
Kini Lila dan Melvin dalam perjalanan pulang ke kediaman utama.
“Hubby, apa anak-anak sudah di rumah?” tanya Lila pada suami nya itu.
Melvin yang mendengar pertanyaan yang di ajukan istri nya itu tertawa kecil, “Kenapa kau mengajukan pertanyaan seperti itu sayang? Padahal kau lah yang paling tahu mereka. Aku yakin tanpa jawaban dariku kau sudah tahu di mana si kembar sekarang berada.” Ucap Melvin.
Lila yang mendengar jawaban suami nya pun hanya bisa tersenyum jengah karena suami nya itu seperti nya sudah hafal diri nya.
“Aku hanya ingin tahu jawaban versimu saja by. Setidak nya jawab lah pertanyaanku.” Ucap Lila pasrah.
“Baiklah. Aku akan menjawab. Anak-anak sudah ada di rumah sekarang. Mereka di jemput oleh sopir mereka.” ucap Melvin.
“Apa begitu?” lanjut Melvin bertanya.
Lila pun mengangguk dan tertawa.
“Maaf ya by jika aku terkadang menyebalkan dan merepotkanmu.” Ucap Lila kemudian.
“Ck, perkataan macam apa itu, dear. Aku justru senang kau seperti itu. Aku menerima semua mengenai dirimu. Aku bersedia di repotkan olehmu sampai kapan pun.” Balas Melvin.
Lila pun meraih tangan kiri suami nya dan mengecup nya.
“Aku tidak menyangka bisa menikah dengan idolaku.” Ucap nya.
Melvin yang mendengar itu pun terkekeh.
“Aku juga tidak menyangka akan menikah dengan seorang gadis yang usia nya lima tahun lebih muda dariku. Ternyata itu adalah keuntunganku menolak di jodohkan oleh mami.” balas Melvin.
“Emang nya mami pernah begitu?” tanya Lila terkejut karena yang dia lihat mami Elea bukan lah tipe orang tua yang suka menjodohkan anak nya.
Melvin mengangguk, “Hum, jangan anggap mami yang terlihat polos seperti itu. Percaya lah dia pernah membuatku pusing karena terus menerorku dengan menikah. Terus memintaku bertemu dengan anak-anak gadis teman arisan nya. Apa kau tahu kenapa aku bisa ke club malam itu? Yah, itu adalah alasan nya. Aku menghindari perjodohan yang akan di lakukan mami. Aku pun mencoba datang ke club untuk pertama kali nya. Terus untuk kejadian nya selanjut nya kau pasti tahu.” Jelas Melvin.
“Wah, aku tidak menyangka bahwa mami ternyata masuk dalam tipe orang tua yang suka menjodohkan anak nya.” ucap Lila speechless. Menurut pandangan Lila, mami Elea itu berbeda dengan orang tua pada umum nya yang akan memaksa anak mereka menikah. Mami Elea tidak menunjukkan gerak-gerak itu. Tapi tidak tahu nya itu tersimpan rapi.
“Biasa lah. Mami itu terlalu khawatir aku tidak mendapatkan jodoh apalagi di usiaku saat itu yang 28 tahun. Menurut mami usiaku itu sudah sangat tua untuk menikah. Terus di tambah dengan kabar yang berembus bahwa aku memiliki orientasi menyimpang. Ck, mengingat hal itu rasa nya aku ingin menghancurkan orang yang sudah menyebarkan fitnah itu. Bukti nya hanya sekali saja aku melakukan nya, aku langsung mendapatkan anak dua sekaligus.” Ucap Melvin tersenyum menatap istri nya itu sekilas. Di akhir kalimat nya itu dia akhiri dengan candaan dan godaan untuk Lila.
Perlahan-lahan mereka mencoba menjadikan apa yang terjadi di masalalu itu adalah sebuah kejadian yang harus di syukuri karena tanpa kejadian itu tidak akan ada kejadian masa kini.
“Dasar mesum! Apa itu yang ada dalam pikiranmu selama ini by?” ucap Lila kesal. Lebih tepat nya pura-pura kesal.
