
Sambungan telepon di antara Lila dan Melvin bersama kedua orang tua Melvin itu pun sudah berakhir. Lalu Lila hendak mencari nomor ponsel kakak nya tapi di larang oleh Melvin.
“Sayang, kakakmu itu mungkin sedang sibuk saat ini. Nanti saja kita hubungi dia.” Ujar Melvin.
Lila pun mengangkat alis nya bingung mendengar ucapan suami nya itu yang menurut nya kurang masuk akal, “Kakak pasti akan menjawab panggilanku mau sesibuk apapun dia. Aku adalah adik nya. Jadi, jangan halangi aku mau menghubungi nya. Dia harus tahu bahwa adik nya ini sudah tidak lumpuh lagi.” Ucap Lila dan segera menghubungi nomor ponsel Luke.
Tuut … tuut … tuut …
“Kok, gak di jawab.” Ucap Lila melihat layar ponsel yang mati dan panggilan nya itu tidak di jawab.
“Itu berarti dia sedang sibuk, dear. Mungkin saja dia sedang menemui klien penting.” ucap Melvin.
Lila menggeleng, “Tidak. Aku sudah menanyakan jadwal nya pada sekretaris nya sebelum kita berangkat ke sini. Dan dia tidak memiliki jadwal penting hari ini. Aku akan mencoba lagi, mungkin saja kakak tidak mendengar nya atau mungkin sedang ada di kamar mandi.” Ucap Lila lalu segera kembali mengulang panggilan nya itu.
Melvin yang melihat itu pun hanya bisa menghela nafas. Dia lupa bahwa istri nya itu masuk dalam spesies yang sangat langka dengan keras kepala nya. Dia itu selalu bisa tahu apa yang mereka rencanakan. Lihat lah hal yang dia tidak duga sama sekali bahwa istri nya itu tahu jadwal kakak nya hari ini bahkan sampai bertanya pada sekretaris. Sungguh, sangat membagongkan!
Tuut … tuut …
Akhirnya tersambung, Lila pun tersenyum saat panggilan nya itu tersambung.
“Kakak, kau di mana? Apa kau sibuk?” tanya Lila to the point dengan mengamati wajah kakak nya di layar ponsel nya itu.
“Hum, kakak ada di kantor dek. Ini baru saja dari kamar mandi. Jadi maaf tidak sempat menjawab panggilanmu. Kakak mau menghubungimu balik tapi ternyata kau sudah menelpon kembali.” Jawab Luke.
Lila yang mendengar itu pun tersenyum dan menatap suami nya seolah menunjukkan bahwa tebakan nya itu benar. Melvin yang melihat itu pun hanya tersenyum dan membiarkan istri nya itu bicara dengan dia hanya jadi pengamat saja. Dia memberikan kesempatan untuk istri nya itu mencurahkan kebahagiaan kepada kakak nya.
“Kak, apa kau sibuk?” ulang Lila karena pertanyaan nya yang itu belum di jawab.
Luke terlihat menggeleng, “Gak kok dek. Ini kakak hanya sedang memeriksa laporan saja.” jawab Luke.
Lila pun mengangguk mengerti, “Kak, jika ada yang tidak kau mengerti kau bisa menghubungiku. Aku akan membantumu. Jangan bekerja sendiri.” Ucap Lila.
Luke pun mengangguk, “Hum, kakak tahu dek. Kakak pasti akan menghubungimu jika kakak menemui kesalahan. Kau tidak boleh bosan nanti. Kakak akan jadi pengganggu nanti.” Canda Luke.
Lila pun terkekeh mendengar ucapan kakak nya itu, “Aku tidak keberatan sama sekali.” Ucap Lila.
“Ohiya, ada apa kau menghubungi kakak, dek? Apa kau baik-baik saja? Kakak tebak kalian sudah tiba bukan?” tanya Luke.
Lila mengangguk, “Hum, kami sudah tiba sejak dua jam yang lalu. Aku juga baik-baik saja. Aku bahkan menghubungi kakak untuk memberitahu kabar gembira.” Ucap Lila penuh senyum.
