My Secret With CEO

My Secret With CEO
65


__ADS_3

Bugh!


Melvin yang memang tidak mengetahui dan tidak siap pun terhuyung saat ada yang memukul nya. Untung saja papi Emran menopang tubuh putra nya itu agar tidak jatuh.


“Delon! Apa yang kau lakukan?” ucap pengacara Jay dan menahan putra nya itu untuk tidak memukul Melvin.


“Jangan tahan aku Ayah. Aku harus memukul nya membalaskan dendam Lila. Semua ini terjadi karena diri nya. Lila menderita karena diri nya. Dan kini Lila terluka pun karena diri nya yang tidak mampu menolong Lila padahal punya kekuasaan yang besar.” Tunjuk Delon kesal.


“Diam Delon. Jangan bicara lagi. Ini rumah sakit.” Ucap pengacara Jay menatap putra nya itu.


Delon pun mencoba untuk tenang walaupun ingin rasa nya dia menambah pukulan nya itu kepada Melvin saking kesal nya dia karena Lila yang saat ini berada di ruang operasi.


Melvin bangkit dan menatap Delon. Dia mengusap bibir nya yang berdarah, “Aku tidak salah Delon. Satu-satu nya kesalahan yang ku lakukan yaitu meniduri seorang gadis dalam keadaan mabuk. Itu saja. Untuk hal lain nya kau sebenar nya ikut bertanggung jawab juga. Jika bukan karena kau yang membantu Lila menghapus CCTV club dan hotel maka pasti aku bisa segera menemukan nya dan menikahi nya. Kejadian ini pun bisa terhindarkan. Tapi kau, apa yang kau lakukan. Kau membantu nya menyembunyikan nya. Jadi kau sebenar nya yang bertanggung jawab untuk semua ini.” ucap Melvin menatap Delon lekat.


Melvin tidak terima jika dia di salahkan oleh orang lain kecuali jika itu Lila dan kedua orang tua nya. Dia tidak akan sungkan untuk bersujud meminta maaf. Dia akan mengakui semua kesalahan nya itu. Dia tidak akan menunjukkan kelemahan nya di hadapan orang asing kecuali di hadapan Deo dan Luke yang entah kenapa membuat nya mengakui semua nya.


Delon terdiam mendengar ucapan Melvin itu, “Aku hanya menuruti perintah Lila saja. Aku sebagai teman dan bawahan nya hanya mengikuti perintah saja.” ucap Delon.


“Sudah lah. Di sini tidak ada yang salah dan benar. Saat ini kita doakan saja yang terbaik untuk keselamatan Lila dan asisten nya itu.” ucap papi Emran bijak.

__ADS_1


Melvin pun segera mendekati pintu operasi di mana sang putra berada di sana, “Dasar kekanakkan.” Ucap Alex begitu Melvin mendekat.


Melvin yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan tidak marah sama sekali. Dia tahu bahwa putra nya itu sedang dalam posisi mengkhawatirkan Lila. Putra nya itu sedang dalam posisi kecewa.


Lama mereka menunggu dan duduk di ruang tunggu itu hingga salah satu lampu operasi pun padam. Lalu tidak lama kemudian keluar lah beberapa perawat yang mendorong bed di mana di sana ada Lila yang terbaring dan menutup mata. Melvin dan Alex segera mendekati perawat itu, “Bagaimana keadaan nya suster?” tanya Melvin menatap kaki Lila yang di balut dan Lila terpasang oksigen juga.


Suster tidak menjawab pertanyaan Melvin dan tetap membawa Lila ke ruangan perawatan. Mami Elea dan kedua cucu nya segera menyusul bed pasien Lila itu dari belakang dan meminta agar Lila di tempat di tempat terbaik di rumah sakit ini.


Melvin dan papi Emran menunggu dokter keluar untuk menanyakan kondisi Lila, “Dokter bagaimana keadaan menantu saya?” tanya papi Emran kepada dokter yang baru saja keluar dari ruangan operasi.


