My Secret With CEO

My Secret With CEO
87


__ADS_3

Kini Lila dan Melvin saling bertatapan satu sama lain dan mengunci nya hanya untuk mereka saja. Kedua nya sudah bersiap untuk mengucap janji pernikahan satu sama lain. Ada rasa gemetar dan gugup dalam hati kedua nya namun seolah-olah genggaman kedua nya yang erat menghilangkan rasa itu.


“Tuan Melvin Al Bert, sudah tiba saat nya anda mengucapkan janji pernikahan anda.” Suara pemuka agama itu terdengar hingga membuat Melvin menarik nafas dalam untuk menghilangkan kegugupan yang kembali melanda nya. Tapi dia mencoba untuk tetap tenang. Pernikahan ini adalah pernikahan yang di impikan yang dia tunggu-tunggu. Dan wanita yang akan dia ambil dalam janji pernikahan nya itu adalah wanita satu-satu nya yang dia cintai. Wanita yang sudah hampir membuat nya gila tapi tentu saja sangat dia cintai.


Melvin menatap Lila lekat dan tersenyum. Melvin mengangguk ke arah pemuka agama yang mengisyaratkan bahwa dia sudah siap untuk mengambil janji pernikahan nya itu itu.


Lila sendiri dia juga merasa gugup dengan hal itu tapi lagi-lagi genggaman Melvin membuat nya sedikit tenang. Dia berharap tidak akan ada kesalahan nanti. Dia menerima pria di hadapan nya itu dengan segala pertimbangan yang sudah dia buat. Menerima pria satu malam nya yang sudah menitipkan benih nya di rahim nya yang pada akhirnya menghasilkan dua makhluk yang sangat tampan dan cantik serta sangat jenius. Yang kini juga tengah menyaksikan pernikahan mereka itu dengan penuh ketegangan.


Semua tamu undangan yang hadir di liputi ketegangan. Bisa di lihat di sana mami Elea dan papi Emran yang juga tegang menunggu pengucapan janji suci pernikahan putra tunggal mereka. Ketegangan yang meliputi seluruh jemaat yang hadir itu mengalami kenaikan begitu suara Melvin terdengar dengan sangat jelas ke seluruh tempat di sana.


“Atas nama Tuhan Yang Maha Kuasa, di hadapan pendeta dan jemaat sekalian, saya Melvin Al Berto memilih engkau Greyila El Bara menjadi istri saya satu-satu nya dan ibu dari anak-anak kita, untuk saling menjaga, dari hari ini sampai selama nya, dalam keadaan sehat maupun sakit, dalam keadaan untung maupun rugi, dalam keadaan kelimpahan maupun kekurangan. Akan selalu menghargaimu, menghormati dan menyayangimu hingga mau memisahkan sesuai hukum Tuhan yang suci dan ini lah janji pernikahanku yang tulus.”


Lila yang mendengar janji Melvin mengalun di indra pendengaran nya pun tidak dapat menahan rasa haru nya. Dia tidak menyangka dalam hidup nya dia akan mendengar seorang pria mengambil sumpah atas nama nya. Apa lagi jika pria itu adalah idola nya selama ini. Mimpi yang menjadi kenyataan di tengah kekhawatiran yang melanda nya.


“Nona Greyila El Bara silahkan ucapkan janji pernikahan anda.” Suara pemuka agama itu membuyarkan lamuan Lila.

__ADS_1


Lila pun menatap Melvin lekat. Dia menarik nafas nya pelan untuk menenangkan diri nya yang mendadak kembali gugup. Melvin yang menyadari bahwa Lila gugup dia pun mengeratkan genggaman tangan nya itu seolah menyalurkan keberanian kepada Lila.


Ketegangan para tamu undangan semakin bertambah terlebih mami Elea yang terlihat menutup mata nya dengan tangan menangkup di kedua dada nya seolah dia berdoa untuk kelancaran pernikahan putra nya itu. Alex dan Alexa juga sama. Mereka ikut tegang karena takut mommy mereka akan berubah pikiran di saat terakhir dan membatalkan pernikahan ini.


