
Kini di dalam ruangan perawatan Lila itu hanya ada Lila dan Luke saja karena memang Lila meminta waktu berdua untuk bicara dengan Luke.
Alex dan Alexa pun sudah di ajak pulang dulu oleh mami Elea dan papi Emran. Jujur saja walaupun mereka berada di ruangan VVIP tapi tetap saja rumah sakit bukan tempat yang baik untuk anak-anak seperti Alex dan Alexa yang masih dalam tahap pertumbuhan.
Lalu Melvin jangan tanya dia ada di mana. Dia pamit ke kantor sebentar karena ada rapat yang memang harus dia hadiri hari ini dan tak bisa dia tinggalkan.
“Lila!” panggil Luke setelah menyuapi adik nya itu untuk makan siang walaupun ini sudah lewat jam makan siang.
Lila pun memandangi kakak nya itu. Kakak yang sudah dia temukan beberapa tahun lalu tapi baru kali ini dia bisa bicara dari hati ke hati dengan kakak nya itu. Selama ini mereka bicara hanya sebagai atasan dan bawahan saja. Kini bisa bicara sebagai adik dan kakak sungguh hal yang paling membahagiakan untuk mereka.
__ADS_1
“Apa kau memang tidak ingin mempertimbangan tawaran tuan Melvin?” tanya Luke hati-hati.
Bagaimana pun ini adalah kehidupan Lila. Dia tidak ingin memaksa adik nya itu jika memang dia tidak menginginkan nya. Tapi setidak nya dia ingin memastikan apa yang di inginkan oleh adik nya itu. Yah, adik. Luke tidak ingin memungkiri hal itu. Mereka sudah melakukan test DNA tinggal menunggu hasil nya saja nanti bagaimana. Tapi untuk saat ini dia ingin tahu apa yang sebenar nya di inginkan oleh adik nya itu.
Lila yang mendengar pertanyaan Luke pun kini memandang Luke lekat lalu dia tersenyum dan terdiam, “Kau tahu bukan kak. Aku mengidolakan nya. Kelahiran Alex dan Alexa memang berawal dari kesalahan tapi aku tidak pernah sekali pun ingin menggugurkan benih yang dia tanamkan di rahimku. Aku justru senang saat itu. Aku lari dan bersembunyi. Alasan nya hanya satu yaitu aku tidak ingin anakku nanti lahir di cemooh. Mungkin orang akan berpikir kenapa aku tidak meminta pertanggung jawaban dari tuan Melvin. Bukan kah aku bisa memanfaatkan kehamilanku itu untuk menjadikan dia suamiku. Untuk menjebak nya dalam ikatan pernikahan. Tapi kenapa aku tidak memilih jalan itu. Aku ingin menikah dengan seseorang yang mencintaiku dan dengan suka rela menerimaku. Aku tidak ingin memaksa perasaan siapa pun untukku. Aku sangat menyayangi nya. Itu tidak ku ingkari karena memang itu kenyataan nya. Bisa di katakan rasaku juga pada nya sudah lebih rasa dari seolang fans kepada idola nya. Aku mencintai nya kak. Sebelum kejadian ini menimpaku. Sebelum kejadian malam itu. Aku menginginkan nya jadi suamiku. Tapi aku tidak ingin melakuakn cara kotor untuk mendapatkan nya.” Ucap Lila menghentikan ucapan nya sebentar dan menarik nafas untuk kembali melanjutkan apa yang ada dalam hati nya. Semua unek-unek yang ada dalam hati nya itu akan dia tumpahkan hari ini kepada kakak nya.
