My Secret With CEO

My Secret With CEO
144


__ADS_3

Kini di sisi Melvin dan Lila selepas makan bersama dengan Luke dan bicara sedikit terkait rencana pemeriksaan Lila yang di percepat besok hari karena mereka sudah memutuskan akan pulang sore hari nya.


Yah, Melvin dan Lila sudah memutuskan akan pulang bersama Luke yang memang harus mengurus perusahaan. Melvin sendiri pun memang sudah harus kembali karena sudah lama perusahaan hanya dia pantau dari jauh. Tapi sekali lagi semua bisa dia tinggalkan demi Lila. Uang bisa di cari tapi wanita yang dia cintai tidak akan pernah dia lepaskan setelah banyak nya perjuangan yang dia lakukan.


Melvin dan Lila kini menikmati waktu malam mereka menunggu mata mengantuk berada di balkon. Lila juga yang pergi lebih dulu ke sana menatap bintang di langit yang berhubung malam itu langit nya cerah hingga bintang di langit bagaikan pasir bertaburan dan ada bulan yang juga memancarkan sinar nya.


Lila tersenyum begitu melihat ada tangan yang memeluk nya dari belakang. Dia juga sudah mengenali siapa yang memeluk nya hanya dengan parfum yang di pakai oleh Melvin.


"Kenapa di sini, dear? Dingin loh." bisik Melvin dengan meletakkan dagu nya di bahu istri nya itu.

__ADS_1


"Aku ingin melihat bintang di langit malam di sini sebelum kita kembali." balas Lila.


"Kita akan kembali hanya setelah kau--"


"Aku tahu hubby. Kita hanya akan pulang setelah aku di nyatakan baik-baik saja. Dan untuk itu aku sangat yakin bahwa aku baik-baik saja saat ini. Tidak ada masalah sedikit pun. Aku yakin hasil test pun akan tetap sama walaupun kita sudah melakukan nya. Aku tahu apa yang kau khawatirkan. Tapi percaya lah semua baik-baik saja. Itu tidak akan mempengaruhi kesehatan ku. Kau hanya terlalu takut saja." potong Lila cepat.


Melvin yang mendengar ucapan istri nya itu pun tersenyum karena lagi-lagi Lila bisa tahu apa yang dia pikirkan.


Lila pun tersenyum manis mendengar ucapan suami nya, "Aku baik-baik saja by. Tidak perlu khawatir sama sekali. Kau mengkhawatirkan yang tidak perlu. Aku tahu kau sangat menyayangiku tapi itu bukan lah sesuatu yang bisa menimbulkan bahaya untukmu. Bukan kah hanya kenikmatan yang kita dapatkan dari sana?" Tanya Lila dengan tersenyum menggoda di akhir kalimat nya.

__ADS_1


Seperti nya peran istri penggoda masih harus dia lanjutkan karena suami nya itu terlalu kepikiran dengan apa yang sudah mereka lakukan padahal itu sudah seharus nya mereka lakukan sejak lama. Apa yang dia lakukan enam tahun lalu meninggalkan pria ini membuat suami nya itu trauma hingga takut jika dia tidak nyaman.


"Sayang ... Kau menggodaku. Tapi aku akan menahan nya sebelum kau di nyatakan baik-baik saja oleh dokter besok. Aku hanya akan tidur dengan memelukmu saja." ucap Melvin mengerang.


Seperti nya dia mengkhawatirkan hal yang tidak perlu karena istri nya itu justru menggoda nya. Tunggu saja setelah hari esok. Dia tidak akan mengampuni istri nya itu. Apalagi untuk sesuatu yang sebenar nya sudah dia inginkan sejak lama.


Lila mengangguk dan tersenyum. Dia melangkah masuk ke kamar, "Aku harap kau tidak menyesali keputusanmu itu hubby. Seperti nya aku sudah menyia-nyiakan parfum mahal yang ku pakai malam ini untukmu suamiku." ucap Lila.


Melvin yang mendengar itu pun hanya bisa menganga terkejut.

__ADS_1


"Dear!"


__ADS_2