Para tamu undangan pun kembali fokus mendengar janji dari mempelai wanita begitu suara Lila mengalun dengan lembut nya.


“Atas nama Tuhan Yang Maha Kuasa, di hadapan pendeta dan jemaat sekalian, saya Greyila El Bara memilih engkau Melvin Al Berto menjadi suami saya satu-satu nya dan ayah dari anak-anak kita, untuk saling menjaga, dari hari ini sampai selama nya, dalam keadaan sehat maupun sakit, dalam keadaan untung maupun rugi, dalam keadaan kelimpahan maupun kekurangan. Akan selalu menghargaimu, menghormati dan menyayangimu hingga mau memisahkan sesuai hukum Tuhan yang suci dan ini lah janji pernikahanku yang tulus.”


Plong


Kalimat syukur itu terdengar dari seluruh jemaat yang hadir yang tadi nya sangat tegang saat pengambilan janji pernikahan yang suci itu. Senyum para jemaat yang hadir menjadi sebuah pemandangan yang indah yang mengiringi pengucapan janji pernikahan Lila dan Melvin yang sangat berjalan lancar tanpa kendala.


Melvin tidak bisa menyembunyikan wajah bahagia nya setelah mendengar Lila selesai mengambil janji pernikahan nya dan menyebut nama nya dengan jelas. Wajah nya sangat berseri-seri dengan status nya yang kini sudah resmi menyandang sebagai suami dari seorang Greyila El Bara baik secara agama maupun dalam agama.


Prosesi pemberkatan pernikahan pun di lanjutkan dengan penyematan cincin yang sudah di berkati. Alex dan Alexa kembali naik ke altar pernikahan itu membawakan cincin pernikahan kedua orang tua mereka.

__ADS_1


Melvin dan Lila pun menatap kedua buah hati mereka itu dengan penuh kasih. Melvin segera mengambil cincin yang di berikan sang putri lalu dia pakaikan di jari manis milik sang istri. Hal yang sama juga di lakukan Lila, dia menerima cincin yang di berikan sang putra dan memakaikan nya di jari manis milik sang suami. Lalu setelah itu kedua nya pun saling menatap satu sama lain dan tersenyum.


Setelah sesi penyematan cincin itu selesai akhirnya suara pemuka agama kembali terdengar, “Tuan Melvin silahkan berikan ciuman penuh kasih sayang untuk istri anda sebagai tanda pernikahan ini selesai.”


Deg


Jantung Lila berdetak dengan sangat cepat mendengar ucapan pemuka agama itu. Dia sangat gugup saat ini. Dia melupakan hal ini. Kenapa dia bisa lupa bahwa dalam prosesi pemberkatan ada hal ini. Apa ini bisa di lewatkan? Sungguh, dia belum siap.


Melvin memandangi wajah Lila yang mendadak resah itu lekat. Dia tahu apa yang membuat Lila seperti itu. Tanpa berlama-lama Melvin mengikis jarak di antara kedua nya dan satu kecupan lembut mendarat tepat di kening Lila.


“Aku tidak akan melakukan hal yang membuatmu resah.” Bisik Melvin lirih.


Di sana para jemaat pun terlihat kecewa karena mereka pikir akan melihat adegan French kiss dari dua anak konglomerat itu tapi ternyata tidak sama sekali.


“Dia putraku pih. Dia menjaga Lila dengan baik. Dia tidak ingin membuat Lila tidak nyaman.” Ucap mami Elea bangga kepada putra nya itu.

__ADS_1


Walaupun Melvin sudah melakukan hal yang membuat nya kecewa tapi dia tahu bahwa di banding rasa kecewa nya itu putra nya sudah menerima hukuman yang lebih berat dari itu. Di hukum selama enam tahun hingga baru hari ini putra nya itu menikah dan wajah bahagia putra nya itu terlihat sangat kentara menandakan bahwa putra nya memang sudah berbahagia.


__ADS_2