
Door!
Fokus Melvin kini teralihkan oleh bunyi tembakan yang dia dengar. Dia tidak mendengar apa yang di ucapkan oleh asisten nya. Deo juga sama kini fokus nya yaitu mencari keberadaan nyonya muda nya. Hingga mereka tidak sadar mobil Aruna melewati mobil mereka.
Lila yang sudah membuat ibu tiri nya itu keluar dari mobil nya dan sudah ada tembakan di kaki nya pun mendekati Linda dengan senyum sinis nya, “Apa kabar ibu tiri! Selamat bertemu lagi.” Ucap Lila dengan senyum devil nya.
“Kurang ajar kalian. Kau menipuku dan menipu putriku. Awas saja kau!” teriak Linda menatap pemuda yang kini menodongkan pistol pada nya padahal beberapa saat lalu berada di pihak nya.
“Mau apa ibu tiriku yang tersayang. Apa kau ingin membalas dendam padaku? Kau sudah tidak punya kesempatan itu karena kini kesempatan itu adalah milikku. Aku akan menuntut balas atau kematian mommy dan daddyku setiap detik dan menit nya. Kau harus merasakan penderitaan yang mereka rasakan sepuluh kali lipat lebih dari itu. Aku tidak main-main.” Ucap Lila mencengkeram wajah ibu tiri nya itu.
“Kau sudah tahu hal itu? Yah, memang benar aku sudah meracuni mommy dan daddymu karena aku hanya ingin menguasai harta mereka saja. Tapi ternyata daddymu itu sungguh licik sehingga saat dia tiada aku pun tetap tidak mendapatkan apapun. Tidak ada yang tersisa sama sekali. Kau yang tetap memiliki nya sebagai ahli waris. Namun, tidak masalah jika aku mati hari ini karena kau pun tetap tidak akan bisa mewarisi harta mendiang kedua orang tuamu itu. Di tubuhmu ada racun yang sama juga dengan yang ku gunakan untuk mommy dan daddymu. Walaupun dalam jumlah dosis yang sedikit tapi aku yakin sekarang kau pasti sudah merasakan efek nya.” Ucap Linda mencoba mengalihkan perhatian Lila dan melirik mobil yang dia yakini sebagai mobil milik Aruna.
Linda tidak menunjukkan rasa takut sama sekali dia justru tersenyum sinis menatap Lila. Lila pun segera melepas cengkeraman tangan nya itu, “Kenapa kau masih bisa tersenyum begitu ibu tiriku tersayang. Apa kau memiliki rencana lain dengan membuat Aruna tidak datang bersamamu. Kau ingin membuatku teralih. Itu tidak mungkin terjadi. Aku sudah belajar kelicikkan dari kalian. Dendamku akan aku tunaikan hari ini,” Ucap Lila tidak kalah sinis lalu mengambil senjata di balik pakaian nya dan mengarahkan senjata itu ke mobil di sisi kiri nya.
Lila sempat melirik Luke dan menatap tajam pria itu. Dia baru sadar bahwa ada yang mengganjal dan ternyata itu adalah Aruna yang tidak bersama ibu tiri nya itu. Dia akui dua wanita ular itu memang sedikit memiliki kepintaran di otak mereka sehingga mempersiapkan rencana lain. Kini dia hanya bisa bertaruh dengan takdir saja. Seperti nya memang waktu kematian nya akan terkonfirmasi.
Lila menembakkan satu tembakan dan menembus kaca mobil milik Aruna yang melaju ke arah nya dalam jarak kurang 100 meter. Lila tersenyum melihat tembakan nya yang tidak meleset tapi seperti nya Aruna sudah memakai pelindung. Luke pun segera membantu Lila untuk menembak mobil milik Aruna agar hilang keseimbangan. Tidak lupa juga yang lain segera mengamankan Linda.
Melvin dan Deo segera turun dari mobil begitu melihat Lila mengangkat senjata nya dan mengarahkan nya ke sebuah mobil. Melvin segera berlari menuju arah Lila begitu juga dengan Delon yang baru saja tiba. Kedua lelaki itu berlari dengan kecepatan mereka masing-masing menuju wanita yang mereka cintai.