“Kabar gembira? Kabar gembira apa dek? Kakak jadi penasaran.” Ucap Luke.
“Coba tebak?” ujar Lila misterius.
Melvin yang mengamati istri nya itu pun tersenyum melihat ekspresi yang di tunjukkan istri nya yang menurut nya sangat lucu. Istri nya itu sangat lucu. Ternyata di sisi mandiri yang selama ini dia tunjukkan tersimpan sisi manja seperti ini.
“Hum, apa ini ada kaitan nya dengan kesehatanmu?” tebak Luke.
Lila mengangguk, “Emm .. katakan saja dek. Kakak tidak bisa menebak. Kakak tidak ahli dalam hal seperti itu.” ujar Luke.
__ADS_1
Lila pun tersenyum, “Hum, Baiklah aku akan mengatakan nya. Kakak sudah benar menebak bahwa ini terkait dengan kesehatanku. Karena memang benar bahwa kabar gembira yang ku punya itu adalah aku sudah bisa berdiri dan berjalan kak. Aku sudah tidak lumpuh lagi. Aku sudah tidak perlu menggunakan kursi roda lagi dan merepotkan kalian.” ucap Lila menunjukkan kondisi kaki nya itu kepada Luke dengan kamera ponsel nya.
“Kau tidak merepotkan!” itu adalah balasan dari Melvin dan Luke secara bersamaan.
Kedua pria itu sama-sama tidak suka melihat atau pun mendengar Lila yang tidak ingin merepotkan orang lain.
“Yah, maaf. Aku hanya merasa menjadi orang tidak berguna saja selama ini saat hanya duduk di kursi roda. Aku hanya ingin menyuarakan kebahagiaanku.” Ujar Lila.
“Lain kali jangan katakan itu. Kakak tidak suka mendengar nya.” ucap Luke.
Lila pun mengangguk lalu dia menatap suami nya yang juga menatap nya. Lila pun mendekati suami nya itu dan berbisik, “Maaf! Janji aku tidak akan mengatakan hal seperti itu lagi.” Bisik nya lembut.
Melvin pun tersenyum mendengar itu dan segera menarik istri nya agar duduk di pangkuan nya, “Hi, kakak ipar. Bagaimana kabarmu di sana?” tanya Melvin menunjukkan diri nya di layar ponsel.
“Hum, aku baik. Tolong jaga adikku. Aku senang mendengar kaki nya sudah sembuh. Jadi kalian tinggal fokus pada penyembuhan racun. Ohiya, apa dokter sudah memastikan nya?” tanya Luke.
Lila mengangguk, “Sudah kak. Semua nya sudah aman. Tapi aku tetap harus hati-hati. Tidak boleh berjalan dengan cepat. Aku harus membiasakan kakiku dulu dengan aktivitas ringan dulu lalu naik ke tingkat lebih tinggi lagi. Namun aku senang kakiku sudah sembuh.” Ujar Lila senang.
“Kakak juga ikut senang jika kau senang dek. Kau harus selalu tersenyum begitu dan semangat lagi menjalani pengobatanmu.” Ucap Luke.
Lila mengangguk, “Hum, aku akan berjuang untuk sembuh. Aku ingin hidup bersama kalian.” ujar Lila.
Luke pun tersenyum lalu setelah membicarakan semua nya sambungan telepon itu pun berakhir.
Lila pun bertepatan dengan sambungan telepon berakhir, dia segera berdiri dari pangkuan suami nya itu, “Dear, mau kemana?” tahan Melvin di lengan istri nya.
“Aku mau mandi. Lengket.” Jawab Lila singkat.
“Apa aku boleh ikut?” tanya Melvin bermaksud menggoda istri nya itu.
Lila pun diam sesaat sambil berpikir, “Hum, untuk saat ini aku menolak nya dengan hormat. Tapi untuk lain kali mungkin bisa di coba.” Ujar Lila lalu dia segera berlari keluar dari ruangan itu dan kembali ke kamar.
