My Secret With CEO

My Secret With CEO
153


__ADS_3

Kurang lebih setengah jam, mobil yang membawa Melvin dan Lila di dalam nya akhirnya tiba di kediaman orang tua Melvin.


Penjaga gerbang segera membukakan pintu begitu Deo meminta nya. Penjaga gerbang tidak ragu sama sekali karena dia tahu Deo pasti memiliki urusan penting dengan tuan besar nya selama tuan muda nya pergi. Padahal itu di lakukan agar kejutan kepulangan Melvin dan Lila tidak terbongkar saja.


Mobil segera di parkirkan. Deo segera turun dari mobil lalu segera membukakan pintu mobil untuk Melvin dan Lila.


Melvin turun lebih dulu lalu dia segera mengulurkan tangan nya untuk membantu Lila. Deo yang melihat itu tersenyum. Dan satu hal yang dia pahami bahwa hubungan tuan dan nyonya nya itu susah tidak lagi kaku. Dia senang jika tuan muda nya itu bahagia karena dia sudah melihat masa terpuruk Melvin. Tuan muda nya itu pantas bahagia.


Melvin dan Lila segera melangkah masuk ke dalam kediaman.


"Mommy!" itu suara Alexa yang berada di tangga dari lantai dua.

__ADS_1


Alexa segera berlari di tangga mendekati Lila dan Melvin, "Sayang ... Hati-hati! Jangan lari nanti jatuh." ucap Lila sedikit keras.


Tapi putri nya itu tidak memedulikan nya dan segera berlari ke pelukan Lila. Lila pun segera berlutut dan merentangkan tangan nya menyambut sang putri.


"Mommy, kau beneran pulang kan? Lexa tidak sedang bermimpi kan mom? Aku sangat rindu padamu mom. Jika memang ini hanya mimpi tolong jangan bangun Lexa. Jika ini hanya khayalan Lexa tolong biarkan saja dulu seperti itu. Lexa ingin menikmati nya sedikit lebih lama agar rindu Lexa menghilang." ucap Alexa dalam pelukan Lila.


Melvin dan Lila pun tersenyum mendengar ucapan putri mereka itu.


Alexa diam sejenak dan menatap Lila lekat seolah meyakinkan bahwa ucapan mommy nya itu benar ada nya.


Alexa kembali memeluk Lila setelah dia yakin bahwa itu bukan mimpi atau pun khayalan, "Mommy kau sudah pulang? Alexa rindu." ucap Alexa mengeratkan pelukan nya..

__ADS_1


Lila pun membalas pelukan putri nya itu dengan erat. Jujur saja dia juga merasakan hal yang sama dengan putri nya itu. Dia adalah seorang ibu yang sudah pasti sangat mengkhawatirkan anak nya di mana pun dia berada. Rindu sudah level tinggi walaupun mereka sering bicara di telepon.


Dia senang mendapati putri nya itu yang lebih dulu memeluk nya dari pada Melvin. Jujur saja dia merasa kehilangan saat putri nya itu lebih dekat dengan Melvin ketimbang diri nya.


Setelah cukup lama akhirnya pelukan Lila dan putri nya itu di lepas bersamaan dengan datang nya Alex bersama papi Emran yang datang dari halaman belakang dan mami Elea yang baru keluar dari kamar.


Lila menatap putra nya dengan lekat setelah Alexa beralih memeluk Melvin.


"Hey boy! Apa kau tidak merindukan mommy?" Ucap Lila menatap putra nya.


Alex yang mendengar ucapan Lila segera berjalan cepat mendekati mommy nya itu dan memeluk Lila erat. Lila pun tersenyum dan memeluk putra nya erat.

__ADS_1


"Mom, kau sudah pulang? Alex rindu--"


__ADS_2