My Secret With CEO

My Secret With CEO
83


__ADS_3

Kini Lila sedang bersama kedua anak nya sedang makan siang bersama. Makan makanan dari luar dari rumah sakit yang di pesan oleh Melvin. Lila memandangi kedua anak nya yang seperti sedang berbahagia. Raut wajah bahagia kedua anak nya itu sangat terlihat jelas hingga membuat nya ikut tersenyum.


“Apa mommy boleh tahu kenapa kalian terlihat bahagia?” tanya Lila menatap kedua buah hati nya yang dia lahirkan dengan taruhan nyawa itu.


“Tentu saja kami bahagia mommy. Kami senang mommy akan menikah dengan daddy. Itu arti nya kita akan tinggal bersama. Kami akan memiliki keluarga seperti orang di luaran sana.” Timpal Alexa dengan senyuman di wajah nya.


Lila yang mendengar itu pun terenyuh hati nya. Seperti nya memang ini jalan yang terbaik demi kebahagiaan anak-anak nya. Setidak nya jika dia hanya memiliki waktu sedikit di dunia ini dan Tuhan akan menngambil nya maka dia sudah pernah memberikan kebahagiaan kepada kedua anak nya itu.


“Jika kamu bagaimana boy? Apa kamu juga senang dengan pernikahan mommy dan daddy nanti?” tanya Lila kepada sang putra yang diam saja tapi senyum bahagia itu tersungging di wajah putra nya.


Alex pun menatap sang mommy lalu dia mengangguk, “Hatia anak mana yang gak senang jika kedua orang tua mereka menikah mom.” Ucap Alex.


Lila yang mendengar itu pun tersenyum dan mengangguk, “Baiklah, jika memang kalian senang maka mommy akan melakukan nya untuk kalian.” ucap Lila.


“Mom, jangan lakukan demi kami tapi demi mommy sendiri. Cintai lah daddy, mom. Dia mencintai mommy.” Ucap Alexa.


Lila pun hanya tersenyum saja mendengar ucapan putri nya itu yang seolah paham dengan apa itu cinta sehingga mengajari nya, “Aku juga ingin nak. Ingin mencintai dan di cintai tapi aku takut waktu yang ku punya tidak mengizinkan untuk hal itu.” batin Lila.

__ADS_1


Setelah itu ketiga nya pun fokus dengan makanan mereka masing-masing. Tidak ada pembincaraan lagi di antara mereka.


***


Sementara di sisi Melvin dan kedua orang tua nya, mereka sibuk dengan urusan pernikahan yang akan di laksanakan tiga hari lagi. Mereka juga memastikan Lila bisa memakai gaun pengantin di hari pernikahan nya. Itu saja. Tidak masalah jika tidak bisa berjalan tapi tetap saja gaun pengantin harus di lakukan. Mana ada yang menikah tanpa gaun pengantin.


“Mih, aku serahkan gaun pengantin istriku kepada mami.” ucap Melvin dengan raut bahagia yang sangat kentara. Pria itu tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan nya karena akhirnya dia akan menikah juga dengan gadis yang sudah membuat nya jatuh cinta karena kejadian satu malam mereka. Harus dia akui jalan untuk menemukan cinta itu sangat beragam dan jalan nya berawal dari kesalahan.


Kesalahan yang awal nya dia sesali karena membuat nya gelagapan hampir gila mencari siapa gadis itu. Tapi kini hal yang di awali dengan kesalahan membuat nya bisa menyambut bahagia. Dia mendapatkan dua anak yang sangat menggemaskan dan sangat jenius. Dia juga mendapatkan istri yang seperti nya sangat sepadan dengan nya. Bahkan dari segi IT lebih jago dari nya yang memang tidak begitu mengerti masalah IT.


“Tentu saja nak. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Terus apa cincin juga mami yang akan menyiapkan nya?” tanya mami Elea kepada sang putra yang terlihat bersemangat.


Jalan hidup putra nya itu kembali di penuhi dengan semangat. Tidak ada lagi wajah muram dan sendu yang terlihat. Dia hanya bisa melihat wajah yang penuh bahagia dan penuh tekad. Dia yakin putra nya itu akan mengupayakan hal terbaik untuk menantu nya. Dia pun akan berdoa agar akan ada obat untuk menantu nya itu.


“Hum, cincin? Biar aku saja yang membeli nya mih. Aku ingin memberikan cincin pilihanku sendiri untuk istriku.” Ucap Melvin.


Mami Elea pun mengangguk saja, “Papi senang melihatmu tidak muram lagi nak. Kamu sudah kembali boy. Ahh tidak ini adalah versi terbaikmu. Kamu tidak lagi dingin tapi menjadi hangat karena mungkin kehadiran kedua anakmu dan juga Lila.” ucap papi Emran yang memang tersenyum saja menatap putra nya itu yang sangat bersemangat mempersiapkan pernikahan nya. Saking semangat nya putra nya itu bahkan sudah menelpon sendiri vendor untuk pernikahan nya. Padahal dia bisa meminta orang nya untuk melakukan itu.

__ADS_1


“Tentu saja aku tidak akan sedih lagi pih. Ini adalah hari kebahagiaanku. Akhirnya setelah menunggu sekian lama aku berada di fase menikah. Mengucap janji atas nama wanita yang ku cintai di hadapan tuhan. Memang selama ini aku sudah menikah tapi itu hanya status di atas kertas saja. Jadi aku tentu saja sangat menunggu hari ini. Aku akan mengambil sumpah itu pih.” Ucap Melvin senang.


Papi Emran pun mengangguk lalu menepuk bahu putra nya itu, “Kita harus temukan penawar untuk racun nya.” ucap papi Emran.


“Tentu pih. Itu akan aku usahakan. Aku tidak akan mungkin membiarkan nya pergi meninggalkanku lagi.” Ucap Melvin.


“Mami bangga padamu nak.” ucap mami Elea.


Melvin pun tersenyum lalu memeluk kedua orang tua nya itu bergantian. Hal yang sudah lama tak dia lakukan karena menganggap diri nya sudah dewasa. Tapi kini dia membutuhkan hal itu.


***


Lila hanya sendiri di ruangan perawatan nya itu karena memang kedua anak nya sudah pulang. Walaupun ini rumah sakit pribadi milik kakek mereka dan mereka berada di ruang pribadi tapi tetap saja ini rumah sakit. Usia mereka tetap rentan dengan rumah sakit. Hingga Lila meminta kedua buah hati nya itu pulang ke rumah saja. Belajar mandiri karena memang Lila sudah mendaftarkan sekolah untuk kedua buah hati nya itu. Tapi Melvin ingin kedua buah hati nya itu memulai sekolah mereka dengan identitas yang baru. Lagi pula umur mereka bukan lah umur yang telat untuk masuk sekolah.


Lila hendak turun dari ranjang nya itu karena dia kebelet pengen buang air. Lila turun perlahan namun tetap saja dia merasa sakit dan hampir saja terjatuh jika Melvin tidak datang tepat waktu dan menopang tubuh nya, “Mau kemana? Kenapa turun sendiri?” tanya Melvin.


Lila yang sebenar nya canggung dengan jarak mereka yang dekat itu pun mencoba untuk berdiri dengan baik dengan tumpuan di kaki nya yang masih sehat, “I-itu--” Lila bingung harus menjawab apa karena dia memang canggung saat ini. Entah sudah pergi kemana keberanian nya itu.

__ADS_1


__ADS_2