My Secret With CEO

My Secret With CEO
63


__ADS_3

“Apa kita akan mengikuti mereka tuan? Mereka sudah melaju.” Ucap Deo bertanya kepada Melvin.


Melvin pun mengangguk mengiyakan, “Tapi tetap jaga jarak. Tugas kita hanya melindungi saja. Jangan ikut campur dalam rencana yang sudah dia buat. Aku tidak ingin membuat nya kecewa lagi.” Jawab Melvin.


Deo pun mengangguk mengerti dan tidak lama mobil mereka pun segera mengikuti mobil Lila dan anak buah nya dengan tetap menjaga jarak aman.


Di sisi lain, kini Delon setelah berkutat dengan semua alat yang dia miliki bahkan harus membaca banyak buku dan referensi dan tidak tidur akhir nya dia bisa memecahkan semua nya.


“Yes, berhasil. Akhirnya aku menemukan Lila.” Ucap Delon berteriak senang.


“Ehh tunggu. Kenapa titik nya bergerak. Apa dia sedang dalam perjalanan. Tapi mau kemana dia?” tanya Delon saat memperhatikan titik yang menunjukkan keberadaan Lila saat ini.


Delon memperhatikan jalur yang di ikuti Lila hingga dia menarik satu kesimpulan, “Dia mau ke tempat yang biasa di jadikan tempat eksekusi. Lila mau apa kau ke sana Lila. Itu adalah jurang kematian. Tidak jangan konyol Lila. Jangan lakukan hal yang berbahaya. Tidak, aku tidak akan bisa menerima ini. Aku baru saja bisa menemukanmu. Tidak akan ku biarkan kau melakukan hal bodoh hingga harus membuatku pergi dari tempat ini lagi. Tidak akan. Tidak masalah jika aku hanya kau anggap bawahan selama nya tapi kau harus hidup Lila.” Ucap Delon segera memakai alat tempur nya karena dia sudah menduga kemungkinan yang akan terjadi di tempat yang di tuju oleh Lila.


Delon segera keluar setelah memastikan semua yang harus dia bawa aman. Dalam perjalanan dia mengirimkan pesan kepada orang tua nya. Delon segera menuju tempat yang di tuju oleh Lila dengan kecepatan di atas rata-rata. Dia tidak ingin terlambat melakukan sesuatu. Cukup.


***


“Luke, apa mereka sudah bergerak menuju tempat itu?” tanya Lila kepada Luke.


“Sudah nona. Mereka dalam perjalanan juga.” Jawab Luke.

__ADS_1


Lila pun mengangguk dan meraih tablet nya, “Mereka akan sampai dalam lima menit lagi Luke. Aku ingin kita sudah harus di sana. Ohiya seperti nya banyak anak buah tuan Melvin yang mengikuti kita. Aku akui suami dengan status hukumku itu cukup berani.” Ucap Lila saat mengamati tablet nya di mana di sana banyak menunjukkan titik-titik merah yang berarti ada orang di sekitar itu.


Seperti apa yang di minta Lila mereka tiba di tempat kurang dari lima menit, “Nona, anda di dalam saja.” ucap Luke melarang Lila hendak keluar.


Lila pun menatap Luke lekat, “Ada apa Luke? Kenapa kau terlihat khawatir. Tenang saja aku akan baik-baik saja. Aku tidak akan mati. Aku harus memastikan menang dalam pertempuran hidup dan mati ini.” ucap Lila dengan seringai.


“Tetap saja nona tidak boleh keluar. Tunggu saja di mobil. Amati dari jauh saja.” ucap Luke.


“Aku tidak mau Luke. Aku ingin keluar dan melihat di sana. Ini adalah rencana yang sudah kita sepakati.” Ucap Lila.


“Kenapa apa perubahan rencana tanpa persetujuanku?” sambung Lila bertanya.