__ADS_1
Jarak mobil kurang dari lima meter. Aruna walau ban mobil nya sudah penuh tembakan tetap saja dia nekat melajukan mobil itu untuk menabrak Lila.
Saat jarak mereka kurang dari 3 meter, Luke segera mendorong Lila ke samping dan dia pun dengan gerakan cepat berpindah dan menyerat Aruna keluar dari mobil itu.
Lila yang walaupun di dorong oleh Luke tetap saja kaki nya terlindas ban mobil, “Luke!” teriak Lila saat melihat Luke yang berlumuran darah karena ternyata Aruna menembak pria itu tepat di dada nya.
Semua anak buah Melvin dan anak buah Lila segera mengamankan Aruna. Kedua ibu dan anak itu segera di amankan. Aruna walaupun dia gagal membunuh Lila tapi dia justru tertawa saat di seret oleh anak buah Melvin itu.
Lila mendekati Luke dan memegang wajah nya dengan sisa kekuatan nya karena jujur saja kaki nya sudah mati rasa, “Luke, kau tidak boleh mati! Aku tidak mengizinkanmu mati. Apa yang harus aku katakan pada mommy! Tidak, Luke jangan tutup matamu!” teriak Lila.
Melvin dan Delon segera mendekati Lila, “Tuan Melvin selamatkan Luke. Aku mohon!” pinta Lila dengan memohon.
***
Singkat cerita, kini di rumah sakit, “Daddy … bagaimana keadaan mommy?” tanya Alexa yang berlari bersama Alex menuju Melvin.
“Mommy! Dia …” ucap Melvin tidak sanggup menjawab pertanyaan putri nya itu.
“Daddy … katakan saja apa mommy terluka?” tanya Alex melihat pakaian Melvin yang berlumuran darah.
__ADS_1
Melvin mengangguk, “Kaki nya terlindas mobil. Tapi tenang saja dia sedang di operasi sekarag.” Jawab Melvin memeluk putra nya itu.
“Lepaskan aku dad. Aku tidak mempercayaimu jika tidak melihat sendiri keadaan mommy.” Ucap Alex melepaskan pelukan daddy nya itu dan berdiri di pintu ruang operasi.
Papi Emran hanya bisa diam saja melihat putra nya itu. Dia tidak ingin berkomentar sedikit pun. Jujur saja dia sendiri pun merasa gagal karena tidak bisa menyelamatkan menantu nya itu padahal memiliki kekuasaan. Seperti nya kekuasaan yang dia miliki itu patut di pertanyakan.
Dia mengerti bagaimana perasaan putra nya itu saat ini. Dia pasti sedang kecewa pada diri nya sendiri karena tidak bisa menyelamatkan orang yang dia cintai.
Mami Elea yang sudah mendengar cerita secara garis besar dari suami nya terkait kejadian hari ini pun tentu saja sedih dengan apa yang terjadi tapi dia lebih sedih dan sakit saat melihat putra nya yang seperti itu. Menunduk sedih dan diam menyalahkan diri nya. Tidak bisa menjawab pertanyaan putra dan putri nya sendiri.
Mami Elea mendekati Melvin dan memeluk putra nya itu, “Jangan salahkan dirimu nak. Ini terjadi di luar kendalimu. Saat ini kita hanya bisa menunggu dan berdoa agar Lila dan asisten nya itu selamat.” Ucap mami Elea menenangkan sang putra.
Melvin pun hanya mengangguk saja dan memandang ke dua ruang operasi yang masih menyala di mana di dalam sana ada dua orang yang sedang di operasi.
Melvin yang serius memandangi pintu operasi hingga tidak sadar dengan kedatangan seseorang dan langsung memberikan pukulan pada nya.
Bugh!
***Note : Maaf ya jika ada kesalahan. Jujur saja ini baru pertama kali author membuat situasi action. Hehehe! Mohon di maklumi!
__ADS_1