“Hahahah, aku bercanda sayang. Bertemu denganmu adalah anugerah bagiku. Alex dan Alexa adalah hadiah pertemuan kita yang tidak akan bisa di gantikan oleh apapun. Mereka adalah masa depan kita.” Ucap Melvin.
“Aku memang pernah mendengar hal itu. Tapi aku pikir itu hanya gosip saja karena kau tidak menghapus berita itu. Ternyata benar itu memang hanya gosip.” Ucap Lila sambil mengangguk-ngangguk.
“Aku tidak menghapus berita karena tidak ingin di anggap bahwa aku benar-benar seperti yang di beritakan. Jadi biarkan saja mereka menganggap aku apa yang penting itu bukan lah kebenaran nya. Selain itu, berita itu sedikit membantuku.” Ucap Melvin.
“Membantu?” tanya Lila bingung sambil mengernyitkan kening nya.
Melvin mengangguk, “Hum, berkat berita itu gadis-gadis yang biasa nya selalu sibuk mencari perhatian padaku di mana pun aku berada mulai perlahan-lahan sedikit berkurang.” Jawab Melvin santai.
__ADS_1
Lila yang mendengar ucapan suami nya itu pun tertawa, “Ouh pantas saja kau tidak menghapus berita nya. Kau sendiri mendapatkan keuntungan dari hal itu.” ucap Lila.
“Hum, tapi aneh nya aku tidak pernah melihatmu dalam barisan mereka. Percaya lah saat aku tahu kau menganggapku idolamu aku terkejut. Jika memang kau menyukaiku bukan kah setidak nya kau mencoba mendekatiku. Tapi tidak ada sama sekali, kita pertama kali bertemu yah di club itu. Bertemu secara langsung maksud nya karena berita tentangmu pun cukup beredar di majalah bisnis. Putri tunggal yang di siapkan menjadi pewaris bisnis kerajaan nomor dua. Itu adalah tajuk berita tentangmu yang pernah ku baca.” Ucap Melvin.
“Aku bukan lah seorang fans yang fanatic. Aku adalah fans yang tahu di mana aku harus meletakkan rasa sukaku.” Ucap Lila.
“Ohiya, terus untuk berita itu. Aku tidak pernah tahu ada berita seperti itu sampai Yola memperlihatkan nya padaku. Aku tidak menyangka di saat aku jauh tinggal bersama daddy dia membuat pernyataan seperti itu. Padahal aku tidak lagi mengharapkan apapun dari nya karena terlanjur kecewa.” Lanjut Lila.
“Hum, aku tahu. Aku baru memahami hal itu saat kau menghilang. Kau bukan lah gadis yang seperti mereka. Kau unik dan langka. Lalu untuk apa yang terjadi pada hubunganmu dan daddymu. Aku bukan memintamu untuk melupakan nya, hanya saja--”
Lila mengangguk memotong ucapan suami nya, “Aku paham apa yang kau maksud by. Aku memang kecewa pada daddy tapi tentu saja dia adalah orang yang paling ku cintai setelah umi. Kematian nya adalah hal paling menyedihkan di hidupku.” Ucap Lila berkaca-kaca.
“Dear!” ucap Melvin menepikan mobil nya saat melihat istri nya itu meneteskan air mata nya.
Melvin segera membawa Lila ke pelukan nya.
“Maaf sayang. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih.” Ucap Melvin mengeratkan pelukan nya dan menghujani puncak kepala istri nya itu dengan kecupan penuh kasih.
Lila menggeleng, “Aku tidak sedih, by. Ini adalah air mata bahagia. Aku hanya rindu pada mommy dan daddy saja.” ucap Lila dalam pelukan Melvin.
“Kita akan mengunjungi mereka.” balas Melvin.
Lila pun mengangguk, “Terima kasih, by. Sudah menenangkanku. Percaya lah dulu di saat aku rindu pada mereka. Aku hanya bisa menangis sendiri. Menyembunyikan air mataku agar taka da yang melihat nya. Kini aku jadi cengeng dan manja hingga tidak mampu menyembunyikan air mataku lagi di hadapanmu.” Ucap Lila.