“Baiklah, anda boleh turun nona. Tapi jangan jauh-jauh dari saya.” ucap Luke.


Luke selalu berdiri di samping Lila. Luke juga mengamati sekeliling nya. Di mana di sana dia bisa melihat anak buah Lila dan Melvin. Melvin dan Deo juga ada di sana tentu saja.


“Semoga saja semua berjalan dengan baik-baik saja. Kau harus selamat nona. Ada pria dan anak-anakmu yang menunggumu kembali.” Batin Luke manatap Lila lekat. Setidak nya dia ingin mengingat wajah Lila dan menyimpan nya dalam memori otak nya sebagai penolong nya.


Di sisi Linda, “Hum, ternyata kau memang tidak bohong. Anak laknat itu memang ada di sini bersama seorang pria lagi. Pasti laki-laki itu yang sudah membawa nya pergi selama enam tahun ini. Dia bertingkah sok suci selama ini tapi ternyata dia menyimpan laki-laki juga bersama nya. Entah apa yang sudah mereka lakukan selama ini.” ucap Linda dengan tawa sinis nya.


Pemuda yang ada di samping Linda itu hanya bisa mengumpati Linda dalam hati nya karena mendengar ucapan tidak pantas yang keluar dari mulut wanita tua itu. Ingin rasa nya dia menusuk saja wanita tua itu. Tapi dia masih bersabar agar semua rencana dari nona nya itu terlaksana dengan baik tanpa kegagalan.

__ADS_1


Pemuda itu segera turun, “Ee’eeh kau mau kemana?” tanya Linda saat dia keluar.


“Tentu saja keluar nyonya. Kita tidak mungkin melakukan rencana kita dengan tetap berada di dalam mobil kan.” Balas nya sedikit kesal.


Linda pun mengangguk mengerti, “Kalau begitu kau saja yang keluar. Aku mau di sini. Aku tidak ingin mengotori tanganku ini dengan darah laknat gadis itu.” ucap Linda angkuh.


Pemuda itu pun segera turun dan dia menutup pintu mobil dengan lumayan keras sehingga menimbulkan suara yang lumayan keras dan membuat Linda di dalam kaget. Ingin rasa nya Linda mengumpat tapi mengingat bahwa pemuda itu masih berguna untuk nya dia pun bersabar.


Sementara di sisi Lila yang melirik ke arah anak buah nya yang berada di sisi Linda itu pun segera menatap Luke yang berarti bahwa sudah waktu nya untuk mengeksekusi rencana.


Luke pun yang mendapat kode dari Lila pun segera mengangguk tapi dia mencoba mengirim sesuatu pada seseorang.


Di sisi Melvin, dia tegang menyaksikan situasi yang ada di hadapan nya itu. Jujur saja sebenar nya dia memang sering terlibat dengan sesuatu yang seperti ini tapi kini dia sedang mempertaruhkan kehidupan dari wanita yang dia cintai. Dia sangat tegang hingga saat ponsel nya berbunyi pun dia kaget, “Tuan, ponsel anda.” Ujar Deo serius melihat apa yang ada di hadapan nya itu. Dia juga mengkoordinir orang-orang yang ada di sekitar sebagai pelindung dari calon nyonya muda nya.


Melvin membuka pesan yang di kirimkan oleh Luke itu hanya satu kata saja.


[Aruna]


Melvin segera berpikir dan seketika otak nya bekerja memahami kode yang di kirimkan oleh Luke, “Deo, cari keberadaan Aruna. Dia seperti nya tidak ada di tempat ini. Dia pasti sedang merencanakan hal lain.” Perintah Melvin gugup.


Deo yang mendengar perintah dari atasan nya itu pun segera mengangguk dan segera mencari di mana keberadaan Aruna.

__ADS_1


“Dia ada di belakang tuan. Seperti nya itu mobil nya.” Tunjuk Deo saat sudah menemukan titik Aruna.


Door!


__ADS_2