
“Janji?”
Lila yang mendengar ucapan suami nya itu pun mengangguk, “Hum, janji.” Balas nya.
Melvin yang mendengar nya pun tersenyum dan segera mengambil kertas dan bolpoin di atas meja kerja nya lalu memberikan nya kepada sang istri.
“Ini buat apa?” tanya Lila bingung.
“Tuliskan janji nya. Harus ada hitam di atas putih sayang agar ada bukti nya. Aku takut kau mengingkari janjimu itu nanti dan menghilang dariku.” Ucap Melvin serius dengan menatap Lila lekat.
Lila yang mendengar pun hanya bisa diam saja karena tidak menyangka setakut dan sekhawatir itu suami nya itu jika dia pergi. Apa dia sudah membuat trauma kepada suami nya yang sekaligus idola nya?
Lila mendekatkan tubuh nya ke arah suami nya itu bukan untuk menerima kertas dan bolpoin dari Melvin tapi justru memberikan kecupan lembut di bibir suami nya itu, “Apa masih tidak percaya dengan janjiku? Kenapa harus ada hitam di atas putih. Aku tidak akan mengulangi nya. Itu adalah sebuah janji dari Greyila El Bara.” Ucap Lila lembut setelah melepas kecupan nya dari bibir suami nya itu.
Melvin yang mendengar ucapan istri nya pun tersenyum lalu memeluk Lila erat, “Baiklah, tidak perlu ada hitam di atas putih lagi tapi kau harus menepati nya sayang.” Ujar Melvin yang di balas Lila dengan anggukan.
__ADS_1
“Tidak boleh pergi lagi.” Sambung Melvin yang di balas lagi oleh anggukan Lila.
“Tidak boleh menghilang lagi.”
Cup
“Iya, tidak akan lagi.” Ucap Lila.
Melvin pun tersenyum lalu dia pun mendekatkan wajah nya dengan wajah istri nya itu dan hal selanjut nya sudah tentu adalah hal yang seharus nya terjadi. Kedua nya larut dalam ciuman yang membara dan panas. Seperti nya itu adalah ciuman kedua nya yang terburu dan penuh hasrat setelah kedua nya menjadi pasangan.
Cukup lama akhirnya sesi itu pun berakhir dengan Melvin yang mengusap bibir sang istri dengan jemari nya, “Terima kasih sayang. Maaf aku--”
Melvin menggeleng, “Tidak masalah sayang. Aku bisa menahan nya selama kau tetap di sampingku.” Balas Melvin.
Lila yang mendengar ucapan suami nya itu pun tersenyum, “Hum, apa masih perlu di tulis lagi?” tanya Lila melihat kertas dan bolpoin di belakang nya.
__ADS_1
Melvin menggeleng, “Tidak perlu sayang.” Ucap Melvin.
“Hum, aku berubah pikiran. Seperti nya aku memang harus menuliskan nya agar ada --- BUKTI.” Ucap Lila menekan kata bukti dengan penuh senyum menatap sang suami.
Melvin pun ikut tersenyum dan membiarkan istri nya itu mengambil kertas dan bolpoin dan mulai menuliskan sesuatu di sana.
Setelah selesai Lila segera membubuhkan tanda tangan nya dan memberikan nya kepada Melvin. Melvin pun menerima nya dan membaca tulisan yang ada di sana.
“Bagaimana? Apa sudah seperti itu atau masih ada yang kurang?” tanya Lila.
Melvin tersenyum lalu menggeleng, “Hum, ini sudah sempurna tinggal menambahkan tanda tanganku saja.” Ucap Melvin yang kemudian segera membubuhkan tanda tangan nya tepat di samping tanda tangan sang istri.
“Ini baru sempurna.” Ucap Melvin penuh senyum. Lila yang melihat itu pun hanya bisa menyunggingkan senyum nya.
“Apa sekarang anak-anak sudah bisa di panggil ke sini?” tanya Lila.
__ADS_1
Melvin pun mengangguk, “Tentu!” jawab nya dan langsung meminta sang asisten untuk membawa kedua buah hati mereka itu ke ruangan nya.
[Hari ini ... tanggal ... pukul sepuluh lewat 12 menit dan 42 detik, saya Greyila El Bara berjanji kepada suami saya yang bernama Melvin Al Berto bahwa tidak akan pergi atau menghilang dari nya. Akan selalu izin ketika pergi dan akan menaati apapun yang dia inginkan selama itu adalah hal baik. Apabila melanggar maka saya bersedia di beri hukuman.]