Melvin melepas pelukan nya dan mengecup kening Lila lama.
Lila yang mendengar ucapan suami nya mendongak mempertemukan tatapan nya dengan tatapan suami nya. Melvin mengusap air mata di pipi istri nya itu.
“Teman ranjang juga?” tanya Lila tersenyum.
Melvin yang mendengar ucapan istri nya sedikit ngeleg karena tidak menyangka akan mendengar hal seperti dari bibir Lila di saat wanita itu menangis sedih.
“Dear, itu tentu saja. Kita akan menjadi partner dalam segala hal.” Ucap Melvin sedikit meringis karena entah kenapa setiap Lila mengatakan hal yang berbau ranjang membuat nya tegang. Dasar dunia bawah nya itu mulai baper setelah merasakan surga dunia nya.
“By, apa kau tahu awal aku mulai mengidolakanmu karena apa?” tanya Lila.
Melvin menggeleng, “Itu karena mommy dan daddy. Aku ingat saat itu usiaku 10 tahun. Aku sedang menonton tv di ruang tengah sendiri menunggu mommy dan daddy pulang dari kantor. Itu memang kebiasanku ketika menunggu mereka pulang. Menonton tv serial kesukaanku. Di tengah-tengah aku serius menonton film tiba-tiba daddy dan mommy datang sambil mengendap-ngendap karena ingin mengagetkanku. Aku juga tidak sadar akan hal itu karena saking serius nya menonton serial favoritku. Daddy yang tiba-tiba ada di belakangku segera memidahkan chanel tv ke berita bisnis di mana di sana menampilkan dirimu bersama mami Elea dan papi Emran. Saat itu kau di kenalkan sebagai pewaris mereka. Aku yang tidak menyukai berita pun jengkel dengan apa yang di lakukan daddy dan meminta nya mengembalikan ke chanel serial kesukaanku. Tapi daddy menolak dan mengatakan, Lila putri kesayangan daddy lihat lah berita itu dia adalah pewaris tunggal perusahaan nomor satu saat ini. Daddy berharap kau berjodoh dengan nya. Bukan kah akan sangat menggemparkan jika perusahaan nomor satu dan nomor dua itu berdiri berdampingan. Satu dan dua dekat dan mereka harus dekat bukan? Itu adalah perkataan daddy waktu itu. Pemikiran kecilku yang cerdas, aku sedikit memahami maksud daddy. Aku pun tidak lagi merengek kepada daddy untuk mengembalikan ke serial favoritku dan justru menonton konferensi pers yang di adakan perusahaanmu. Sejak itu lah aku mengagumimu. Aku mengingat ucapan daddy. Satu dan dua itu harus berdiri berdampingan. Apalagi mommy juga sering membawakan majalah bisnis ke rumah. Aku membaca semua majalah mengenai bisnis dan melihat berita bisnis setiap sore nya. Serial favoritku itu tergantikan olehmu, by.” Tutur Lila panjang lebar.
Melvin yang mendengar penuturan panjang dari istri nya itu pun terharu. Melvin segera memeluk Lila erat karena tidak menyangka bahwa akan berjodoh dengan gadis yang sejak dulu mengagumi nya. Kini dia mengerti kenapa sampai usia nya 28 tahun tidak pernah memiliki keinginan untuk menikah atau pun tertarik dengan seorang gadis padahal banyak gadis yang menggoda nya. Ternyata ada doa anak kecil yang di kabulkan dan ada harapan kedua orang tua untuk anak nya. Tapi begitu di pertemukan dengan Lila hasrat nya langsung terpancing.
“Kita akan mengunjungi makam mommy dan daddy. Aku ingin berterima kasih kepada mereka karena mendekatkan kita. Harapan mereka lah yang membuat kita bisa bersama saat ini. Doa mereka. Keinginan mereka.” ucap Melvin.
Lila mengangguk, “Apa aku berhasil mewujudkan satu dan dua selalu berdampingan?” tanya Lila berbisik.
