sedangkan Melvin kini hanya bisa diam karena dia pun sudah mengerti keadaan apa yang sedang terjadi saat ini. Semua rencana mereka sudah terbongkar. Istri nya itu sudah tahu semua nya.
Luke perlahan mendekati adik nya itu tapi kemudian berhenti saat Lila mengangkat tangan nya mengisyaratkan bahwa jangan mendekat pada nya, “Jangan mendekatiku kak. Aku tidak ingin membencimu karena hal ini. Aku mohon pergi lah dari hadapanku sebelum aku benar-benar marah. Biarkan aku menenangkan diriku dulu untuk mencoba memahami alasan baik yang bisa ku terima dari kebohongan besar yang telah kalian sembunyikan dariku.” Ucap Lila menatap Luke dan Melvin dengan derai mata di pipi nya.
“Jangan bicara padaku by. Aku sungguh lebih kecewa padamu dari pada kakak. Kau membohongiku. Jujur saja rasa kecewaku ini lebih dari rasa kecewa yang kau torehkan dulu padaku. Kini aku berpikir apa aku salah memberikanmu kesempatan.” Ucap Lila menatap suami nya.
__ADS_1
“Sayang!” ucap Melvin mendekati Lila dan memeluk istri nya itu.
“Maaf!” ucap Melvin.
Lila hanya diam saja berada di pelukan suami nya itu. Dia tidak menolak pelukan itu karena mungkin dia memang butuh pelukan itu untuk menenangkan perasaan nya. Yah, walaupun pelukan itu dari orang yang membuat nya menangis.
“Mau sampai kapan kau akan terus membuatku kecewa seperti ini by? Apa kau pikir rasa kecewa itu bisa di tukar hanya dengan kata maaf saja. Mau sampai kapan kau akan mengatakan maaf ketika melakukan kesalahan?” ujar Lila.
Melvin diam dan hanya memeluk erat istri nya itu, “Lepaskan aku by!” ujar Lila.
__ADS_1
“Tidak!”