“Operasi nya berjalan lancar. Keadaan nya juga stabil. Dia hanya menunggu sadar saja karena pengaruh anestesi. Yang perlu di khawatirkan hanya kaki kanan nya saja. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai itu nanti setelah kami mendapatkan hasil pemeriksaan yang sudah di lakukan. Untuk kepastian nya. Tapi kemungkinan buruk nya dia akan mengalami lumpuh di kaki kanan nya itu karena kaki nya lumayan rusak.” Jelas dokter.


Melvin yang mendengar itu pun terhuyung ke belakang tapi untung saja papi Emran menahan nya, “Terima kasih dokter. Jika sudah ada hasil nya segera beritahu kami dokter. Lakukan saja semua pengobatan yang terbaik untuk nya.” Ucap papi Emran kepada dokter itu.


“Tenang saja. Jika memang dia akan lumpuh kita harus mendukung nya. Dia hanya butuh dukungan dari kita saja. Jangan sampai membuat nya merasa bahwa kita tidak menginginkan nya. Untuk saat ini papi tanya apa kau bersedia memiliki istri lumpuh?” tanya papi Emran menatap putra nya lekat.


Melvin yang mendengar ucapan papi nya itu pun mengangkat kepala nya dan menatap papi nya lekat, “Pertanyaan macam apa itu pih. Dia adalah mommy dari kedua anakku. Aku adalah suami nya di mata Negara. Aku pasti akan tetap menerima nya apapun keadaan nya. Dia adalah istriku dan hanya dia saja yang ku inginkan jadi istriku. Aku mencintai nya. Aku menginginkan nya.” Ucap Melvin tegas.


“Dengan segala konsekuensi nya nanti?” tanya papi Emran lagi.

__ADS_1


Melvin pun mengangguk cepat, “Iya, aku akan menerima apapun diri nya pih. Tidak akan meninggalkan nya.” Jawab Melvin tegas.


Papi Emran yang mendengar jawaban putra nya itu pun tersenyum bangga, “Baiklah! Papi bangga padamu. Sekarang buktikan pada nya atas ketulusan cintamu itu. Dia pasti akan luluh dan menerimamu. Papi dan mami merestui kalian.” ucap papi Emran lalu menepuk bahu putra nya itu.


“Ayo kita ke ruangan perawatan nya!” ajak papi Emran. Melvin pun segera menurut. Tapi sebelum dia pergi dia melihat ke arah ruang operasi satu nya lagi yang masih saja menyala lampu operasi nya.


“Luke, kau harus sadar!” batin Melvin.


***


Kini Melvin sedang ada di ruangan perawatan Lila itu dengan kedua anak nya, “Lila, sadar lah dan lihat lah ada kedua anak kita di sini. Mereka mengkhawatirkanmu. Dan semoga saja kau tidak syok mendengar kondisimu ini.” batin Melvin menggenggam tangan Lila erat.


“Daddy … maafkan Alex tadi yang sudah mengatakan hal kasar kepada daddy!” ucap Alex mendekati Melvin.


Melvin pun tersenyum lalu dia menggeleng, “Kamu gak salah boy. Daddy mengerti kok. Kau berhak kecewa pada daddy karena memang daddy selalu mengecewakan kalian. Daddy bahkan tidak bisa melindungi mommy kalian dengan baik.” ucap Melvin.


“Daddy gak salah kok.” timpal Alexa mendekati Melvin dan kakak nya itu. Mereka pun segera berpelukan erat.


“Lila, sadar lah. Mereka merindukanmu!” batin Melvin menatap Lila yang masih berada di bawah pengaruh anestesi itu.

__ADS_1


“Aku juga merindukanmu.” Lanjut batin nya.


Alex dan Alexa menggenggam tangan mommy mereka itu dan menggenggam tangan Melvin juga. Mereka sudah berkumpul di satu tempat tapi dalam situasi dan keadaan yang tidak tepat.


__ADS_2