Melvin melepas pelukan nya lalu mengangguk, “Kau berhasil sayang. Satu dan dua akan selalu berdampingan selama nya.” ucap Melvin.
“Huhh akhirnya aku berhasil mewujudkan keinginan daddy.” Ucap Lila.
“Ayo pulang, by. Aku rindu rumah.” Lanjut nya.
__ADS_1
Melvin pun mengangguk dan segera memperbaiki posisi nya. Tidak lama mobil itu pun kembali melaju menuju kediaman utama.
Hanya lima menit saja mereka tiba di kediaman utama karena memang jarak mereka dengan kediaman utama sudah tidak jauh dari tempat mereka berhenti tadi.
Melvin dan Lila segera keluar mobil dan masuk bergandengan tangan. Mereka langsung di sambut oleh kedua buah hati mereka yang saat itu duduk bersama dengan kakek dan nenek mereka.
Mata Lila yang masih memerah dan ada bekas air mata menjadi perhatian semua orang, terutama mami Elea.
Mami Elea segera berdiri mendekati Lila untuk memastikan wajah menantu nya itu apa baru menangis atau tidak, “Vin, kau apakan putri mami? Kenapa ada bekas air mata?” tanya Mami Elea menatap tajam putra nya.
Lila dan Melvin yang saling menggenggam tangan melepaskan genggaman mereka, “Mami salah paham. Dia tidak melakukan apapun yang menyakitiku. Aku hanya sedang rindu dengan mommy dan daddy saja tadi jadi menangis.” Jelas Lila.
Mami Elea pun mengelus dada nya lega, “Mami pikir dia menyakitimu. Ayo duduk, nak. Kamu mau makan apa? Biar mami minta koki membuat nya.” ucap Mami Elea segera mengajak Lila duduk di sofa yang ada di ruang tamu itu.
Sementara Melvin sendiri hanya bisa menhela napas saja melihat apa yang di lakukan mami nya itu. Sudah menuduh nya yang tidak-tidak dan kini tanpa mengatakan apa-apa justru mengabaikan nya seperti tidak terlihat saja.
Melvin segera duduk di samping papi nya yang hanya tertawa kecil melihat nya seolah mengatakan bahwa itu yang papi rasakan selama ini saat mamimu lebih mengutamakan dirimu ketimbang papi.
“Sabar, boy!” ucap papi Emran menepuk bahu putra nya itu.
“Daddy!” panggil Alexa yang segera turun dari tempat duduk nya dan mendekati Melvin.
Melvin pun segera memangku putri nya dalam pangkuan nya.
“Iya, ada apa girl?” tanya Melvin.
Alexa hanya menggeleng, “Gak, aku hanya ingin duduk di pangkuan daddy saja.” jawab nya santai.
Semua yang ada di sana tersenyum mendengar ucapan Alexa itu yang mereka anggap sebagai mood booster. Yah, Alexa itu mencair semenjak bertemu dengan daddy nya. Sementara Alex yang kini menjadi gunung es.
“Boy, apa kau tidak ingin mengatakan apapun?” tanya Melvin beralih menatap putra nya.
Alex hanya menatap Melvin lalu menggeleng. Setelah nya dia segera turun dari tempat duduk nya.
“Alex mau ke kamar.” Ucap nya datar. Setelah itu segera meninggalkan ruang tamu menuju kamar nya.
Semua orang yang ada di sana mendadak bingung melihat apa yang di lakukan Alex.
“Girl!” panggil Lila.
Alexa menggeleng, “Aku tidak tahu apapun, mom. Kakak memang aneh sejak dia pulang tadi. Aku tidak tahu apapun.” Ucap Alexa yang seolah tahu apa yang akan di tanyakan mommy nya.
Semua orang pun diam, “Mih, Pih, Apa semenjak dia pulang dari sekolah seperti itu?” tanya Melvin.
“Gak, tadi saat kalian belum tiba dia bicara seperti biasa.” Jawab papi Emran.
“Terus kenapa dia seperti itu?” tanya Melvin bingung.
“Aku akan bicara dengan nya.”
__ADS_1