“Aku sudah memberi nya waktu untuk mencariku. Aku bahkan sudah meningalkan surat untuk nya. Tapi dia tidak bisa menemukanku. Jujur saja aku kecewa. Aku menantikan kedatangan nya untuk menjemputku dan menemukanku tapi kekuasaan yang dia punya tak bisa menjangkau garis pertahanan yang sudah ku buat. Dia tidak bisa melakukan nya. Dia masih jauh di bawah. Lalu di saat aku juga sudah menyerah untuk menanti kedatangan nya. Kakak tahu apa yang ku alami. Aku di diagnosa ada racun dalam tubuhku. Aku bahkan hampir tidak bisa melahirkan Alex dan Alexa. Jadi untuk apa lagi aku berani berharap dan menginginkan untuk jadi pasangan nya. Aku sudah tidak memiliki hak itu. Aku tidak ingin meninggalkan suamiku dengan status duda nya. Aku tidak ingin mempersulit hidup nya denganku yang penyakitan dan tidak memiliki banyak waktu lagi. Aku ingin dia membenciku saja sehingga dia tidak perlu merasa kasihan atau pun sakit hati atas kepergianku.” Sambung Lila.
“Bukan kah aku sudah mencari nya selama ini kak. Tapi apa yang kita dapat tidak ada. Tidak ada obat untuk jenis racun ini.” ucap Lila.
__ADS_1
Jujur saja dia ingin sembuh tapi sekali lagi dia tidak ingin mati dengan harapan yang tidak terpenuhi. Dia tidak ingin harapan itu lah yang akan membunuh nya nanti. Setidak nya jika dia memang pergi maka dia memang pergi dengan waktu yang sudah di tentukan atau di takdirkan. Bukan di percepat oleh harapan yang membunuh nya.
Luke pun kini terdiam, “Sudah lah kak. Tidak masalah apapun untukku. Aku sudah ikhlas jika memang harus pergi. Setidak nya aku sudah sempat membalaskan dendamku walaupun mereka belum menerima hukuman nya. Lalu aku juga sudah mempertemukan anak-anakku dengan ayah mereka. Aku juga sudah menemukan saudaraku yang di tukar saat kecil. Jadi kebahagiaan apa lagi yang ku inginkan. Mungkin aku memang tidak di takdirkan untuk bisa merasakan bagaimana indah nya menjalin sebuah rumah tangga dengan orang yang ku cintai. Tapi setidak nya aku sudah merasa cukup dengan apa yang ku dapatkan selama ini.”
“Aku mempunyai anak-anak yang jenius. Aku punya kakak yang hebat juga.” Sambung Lila penuh senyuman. Senyum yang terlihat tulus dan penuh kerelaan jika memang waktu nya sudah akan berakhir. Senyum yang menggambarkan bahwa dia sudah puas dengan apa yang sudah dia dapat.
Luke yang melihat dan mendengar ucapan Lila itu pun terharu bahkan sampai mata berkaca-kaca, “Jangan menangis kak. Kita baru saja saling tahu hubungan kita. Jangan awali dengan tangisan. Setidak nya untuk hari pertama kita yang tidak terikat sebagai bawahan dan atasan itu harus kita nikmati dengan baik. Selama ini aku menjadi anak tunggal mommy dan daddy. Aku di didik untuk jadi seorang pemimpin. Setidak nya untuk hari ini aku ingin bermanja di bahu kakakku. Aku ingin hal itu. Aku ingin tidur di nyanyikan oleh kakakku.” Ucap Lila lagi dengan senyuman.
“Kau pasti akan sembuh. Kita baru saja bisa memanggil kakak dan juga adik bukan. Maka jangan pernah pergi dan berniat untuk meninggalkan kakakmu ini. Kita akan mengusahakan yang terbaik. Lumpuh di kaki kananmu dulu. Kita jalani terapi untuk itu. Lumpuhmu itu tidak permanen. Aku ingin melihat adikku yang pemberani seperti 7 tahun lalu saat kita bertemu untuk pertama kali.” ucap Luke.
__ADS_1
“Jadi mau kan kau bersemangat dan kita menjalani pengobatan bersama-sama?” tanya Luke dan Lila pun mengangguk. Bukan kah dia memang sudah berjanji akan menuruti apapun yang kakak nya inginkan. Maka untuk permintaan ini pun tentu saja akan dia turuti.