Melvin pun tersenyum mendengar jawaban yang di berikan istri nya itu. Dia pun segera menyusul Lila keluar.
“Jangan lari sayang. Ingat kakimu baru saja sembuh.” Ucap Melvin mengingatkan Lila.
Lila yang mendengar itu pun segera memperlambat jalan nya hingga membuat Melvin yang melihat nya menjadi gemas sendiri, “Astaga, kenapa dia sangat menggemaskan sekali seperti itu. Dia menjadi mirip Alexa ketika bermanja padaku. Ohiya, aku lupa dia itu masih sangat muda. Baru mau 29 tahun. Dia sudah di paksa memiliki anak di usia yang sangat muda sehingga saat ini di usia nya itu dia masih terlihat seperti remaja saja. Aku jadi merasa menikahi seorang remaja.” Gumam Melvin lalu memilih duduk kembali di ruangan yang tadi dia gunakan.
Ting
Melvin segera meraih ponsel nya dan segera membuka pesan yang masuk. Melvin pun segera membalas pesan itu dan dia segera berlalu menuju ruangan yang tidak jauh dari sana. Hanya beberapa menit saja Melvin sudah kembali. Lalu dia segera masuk ke kamar tempat di mana mereka tadi melakukan hal yang membuat hormon kebahagiaan nya itu meningkat pesat.
Melvin duduk di ranjang dengan bersandar di sandaran ranjang dan kaki nya yang di luruskan. Dia mendengar suara gemericik air di kamar mandi yang dia pastikan bahwa istri nya itu memang masih sedang mandi. Seperti nya istri nya itu sedang menikmati mandi nya saat ini sebagai seorang yang baru saja sembuh dari lumpuh nya. Dia ingin menikmati gerak nya yang selama ini terbatas.
Melvin pun sambil menunggu istri nya itu menghubungi Deo dan meminta semua laporan perusahaan. Walaupun dia sedang berada jauh dari Negara nya tapi dia tetap harus mengawasi dan bekerja dari jauh. Walaupun semua keputusan di serahkan kepada papi nya selama dia pergi.
Lima belas menit kemudian akhirnya Lila keluar dengan batrobe di tubuh nya dan juga rambut nya yang basah. Lila pun tersenyum menatap suami nya yang ada di sana serius dengan tablet nya.
“Hubby!” panggil Lila.
__ADS_1
Melvin yang sebenar nya hanya pura-pura menatap tablet karena tidak ingin tergoda dengan tubuh cantik istri nya itu pun segera mengangkat wajah nya dan menatap istri nya, “Iya. Ada apa?” tanya Melvin.
Lila menggeleng dan tersenyum, “Bukan apa-apa. Aku hanya ingin memanggil suamiku saja.” ujar Lila dengan senyum jahil.
Melvin pun terkekeh saat sadar bahwa dia di kerjai oleh istri nya itu, “Jahil ya kamu.” Ucap Melvin.
Lila pun hanya mengangkat bahu nya dan memiliki mengambil pakaian nya.
“Ingat by. Fokus dengan laporan di dalam tablet. Jangan memikirkan aku.” Goda Lila sambil mengedipkan mata kepada suami nya itu. Lalu dia segera masuk ke dalam kamar mandi kembali untuk memakai pakaian.
“Astaga, dia menggodaku. Tapi dia memang menggoda juga sih. Istriku itu sangat sexy. Pantas saja aku tergoda saat itu pada nya.” ujar Melvin lalu kemudian dia menggelengkan kepala nya mencoba menghapus pikiran mesum yang kini sudah mulai bersarang di otak nya itu.
Tidak lama Lila pun kembali ke luar dari kamar mandi dengan dress selutut nya. Kini penampilan Lila itu semakin mirip remaja saja. Tidak ada sama sekali yang mengisyaratkan bahwa dia sudah memiliki dua orang anak. Jika saja dia bertemu dengan orang yang tidak mengenal nya pasti mereka akan beranggapan bahwa dia masih sangat muda. Mereka pasti tidak akan percaya bahwa dia sudah memiliki anak. Wajah nya yang baby face dan postur tubuh nya yang ideal itu yang membuat nya terlihat muda dari umur nya.
“Hum, By. Kedipkan matamu. Aku tahu aku cantik dan pasti nya terlihat sangat muda dengan dress ini. Jadi jangan sampai matamu itu tidak bisa di kedipkan atau mungkin akan kemasukkan debu karena lama terbuka.” Ucap Lila terkekeh.
Melvin yang mendengar ucapan istri nya itu pun tersenyum dan kali ini dia tidak lagi menahan diri nya untuk tidak mendekati istri cantik nya itu.
Lila menghindari suami nya saat Melvin mendekat, “He’eh, mau apa By? Jangan macam-macam. Aku punya ilmu beladiri. Jadi mundur jika tidak ingin kena pukulanku.” Ujar Lila.
Melvin bukan nya mundur tapi dia justru semakin maju, “By!” ucap Lila karena dia sudah terjebak di tembok.
Melvin pun tersenyum dalam hati saat melihat wajah cemas istri nya. Lila itu sudah berani menggoda nya tapi kini di goda balik justru takut. Tapi Mlevin menikmati ekspresi istri nya itu, “Hubby, mundur.” Ucap Lila.
Melvin menggeleng dan semakin mengikis jarak di antara mereka hingga Lila pun dengan gerakan refleks nya mendorong Melvin. Melvin yang memang tidak punya persiapan dan tidak menyangka bahwa istri nya itu akan mendorong nya pun terjatuh.
“Aws!” ucap Melvin.
Lila yang melihat itu kini seketika berubah khawatir dan mendekati Melvin, “Hubby, kau baik-baik saja kan? Maaf .. aku tidak sengaja. Bagaimana juga aku sudah memperingatkan dirimu tetap saja ngeyel. Jadi nya begini kan. Maaf itu adalah gerakan refleksku.” Ucap Lila menggenggam tangan suami nya itu.
Melvin pun kini tersenyum melihat ekspresi khawatir istri nya itu. Dia pun memilih berpura-pura agar istri nya itu semakin merasa bersalah. Yah, walaupun tidak dia pungkiri bahwa tubuh nya itu sedikit sakit saat jatuh tapi dia akan mencoba membuat nya semakin dramatis, “Aduh … sakit, dear. Kamu dorong nya pakai kekuatan dalam.” Ucap Melvin manja.
“Maaf! Ayo aku bantu berdiri.” Ucap Lila segera memapah suami nya itu menuju ranjang.
Tapi begitu Lila hendak membantu suami nya itu duduk di ranjang. Melvin segera mendorong Lila dan menindih tubuh istri nya itu.
Deg deg
Itu adalah bunyi detak jantung kedua nya yang bertalu-talu dan saling menjawab satu sama lain.
“By, kau berat. Ayo sana lepaskan.” Ucap Lila.
Melvin menggeleng dan tersenyum, “Aku tidak akan mungkin melepaskan hasil buruanku dengan mudah bukan.” Ucap Melvin.
Lila yang mendengar itu pun mendesis dan menyadari bahwa suami nya itu menipu nya, “Ck, Hubby kau menipuku.” Ucap Lila mencoba mendorong suami nya itu dari tubuh nya.
Tapi kali ini dia kalah karena Melvin sudah bersiap semua nya, “By, aku mengaku kalah. Lepaskan aku. Sesak, by!” ucap Lila.
Melvin pun tersenyum lalu segera membebaskan tubuh istri nya itu. Dia juga tidak ingin kebablasan karena posisi mereka itu membahayakan diri nya.
__ADS_1
Melvin segera bangun dan membantu Lila untuk bangun juga, “Lain kali jangan nakal.” Ujar Melvin.
Lila pun terkekeh mendengar ucapan suami nya itu dan dia segera berdiri memilih mengeringkan dan merapikan rambut nya yang berantakan.